Home / Berita Terkini / Wagub: Teh Rosela Saree Berkelas Internasional

Wagub: Teh Rosela Saree Berkelas Internasional

Humas Aceh | 24 Okt 2017

Aceh Besar – Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT memuji cita rasa teh rosella yang diproduksi di Saree. Nova meyakini dengan promosi dan kemasan yang bagus teh ini akan mampu bersaing di pasaran.

Hal tersebut disampaikan oleh Wagub, saat berkunjung ke Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Saree, Senin (24/10/2017).

“Teh rosella Saree bercita rasa internasional sangat layak dikembangkan. Ke depan kita akan anggarkan dana untuk pelatihan UMKM, diantaranya adalah untuk pelatihan membuat kemasan agar lebih menarik, karena jika rasanya luar biasa namun kemasannya kurang bagus tentu tidak akan menarik minat konsumen,” ujar Wagub.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Bupati, Mawardy Ali dan seluruh jajaran SKPK Aceh Besar, Wagub kembali menekankan tentang pentingnya kolaborasi dalam pembangunan. “Meski berbeda lembaga dan tupoksi, namun tujuan akhir dari seluruh program pembangunan itu sama, yaitu mensejahterakan masyarakat. Oleh karena itu sangat penting untuk menyamakan persepsi dalam menyusun program pembangunan,” kata Wagub.

“Berangkat dari semangat inilah, sejak kunker hari pertama kami selalu meminta didampingi oleh pihak legislatif. Kita ingin membangun sebuah paradigma baru, yaitu pembangunan yang kolaboratif, pembangunan yang melibatkan semua elemen dengan segala tugas dan fungsi masing-masing,” kata Wagub.

Wagub juga mengungkapkan, bahwa sebagai Pembina para pengusaha, Gubernur dan Wagub sangat berkepentingan menjaga para pengusaha. “Kita tentu mau setiap kontraktor dalam setiap kegiatan yang dikerjakan selalu mendapat untung, dan dalam pengerjaan selalu tepat waktu agar tidak terkena denda. Nah, inilah salah satu tujuan dari kunker ini, yaitu mencari hambatan dan secara bersama-sama berusaha menemukan solusinya, bukan untuk mencari kesalahan rekanan,” tegas Nova.

Wagub mengimbau agar APBK Aceh Besar di arahkan untuk program-program yang mengintervensi indikator-indikator kemiskinan agar angka kemiskinan di Aceh Besar bisa ditekan. Untuk diketahui bersama angka kemiskinan Aceh Besar saat ini adalah lebih dari 16 persen.

Wagub juga mengungkapkan, bahwa sebagai kabupaten penopang Ibukota Provinsi, Aceh Besar harus mendapatkan perhatian berbeda kabupaten lain. “Mari bersama kita bangun dan kita tata Aceh Besar ke arah yang lebih baik, semua pihak harus berperan sesuai posisi masing-masing.

“Dalam waktu dekat saya sudah sepakat dengan Pangdam Iskandar Muda untuk menembus jalan Jantho-Lamno, dengan sepeda motor, tujuannya adalah untuk mengkampanyekan jalan tembus ini. Semakin cepat selesai, jalur ini tentu akan membantu masyarakat untuk memasarkan potensi ekonomi dari Jantho ke wilayah barat-selatan Aceh maupun sebaliknya.”

Usai pertemuan dengan Pemkab dan jajaran SKPK Aceh Besar, Wagub dan rombongan didampingi oleh Bupati langsung menuju ke kawasan Samahani untuk meninjau lokasi proyek pengembangan Rumah Sakit Jiwa Kuta Malaka.

Wagub berpesan agar pembangunan fasilitas kejiwaan ini dikerjakan dengan sebaik-baiknya. “Ini adalah fasilitas yang sangat penting, karena berdasarkan data yang ada ternyata prevalensi gangguan kejiwaan di Aceh sangat besar, bahkan tertinggi di Indonesia.”

Selanjutnya, Wagub dan rombongan menuju ke lokasi pembangunan Pasar Induk Lambaro. Usai mendengar penjelasan dari Kepala P2K Aceh, Dr Taqwallah, Wagub menghimbau agar rekanan mempercepat pengerjaan. Waub juga menghimbau konsultan untuk serius mengawasi dan membantu jika terjadi kendala selama proyek berjalan.

Wagub juga sempat berdialog dengan sejumlah pedagang. Beberapa pedagang juga menyampaikan apresiasi atas proyek peangunan pasar lambaro, karena telah membuat pedagang lebih tertata dan tidak becek.

“Gak belanja hari ini pak? Tanya seorang pedagang”

“Nanti kalau ada waktu saya belanja kesini bersama Istri ya,” jawab Wagub singkat.

Sebelum memasuki wilayah Aceh Besar, Wagub dan rombongan sempat singgah di Seulawah Scout Camp, untuk meninjau sejumlah proyek yang sedang dibangun di kawasan tersebut. Wagub mengingatkan kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh untuk membenahi SSC, terutama dikembangkan untuk pariwisata.

“Harus dikelola dengan baik, karena potensinya sangat bagus, tidak semata untuk kegiatan kepramukaan tapi dapat pula dikembangkan menjadi lokasi wisata karena suasana dan pemandangan sekitarnya sangat bagus. Perbaiki kembali landscapenya, lengkapi fasilitas pendukung lainnya. Bahkan lebih baik dibentuk UPTD untuk mengelola Sulawah Scout Camp ini,” imbuh Wagub.

Untuk itu, Wagub memerintahkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh untuk membuat perencanaan pembentukan UPTD SSC, agar bisa segera ditindaklanjuti.

Tahun 2017 ini, total proyek strategis di Kabupaten Aceh Besar terdiri atas 284 paket senilai Rp350,9 miliar. Dari jumlah tersebut, seanyak 127 paket senilai Rp87,7 miliar merupakan proyek yang bersumber dari dana Otonomi Khusus. Sedangkan 157 paket senilai Rp263,2 miliar merupakan paket yang bersumber dari dana APBA. (Ngah)

Check Also

Karo Humas Setda Aceh Buka Seminar Engineering Expo Unsyiah

Humas Aceh | 23 Nov 2017 Banda Aceh – Kepala Biro Humas dan Protokol Setda …