Home / Bener Meriah / Wagub Gelar Rapat Penanggulangan Konflik Gajah di Bener Meriah
Wakil Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, memimpin rapat dengan Forkompinda Kab. Bener Meriah, CRU dan tokoh masyarakat Bener Meriah terkait Penanggulangan Konflik gajah dengan manusia di kabupaten Bener Meriah, 17/12/2017.

Wagub Gelar Rapat Penanggulangan Konflik Gajah di Bener Meriah

Humas Aceh | 18 Des 2017

Bener Meriah – Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menggelar rapat penanggulangan konflik gajah bersama Bupati Bener Meriah, Ahmadi dan Forkopimda Bener Meriah serta Masyarakat di Kantor Bupati Bener Meriah, Minggu (17/12/2017).

Nova mengatakan, penyelesaian konflik gajah harus ditangani bersama mulai dari masyarakat, Pemerintah Kabupaten dan Provinsi serta stakholder lainnya. “Tadi kita semua sudah berembuk, akan ada rencana jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek untuk menyelesaikan permasalahan gajah liar di Bener Meriah,” ujar Nova.

Nova menjelaskan, untuk jangka pendek, ia sudah meminta Bupati Bener Meriah untuk menyusun strategi bersama tim teknis dan stakholer lainnya untuk segera menggiring gajah keluar dari pemukiman penduduk. “Ini harus segera dilakukan, agar tidak terjadi kerusakan lebih parah lagi di pemukiman penduduk,” ujar Nova.

Sedangkan jangka menengah lanjut Nova, akan dibangun penghalang di beberapa titik tempat keluar masuknya gajah ke pemukiman penduduk. “Ini juga harus segera di bangun dalam hitungan jam kalau bisa, nanti tim teknis bupati akan menghitung biayanya, tempatnya, konstruksinya,,” kata Nova.

Untuk alat berat kata Nova, jika memang diperlukan akan diperbantukan dari wilayah terdekat seperti Bireuen dan Lhokseumawe. Adapun solusi jangka panjang kata Nova, sejak tahun 2014 dan 2015 sudah pernah dirumuskan dan melibatkan empat Kabupaten. “Jadi kita hanya tinggal duduk kembali dan menindak lanjuti apa yang sudah pernah dirumuskan,”.

Penyelesaian konflik Gajah jangka panjang kata Nova juga akan melibatkan Pemerintah Pusat. Terkait kerusakan di pemukiman penduduk, Nova mengatakan akan melakukan koordinasi dengan SKPA terkait untuk diberikan ganti rugi. “IniĀ  akan segera kita follow up dan tindak lanjuti, yang jelas, kalau orang jadi korban harus disantuni, kalau rumah rusak harus diganti,” ujar Nova.

Sebagaimana diberitakan, kawanan gajah sejak dua minggu lalu memasuki area perkebunan dan pemukiman warga di tiga kampung di kawasan Bener meriah, yaitu di Transat, Musara Pakat dan Sosial Menderek, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah. Kawanan Gajah tersebut telah merusak kebun dan pemukiman warga.

Check Also

Malam ini, Peringatan Maulid di Masjid Raya Hadirkan Syeikh dari Mesir

Banda Aceh – Pemerintah Aceh akan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah di …