Home / Berita Terkini / Wagub Hadiri Deklarasi Kebangsaan Alumni Universitas Negeri Se Indonesia
Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyampaikan sambutan pada Deklarasi Kebangsaan Alumni Universitas Negeri Se-Indonesia dengan Tema "Meneguhkan Peran Alumni Dalam Menangkal Radikalisme di Perguruan Tinggi" dalam kegiatan yang berlangsung di AAC Dayan Dawood, Banda Aceh (20/12).

Wagub Hadiri Deklarasi Kebangsaan Alumni Universitas Negeri Se Indonesia

Humas Aceh | 20 Des 2017

Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah menghadiri Deklarasi Kebangsaan Alumni Universitas Negeri Se Indonesia di Gedung AAC Dayan Dawood, Unsyiah, Rabu 20 Desember 2017. Deklarasi ini bertema “Meneguhkan peran alumni dalam menangkal radikalisme di Perguruan Tinggi”.

Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyampaikan sambutan pada Deklarasi Kebangsaan Alumni Universitas Negeri Se-Indonesia dengan Tema “Meneguhkan Peran Alumni Dalam Menangkal Radikalisme di Perguruan Tinggi” dalam kegiatan yang berlangsung di AAC Dayan Dawood, Banda Aceh (20/12).

Nova Iriansyah dalam sambutannya mengatakan, Aceh adalah daerah yang bebas dari radikalisme dan terorisme. Selama ini, lanjut Nova, Pemerintah Aceh terus mempromosikan dan meyakinkan para calon investor di luar negeri bahwa situasi Aceh cukup aman dan terbebas dari radikalisme dan terorisme.

Hal itu dikatakan Nova cukup penting mengingat citra Aceh di luar masih terkesan tidak aman, sehingga para investor enggan berinvestasi di Aceh. Akibat tidak berjalannya sektor investasi akan membuat Aceh sulit berkembang.

Nova juga mengatakan, tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia saat ini menghadapi banyak sekali tantangan, tidak hanya dari segi ekonomi dan politik, tetapi juga  akibat pengaruh globalisasi yang turut mengancam semangat kebangsaan masyarakat.

“Hal itu bisa dilihat dari munculnya aksi-aksi radikal yang mencoba merongrong ideologi pancasila, UU 45 dan kebhinekaan kita,” ujar Nova.

Nova menyebutkan, banyak pihak intoleran yang mencoba memengaruhi masyarakat untuk keluar dari nilai-nilai kebangsaan. “Mereka ini adalah kelompok yang kerap menentang ideologi bangsa,” kata Nova.

“Sesungguhnya inilah kelompok yang menjadi ancaman serius bagi pembangunan negeri ini,” kata Nova lagi.

Menurutnya, jika paham ini terus dibiarkan berkembang maka Indonesia akan tercerai-berai.

Oleh sebab itu, lanjut Nova, dibutuhkan langkah untuk memperkuat semangat agar dapat melawan paham-paham yang tidak sesuai dengan pancasila.

Pada kesempatan itu Nova juga menegaskan tidak ada radikalisme maupun separatisme di Aceh. “Yang ada selama ini Aceh hanya menuntut haknya yang sudah menjadi tulang punggung bagi bersatunya negeri ini, bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Nova melanjutkan, untuk menjauhkan paham liar, paham ekstrim dan radikalisme dari masyarakat Indonesia, maka semua komponen harus bergerak untuk memperkuat semangat dan keberpihakan kita kepada ideologi bangsa.

“Dalam hal ini peran perguruan tinggi, para akademisi, kaum intelektual, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan para pemikir bangsa sangat kita butuhkan sebagai motor penggerak bagi menguatnya semangat kebangsaan,” kata Nova.

Sejumlah peserta yang terlihat hadir pada acara tersebut, di antaranya Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda yang merupakan Ketua Ikatan Alumni Universitas Syiah Kuala Provinsi

Aceh, Walikota Banda Aceh Aminullah Usman yang merupakan Ketua Ikatan Alumni Universitas Unsyiah Banda Aceh, para Ketua Ikatan Alumni Universitas negeri dari Kabupaten/Kota di Aceh maupun dari luar Aceh, serta sejumlah tamu lainnya.

Check Also

[FOTO] : Pelantikan Anggota Badan Pengawas PDPA

Humas Aceh | 7 Juni 2018 Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan. MM melantik anggota Badan …