Banda Aceh | 10/15/2014 |

Banda Aceh [Humas Aceh] – Sekretaris Daerah Aceh, Drs H Dermawan yang mewakili Gubernur Aceh berharap kerjasama antara Aceh dan dengan Pulau Pinang di bidang ekonomi dan budaya dapat ditingkatkan. Hal tersebut disampaikan dalam jamuan makan malam bersama rombongan Yang Dipertua Negeri Pulau Pinang, Tun Dato’ Seri Utama Dr. Hj. Abdul Rahman Abbas di Pendopo Gubernur pada Rabu malam (15/10).
Menurut Sekretaris Daerah Aceh, Aceh dan Pulau Pinang telah lama dipersatuan oleh ikatan keluarga yang sangat erat. Bahkan salah satu raja yang pernah memimpin Aceh, yaitu Sultan Iskandar Thani, adalah pemuda asal Tanah Melayu yang merupakan anak angkat sekaligus menantu dari Sultan Iskandar Muda, sultan Aceh di masa lalu.
“Oleh karena itu sudah sewajarnya hubungan sejarah tersebut dijaga tidak hanya dipertautkan dengan persaudaraan, tapi juga dengan kerjasama di bidang-bidang lainnya seperti di bidang pendidikan, kebudayaan dan ekonomi.
“Seperti contoh di bidang pendidikan, Pemerintah Aceh telah mengirim banyak pelajar untuk belajar di Pulau Pinang, seperti di Universiti Sains Malaysia (USM), sedangkan Pemerintah Malaysia mengirimkan mahasiswanya untuk belajar di UIN Ar-Raniry dan Universitas Syiah Kuala”, kata Drs H Dermawan.
Drs H Dermawan mengajak investor Malaysia khususnya dari Pulau Pinang untuk memperluas kegiatan ekonomi dengan Aceh dengan terbukanya jalur transfortasi langsung antara Aceh dan Pulau Pinang.
“Transportasi lansung antara Pulau Pinang dan Aceh ini membuka jalan bagi rakyat Aceh untuk membangun kerjasama dengan pengusaha Malaysia yang sekaligus mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Aceh, membuka lapangan kerja, dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat”, ujar Drs H Dermawan.
Pemerintah Aceh menurut Sekrataris Daerah akan terus mengembangkan segala potensi yang ada seperti di sektor perkebunan dimana Aceh masih memiliki lahan yang cukup luas untuk pengembangan kebun kepala sawit, karet dan sebagainya. Demikian juga di sektor perikanan, industri, pertambangan dan perdagangan.
Sekrataris Daerah juga memastikan para investor Malaysia agar tidak khawatir dengan kondisi keamanan di Aceh yang pada saat ini sangat kondusif. Bahkan Pemerintah Aceh telah mengembangkan sebuah sistem yang sederhana dan cepat untuk pengurusan izin-izin pengembangan usaha dan investasi di Aceh dengan Sistem pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Dalam kesempatan itu Drs H Dermawan juga berterima kasih kepada Pemerintah Malaysia terutamanya Pulau Pinang yang telah banyak memberi dukungan bagi proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pasca bencana.
Turut hadir dalam jamuan makan malam tersebut istri Gubernur Aceh, Nizah A. Hamid, perwakilan Konsulat Jenderal Malaysia di Medan, para rombongan pengusaha bumiputera Pulau Pinang, dan sejumlah Kepala SKPA.
BIRO ADMINISTRASI PIMPINAN SETDA ACEH Menyampaikan yang Layak Disampaikan