Home / Berita Terbaru / Dyah Erti Pantau Pelaksanaan GEMAS 2 Pada Tujuh Sekolah di Pidie
Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Safrida Yuliani dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin, memantau pelaksanaan Gerakan Masker Sekolah (Gemas) Jilid 2 di SLB Teureubeu, Kabupaten Pidie, Sabtu (23/1/2021).

Dyah Erti Pantau Pelaksanaan GEMAS 2 Pada Tujuh Sekolah di Pidie

SIGLI – Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, memantau pelaksanaan Gerakan Masker Sekolah (Gemas) ke- 2 pada 7 (tujuh) unit Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Pidie, Sabtu (23/1/2021).

Ke tujuh sekolah yang dikunjungi itu adalah, Sekolah Luar Biasa (SLB) Kecamatan Teureubeu, SD Negeri 1 dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 44 di Kecamatan Titeue, SDN 1 Kecamatan Keumala, SD Negeri Tanjong Bungong, MIN 3 dan SD Negeri 3 di Kecamatan Tangse.

Dalam kunjungannya itu, Dyah yang didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh Safrida Yuliani, turut mensosialisasikan tentang penerapan protokol kesehatan atau gerakan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak pada anak didik di lingkungan sekolah, sebagai upaya mencegah penularan Covid-19.

“Kalau mau berangkat ke sekolah harus cuci tangan pakai sabun, pakai maskernya dan jangan lupa jaga jarak dengan teman, supaya tidak ada penularan di sekolah,” kata Dyah.

Wakil Ketua Satgas Covid-19 Aceh itu berpesan kepada seluruh siswa dan siswi yang telah melaksanakan kegiatan belajar secara tatap muka sejak awal Januari tersebut, agar tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes) terutama penggunaan masker untuk mencegah penularan covid-19 di sekolah.

“Kita harus disiplin. Jangan sampai terjadi klaster di sekolah. Di Jakarta malahan sudah mulai PSBB lagi, jangan sampai kita di sini juga demikian, dan sekolah pun kembali tutup dan belajar online,” ujarnya.

Dyah juga mengingatkan kepada seluruh guru di sekolah, supaya terus menerus mensosialisasikan 3M supaya murid atau siswa/siswi di sekolah tidak lupa, bahwa pandemi covid-19 belum selesai, dan penularannya dapat diminimalisir dengan pelaksanaan 3M yang dijalankan secara ketat.

Bukan hanya itu, Bunda PAUD Aceh itu juga mengatakan, selain 3M pemberian asupan makanan bergizi seimbang juga turut menjadi salah satu faktor pendukung dalam mencegah penularan covid-19. Sebab tubuh memerlukan berbagai jenis nutrisi untuk dapat melawan berbagai jenis infeksi bakteri maupun virus.

“Makanan dengan gizi seimbang harus ada, agar anak- anakku ini bisa pintar dan cerdas, karena kalian adalah penerus bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Jamaluddin, mengatakan, Pemerintah Aceh telah menugaskan setiap Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) untuk mensosialisasikan 3M melalui Gemas jilid 2 di setiap sekolah pada 23 kabupaten dan kota se-Aceh demi memutus mata rantai penularan covid-19.

Setidaknya ada 46.911 masker anak yang diserahkan pemerintah Aceh melalui Disbudpar Aceh kepada Pemerintah Kabupaten Pidie. Melalui Gemas, harap Jamal, murid atau siswa/siswi di sekolah bisa lebih memahami dan sadar akan pentingnya disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan atau 3M, baik di sekolah yang sudah mulai memberlakukan belajar secara tatap muka maupun di tempat umum lainya.

“Alhamdulillah untuk Kabupaten Pidie dimonitoring langsung ke sekolah-sekolah oleh Istri Gubernur. Semoga dengan ini anak anak kita ini bisa lebih memahami pentingnya selalu menggunakan masker karena penerapan protokol kesehatan sangat penting dijalankan secara ketat,” kata Jamal.

Peninjauan itu, menerapkan protokol kesehatan yakni, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak guna mencegah penularan covid-19.[]

Check Also

Nova Paparkan Kebijakan Penanganan Covid-19 Aceh dalam Konferensi Internasional Pembaruan Bedah

BANDA ACEH – Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan, kesehatan adalah harta yang paling berharga. Karena …