Home / Berita Terkini / Wagub: Kunci Tampil Beda, Sejarah dan Kerja Keras
Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, menjadi pembina upacaera di SMA Negeri 1 Banda Aceh, Senin, (15/2018). Nova Iriansyah memberikan semangat dan motivasi kepada siswa-siswi dan Dewan Guru dalam memulai semester genap tahun ajaran 2018/2019.

Wagub: Kunci Tampil Beda, Sejarah dan Kerja Keras

Humas Aceh | 15 Januari 2018

Banda Aceh – Kejayaan Aceh dan Indonesia di masa mendatang berada di tangan para pelajar dan pemuda Aceh. untuk itu, para pelajar Aceh dituntut ‘tampil beda’. Dan, kunci bagi setiap orang yang ingin tampil beda dan meraih sukses di masa mendatang adalah sejarah dan kerja keras.

Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, menjadi pembina upacaera di SMA Negeri 1 Banda Aceh, Senin, (15/2018). Nova Iriansyah memberikan semangat dan motivasi kepada siswa-siswi dan Dewan Guru dalam memulai semester genap tahun ajaran 2018/2019.

Pesan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, dalam amanatnya selaku Pembina Upacara, pada Upacara Hari Senin perdana pasca libur sekolah, di hadapan siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri 1, Banda Aceh, Senin (15/1/2018).

“Sejarah dan kerja keras adalah faktor utama untuk tampil beda. Sejarah seseorang telah diatur dan ditentukan oleh Allah sang Maha Pencipta. Satu hal yang pasti, bahwa sejarah tidak akan berpihak kepada para penyalahguna narkoba atau anak yang tidak patuh pada orangtua dan guru. Sedangkan kerja keras kita yang tentukan,” ujar Wagub.

Untuk diketahui bersama, Nova muda juga bersekolah di SMA Negeri 1 Banda Aceh, yang di masa lalu juga dikenal dengan nama SMA Jeumpa Puteh. Nova lulus dari SMA Negeri 1 Banda Aceh pada tahun 1982.

“Anak-anakku, siapapun bisa menjadi apa saja, negeri ini membuka ruang yang sebesar-besarnya untuk menjadi apa yang kalian inginkan. Hampir 40 tahun lalu, saya pernah juga berdiri disini sebagai Pemimpin Upacara. Tak pernah terlintas di diri saya untuk menjadi seseorang yang akan menempati bangunan di seberang sana (Meuligoe Wagub-red),” ujar Nova.

Oleh karena itu, Wagub berharap agar para siswa dan para guru selaku pengajar, untuk menjadikan liburan sebagai sarana untuk menyegarkan diri dan mengulangkaji serta memupuk semangat baru sehingga akan timbul spirit yang kuat untuk meningkatkan semangat belajar mengajar di sekolah.

“Kerja keras, disiplin dan semangat belajar harus menjadi jati diri, harus terus diperkuat untuk berkompetisi dan meningkatkan daya saing. Selain itu, berhati-hatilah dalam pergaulan agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Komitmen Pemerintah Aceh sangat tegas, tidak ada toleransi bagi siapapun yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba,” kata Nova.

Pendidikan Formula Jitu Atasi Kelangkaan SDM Berkualitas.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga mengungkapkan, bahwa pendidikan merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Aceh periode 2017-2022, untuk dilaksanakan di seluruh Aceh dalam lima tahun ke depan.

“Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Aceh mengalokasikan sekitar 20 persen dari total APBA, ditambah lagi dukungan dari berbagai program nasional lainnya. Pemerintah Aceh memandang sangat penting untuk memperkuat sektor ini, sebab pendidikan merupakan formula yang jitu untuk mengatasi kelangkaan sumber daya manusia berkualitas,” imbuh Wagub.

Dalam jangka panjang, sambung Wagub, pendidikan juga merupakan cara ampuh untuk mengatasi kemiskinan. Karena itu Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pendidikan di Bumi Serambi Mekah. Secara garis besar, setidaknya ada 3 program utama yang dijalankan Pemerintah Aceh di bidang pendidikan, yaitu Aceh Carong, Aceh Meuadab dan Aceh Teuga.

