Home / Berita Terkini / Wagub Aceh: NU Jembatan Pemersatu Ulama dan Umara

Wagub Aceh: NU Jembatan Pemersatu Ulama dan Umara

Humas Aceh | 6 Mar 2016

Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf, berharap agar Nahdlatul Ulama sebagai sebuah organisasi besar yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat dapat mengambil peran sebagai jembatan pemersatu antara Ulama dan Umara.

Hal tersebut disampaikan oleh pria yang akrab disapa Mualem itu, dalam sambutan singkatnya pada acara Pelantikan dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Banda Aceh, dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, yang dipusatkan di Pesantren Mabdaul Ulum Al Aziziyah, (Sabtu, 5/3/2016).

“Selamat atas dilantiknya kepengurusan baru Pimpinan Cabang NU Kota Banda Aceh, periode 2016-2020, semoga di bawah kepengurusan yang baru ini, NU Kota Banda Aceh mampu berkiprah lebih optimal dalam memperkuat Syari’at Islam serta mampu memperkokoh pondasi keimanan masyarakat kita dalam mendekatkan diri kepada Allah,” ujar Muzakir Manaf.

Dalam kesempatan tersebut Mualem juga mengajak semua pihak untuk mawas diri dalam mengantisipasi pengaruh buruk globalisasi. Peredaran narkoba yang telah sangat meresahkan, serta berbagai budaya asing non Islami yang telah menggerus moral dan akhlak generasi muda Aceh.

“Aceh sangat terkenal dengan penerapan Syari’at Islamnya yang kuat. Inilah secara sadar atau tidak terus dirong-rong oleh pihak-pihak yang ingin Islam dan akhlak masyarakat kita terutama kaum muda menjadi hancur, diantaranya dengan narkoba dan menyebarkan budaya yang bertentangan dengan Islam,” tegas Wagub.

Muzakir Manaf menekankan, peredaran narkoba di Aceh sudah sangat meresahkan karena zat yang dapat merusak kesehatan dan masa depan bangsa tersebut sudah menyebar ke generasi muda usia produktif, yaitu para siswa.

“Saya yakin, dengan kerjasama dari semua pihak, maka kita dapat membasmi dan menghentikan peredaran gelap narkoba di Bumi Serambi Mekah yang kita cintai ini. Para Geuchik dan Kepala Lorong memiliki peran penting dalam hal ini, kita harus menggalakkan lagi Pagar Gampong yang akan menjadi fungsi kontrol pertama di tengah-tengah masyarakat,” tambah Mualem.

Menurut Wagub, pihak luar yang ingin menghancurkan Islam akan menyerang para generasi muda selaku penerus Islam dengan narkoba dan budaya non Islami. Namun Mualem meyakini, dengan kebersamaan dan deteksi dini yang dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar, hal tersebut dapat minimalisir dan dihilangkan.

“Saya yakin dan percaya, dengan kebersamaan para Ulama dan Umara dan seluruh elemen masyarakat, maka kita akan mampu menangkal pengaruh buruk globalisasi, sehingga dapat mengembalikan kejayaan Islam di masa depan,” ujar Mualem.

Tu Sop:Memperkuat yang Baik dan Memperbaiki yang Kuat

Sementara itu, Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab atau yang akrab disapa Tu Sop, selaku penceramah Maulid, menjelaskan bahwa kehadiran sebuah organisasi di era globalisasi dengan tantantangan yang semakin berat saat ini adalah untuk memperkuat ummat.

“Di era globalisasi saat ini kehadiran sebuah organisasi bukanlah untuk memperkuat eksistensi seseorang, malinkan untuk memperkuat ummat. Jika kehadiran kita tidak bermanfaat, maka ketidakhadiran bukanlah sebuah kerugian. NU harus hadir disitu, hadir untuk memperkuat yang baik dan memperbaiki yang kuat,” tegas Tu Sop dalam ceramahnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRA, T Irwan Djohan, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Ketua dan Anggota DPRK Kota Banda Aceh, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Check Also

Sekda Aceh Lantik Pejabat Widyaiswara dan Pustakawan Ahli Madya

Banda Aceh– Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, melantik pejabat Fungsional Widyaiswara Ahli Utama dan Pustakawan Ahli …