Home / Kota Banda Aceh / Zainal Arifin: Masjid Subulussalam Punge Blang Cut Harus Jadi Pusat Kegiatan Masyarakat

Zainal Arifin: Masjid Subulussalam Punge Blang Cut Harus Jadi Pusat Kegiatan Masyarakat

Humas Aceh | 11 Juli 2018

Banda Aceh – Wakil Wali Kota Banda Aceh, Drs H Zainal Arifin meminta Masjid Subulussalam, Punge Blang Cut harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pusat kegiatan masyarakat sekitarnya.

Hal ini disampaikan Zainal Arifin, Selasa (10/7/2018) pada acara pemasangan perdana granit lantai masjid tersebut. Hadir dan ikut melakukan pemasangan granit, anggota DPRK Banda Aceh, Tasrif, Ramza Harli SE, Ketua Baitul Mal Kota Banda Aceh, Safwani Zainun, Keuchik Punge Blang Cut, Armaya Surya, Ketua BKM Masjid Subulussalam, Ardiansyah Amy SE, dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

“Selain sebagai fungsi utamanya untuk tempat beribadah, masjid ini harus kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk kegiatan-kegiatan keagamaan dan kegiatan kemasyarakatan lainnya,” pinta Zainal Arfin.

Lanjutnya, masyarakat Punge Blang Cut dan sekitarnya dapat menjadikan masjid yang memiliki kontruksi indah ini untuk hal-hal lain seperti musyawarah, sosialisasi program-program pemerintah dan kegiatan positif lainnya.

“Masjid indah memang menjadi kebanggaan kita, namun memakmurkan masjid menjadi sesuatu yang kita idamkan juga. Masjid indah ini nantinya harus makmur,” tambah Zainal Arifin.

Zainal Arifin berharap, pembangunan Masjid yang berdiri dilokasi berdekatan dengan destinasi wisata PLTD Apung ini cepat rampung sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

“Pelan tapi pasti pembangunan Masjid ini terus berjalan. Kita bersyukur akhirnya granit juga bisa bisa diimpor. Semoga warga yang beribadah nantinya nyaman dan khusyuk,” harap Zainal Arifin.

Laporan dari Ketua Panitia Pembangunan Masjid Subulussalam, Punge Blang Cut, Ir H Jailani Abubakar MSi, Masjid ini didirikan pada tahun 1984 dengan luas 500 Mdan mampu menampung jamaah sekitar 600 orang. Musibah gempa dan tsunami 26 Desember tahun 2014 membuat Masjid ini terkena imbas, dimana tiang-tiang utama mengalami keretakan. Hal ini membuat jamaah tidak lagi merasa nyaman beribadah didalamnya.

Karenanya, panitia bersama seluruh warga sepakat merenovasi total masjid ini. Pembangunannya dimulai lima tahun yang lalu seiring dengan dibukanya destinasi wisata Kapal Apung. “Seiring dibukanya destinasi wisata kapal apung, jamaah masjid ini terus bertambah. Jadi perlu direnovasi total agar lebih luas dan mampu menampung banyak jamaah,” jelas Jailani Abubakar.

Masjid ini terdiri dari Basement, lantai I dan lantai II. Dengan desain yang baru, luas masjid ini sekarang menjadi 1500 M2 dan mampu menampung jamaah hingga 1200 orang. Pembangunan masjid ini sudah menghabiskan biaya Rp.8,5 M yang bersumber dari waqaf dan donatur, Pemprov Aceh dan Pemko Banda Aceh.

“Atas izin Pemko Banda Aceh, kita juga meletakkan kotak amal di lokasi wisata PLTD Apung. Alhamdulillah berhasil mengumpulkan Rp.2,1 M,” ungkapnya. Panitia terus mempercepat pembangunan masjid ini agar dapat digunakan oleh jamaah pada bulan Ramadhan tahun depan.

Check Also

Gayo Alas Art Carnival: Kolaborasi Kopi, Alam, dan Budaya Tanah Gayo

Humas Aceh | 17 Sep 2018 TAKENGON – Menjaga kelestarian budaya dan keasrian alam di …