Program Aceh caròng menekankan kepada prestasi pendidikan Aceh di tingkat nasional dan regional melalui perbaikan fasilitas, kualitas guru, dan peningkatan sistem. Program Acèh Meuadab lebih menekankan pada upaya mengembalikan khittah Aceh sebagai Serambi Mekkah melalui implementasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan Acèh Teuga fokus pada perbaikan sumber daya generasi mudanya. Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemerintah Aceh telah menyusun kerangka aksi, bahkan sejumlah program pun telah dan akan terus dilaksanakan di masa mendatang.

Beberapa program tersebut di antaranya peningkatan mutu guru serta manajemen sekolah pada setiap jenjang pendidikan. Dalam hal ini Pemerintah Aceh juga akan memberdayakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di bidang Pengembangan Mutu Guru, sehingga guru-guru di Aceh memiliki kompetensi memadai dalam mengajar.

Pemerintah Aceh telah pula menyiapkan langkah-langkah untuk penguatan konsep lembaga pendidikan vokasional, khususnya SMK guna menghasilkan generasi muda trampilan di bidang-bidang tertentu.

Selain itu, segala fasilitas dan sarana prasarana dalam rangka mendukung berjalannya sistem pendidikan yang baik di semua bidang juga terus dilengkapi. Pemerintah Aceh juga menyediakan beasiswa dan bantuan dana pendidikan bagi pelajar kurang mampu, beasiswa bagi generasi muda Aceh untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri untuk jenjang S-2 dan S-3, serta bantuan dana pendidikan bagi pelajar berprestasi di dalam negeri.

Pemerintah Aceh juga terus menyelenggarakan berbagai kompetisi di tingkat pelajar dan guru guna mendorong budaya dan semangat berkompetisi di kalangan dunia pendidikan. Selain itu, Pemerintah Aceh juga telah enerapkan sistem kurikulum efektif sesuai kebijakan nasional, yang dipadukan dengan sistem kurikulum lokal.

Dalam amanatnya, Wagub juga menyampaian kebijakan Pemerintah Pusat terkait pendidikan, yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Sebagaimana diketahui, mulai tahun 2017, pembagian tanggungjawab pengelolaan pendidikan, di mana untuk pendidikan tingkat SD dan SMP pengelolaannya di bawah tanggungjawab Pemerintah kabupaten/kota.

Sedangkan untuk tingkat SMA dan Sekolah Luar Biasa menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi. Dan, pendidikan tinggi menjadi tanggungjawab Pemerintah Pusat.

Menyikapi kebijakan baru ini, Wagub mengimbau seluruh pemangu kebijakan terkait untuk mempersiapkan diri melakukan perbaikan semua sistem pendidikan yang di Aceh. Selain perbaikan dalam hal kebijakan, juga perbaikan dalam sikap, prilaku dan semangat para guru dan murid dalam mengikuti dan menjalankan semua proses pendidikan yang berlangsung.

Wagub juga menginstruksikan agar guru-guru di Aceh terus meningkatkan kemampuan agar mampu melahirkan peserta didik yang berkualitas. Sementara itu para siswa juga diharapkan semakin disiplin dan memperkuat semangat belajar.

“Anak-anakku sekalian, masa depan Aceh ada di tangan kalian. Sehebat apapun program yang telah disiapkan Pemerintah Aceh, jika generasi mudanya tidak mau meningkatkan semangat belajar, maka semua akan sia-sia. Manfaatkan semua kesempatan. Jadilah generasi muda yang cerdas, kreatif dan memiliki etos belajar yang tinggi untuk meraih cita-cita,” pungkas Wagub.

Check Also

Wagub Serahkan Bantuan Masa Panik Untuk Korban Banjir di Kecamatan Pegasing

Humas Aceh | 24 April 2018 Takengon – Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah didampingi Bupati …