Home / Berita Terkini / Ummi Niazah: Kerajinan Aceh Harus Bersaing di Tingkat Nasional dan Internasional

Ummi Niazah: Kerajinan Aceh Harus Bersaing di Tingkat Nasional dan Internasional

Banda Aceh | 15-05-2015

Banda Aceh- Industri rumah tangga di Aceh, khususnya bidang kerajinan diharapkan dapat bersaing di pasar Nasional bahkan Internasional.

Hal tersebut di sampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranas) Aceh, Hj. Naziah A. Hamid dalam kunjungannya ke Desa Kerajinan di Gampong Dayah Daboh, Montasik, Aceh Besar, Rabu (13/5).

“Semoga mutu kerajinan Aceh semakin baik dan tidak kalah bersaing dipasar Nasional maupun Internasional,” harap Ummi Niazah.

Melalui kesempatan tersebut, Isteri Gubernur Aceh yang akrab disapa Ummi Niazah, mengunjungi delapan rumah sentra kerajinan tas bordir khas Aceh di Dayah Daboh Montasik.

Turut hadir dalam kunjungan kerja tersebut Bupati Aceh Besar, Mukhlis Basyah, Kepala Biro Humas Setda Aceh, M. Ali Al Fata, Kepala  Kepala Disperindag Aceh, bersama  seluruh ketua dan anggota Dekranas Kabupaten/Kota se Aceh.

Kunjungan tersebut diharapkan dapat memberi motivasi bagi para pengrajin untuk terus berkreasi dan berinovasi demi meningkatkan mutu kerajinan Aceh.

Ummi menambahkan, produksi kerajinan Aceh memiliki potensi yang sangat baik dan jika dapat kita kembangkan bukan hanya mampu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan rakyat, tapi juga mampu menarik minat masyarakat nasional, bahkan Internasional untuk melirik dan berinvestasi di Aceh.

Dalam sambutannya, Naziah mengatakan bahwa hasil kerajinan aceh bukan hanya berasal dari industri rumah tangga namun juga dihasilkan oleh indsutri besar, produk kerajinan Aceh yang dihasilkan diantaranya pakaian, aksesoris, jamu, obat tradisional, berbagai produk makanan yang kental dengan ciri khas Aceh.

Sebelum kunjungan ke gampong Kerajinan, Dayah Daboh, Montasik Aceh Besar, Ummi Niazah membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Dekranas di Meuligo Gubenur Aceh.

“Kita harus terus melakukan upaya dalam mengembangkan produk kerajinan aceh agar bisa menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi Asean yang semakin dekat, saya harap rakor ini membahas segala isu-isu penting terkait upaya pengembangan kerajinan Aceh’’ ujar ummi Naziah

Dalam rakor tersebut, Ummi Naziah menyampaikan beberapa pesan untuk pengembangan kerajinan Aceh.

Untuk menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean, kita harus  memastikan bahwa perajin mendapat dukungan dan melakukan pembenahan desain, mutu, dan diversifikasi produk agar perajin kita dapat bersaing.

Selanjutnya, kita perlu meningkatkan kapasitas perajin seperti kemampuan manajemen usaha, penguasaan teknologi informasi dan penguasaan keahlian teknis produksi harus melalui berbagai pelatihan  agar produk kerajinan kita terus berkembang mengikuti perkembangan zaman.

“Kita perlu menyamakan persepsi dan meningkatkan pemahaman bersama mengenai kriteria sebuah desa kerajinan, dan hal apa saja yang menjadi poin penilaian. Penunjukan Desa kerajinan yang tepat dan memen uhi semua unsur kriteria, akan berdampak pada kemajuan dan kemakmuran perajin di desa tersebut,” ujarnya

Untuk Permodalan, Ummi Naziah berharap agar tidak bertumpu pada dana APBA dan APBK dalam pembinaan pengrajin, “banyak sumber dana lain yang dapat kita manfaatkan, salah satunya Dana CSR dari BUMN /BUMD, maupun perusahaan lainnya yang beroperasi di Aceh’’

Terkait dengan pelaksanaan Dekranas Award, yaitu kompetisi produk kerajinan unggulan tingkat internasional. Naziah berharap agar Dekranasda Aceh dan Dekranasda Kabupaten/Kota dapat mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan tersebut, dengan terus berbenah dan mengembangkan produk unggulan daerah masing-masing.

“:Kegiatan ini penting untuk kita semarakkan, sebagai barometer penilaian dan apresiasi serta pengakuan terhadap kualitas terbaik dari produk kerajinan di Indonesia, khususnya Aceh” ungkapnya.

Dalam rakor Dekranasda tersebut, Naziah minta peserta dekranas agar mencurahkan ide dan pemikiran agar semua persoalan yang menyangkut dengan Desa kerajinan dan program koordinasi lainnya mendapat solusi yang berbaik, serta dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan ke depan, terutama dalam rangka mempercepat terwujudnya Visi Dekranasda Aceh yaitu “memakmurkan perajin.”

Turut hadir pada acara tersebut Ketua Harian Dekranasda Aceh, Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota Se-Aceh, Pengurus Dekranasda Aceh,  Pengurus Dekranasda Kabupaten/Kota se-Aceh dan sejumlah peserta lainya.

Check Also

Plt Gubernur: Sertifikasi Halal Mendukung Program Wisata Halal

Banda Aceh – Sertifikasi halal merupakan salah satu instrumen penting untuk mendukung program wisata halal …