Home / Informasi Lain / DINUL ISLAM / Kala Ummi tersenyum lepas

Kala Ummi tersenyum lepas

Banda Aceh. 28-01-2015 | Humas Aceh

Wajah teduh Ketua Dekranasda Aceh langsung tersenyum bahagia, kala beliau berada di lantai II Museum Tsunami Aceh. Rasa syukur mendalam juga diungkapkannya melalui ekpresi senyuman tulus kepada para undangan yang hadir diruang Museum nan indah itu.    

Banda Aceh [ Humas Aceh ] – Kehadiran Hj Niazah A Hamid di Museum megah karya arsitek asal Bandung, M Ridwan Kamil itu adalah dalam rangka penyerahan lukisan batik seniman Aceh, Cut Azzeta Rukman kepada Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi untuk selanjutkan dipajangkan di ruang Museum tersebut.

“Kita berharap, museum ini menjadi sarana edukasi reliji,”ujar ummi Niazah, pagi tadi, Rabu (28/1). Niazah didampingi Reza Fahlevi, sembari memperhatikan Jembatan Harapan (Hope Bridge) yang menakjubkan di lantai dasar. Ya, ada 52 bendera mancanegara disana,tergantung dengan tulisan “damai” dalam berbagai bahasa. Juga terdapat jam besar yang mati saat waktu menunjukkan pukul 8.17 menit. Tidak hanya itu saja, dalam gedung juga terdapat “Ruang Penentuan Nasib (Fighting Room) atau sering disebut juga The Light of God. Ruangan ini berbentuk seperti cerobong semi-gelap dengan tulisan Allah dibagian puncaknya, sebagai refleksiperjuangan para korban tsunami, yang terus berjuang seraya mengharapkan belas kasih dari Yang Maha Menolong, Allah a’za Wajalla.

Ta jaga beuget, ta jaga beugleh tempat nyoe,” pesan Niazah kepada Kadisbudpar Aceh, Reza Fahlevi. Ya, area di gedung ini memang mengingatkan kembali musibah ‘megaquakes’ dan gelombang tsunami 26 Januari 2004 lalu, yang melanda Banda Aceh dan sekitarnya. Tentu, ruang-ruangnya mengandung nilai religi, cerminan dari Hablumminallah (konsep hubungan manusia dan Allah).

Naik ke lantai tiga, disana terdapat bermacam-macam sarana pengetahuan gempa dan tsunami berbasis iptek. Diantaranya, simulasi gempa yang bisa disetel skala richtel-nya. Bangunan monumental berlantai 4 dan berbentuk epicenter gelombang laut itu berdiri megah di jantong kota Banda Aceh. Diresmikan oleh Presiden SBY pada tahun 2009 lalu dan kini telah menjadi onjek yang banyak dikunjungi wisatawan.

Pesan Niazah A Hamid dan menjadi harapan kita semua adalah, keberadaan icon pariwisata Tsunami ini selain menjadi simbol kekuatan, kebangkitan dan kesabaran masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana Tsunami, juga menjadi medium dalam mengingat kebesaran-NYA. Bahwa, sabar dan syukur harus menjadi dua hal yang terpatri dalam sanubari kita. “Apakah manusia mengira setelah mereka mengikrarkan dirinya bahwa dia beriman, lantas mereka dibiarkan tidak diuji ? Sungguh, orang-orang yang terdahulu pun telah Kami uji. yang dengan ujian ini, maka akan teranglah siapa yang jujur dalam pengakuan imannya, dan siapakah yang dusta.” [Q.S. Al Ankabut: 2-3]. Dalam surat Al-Baqarah Allah juga berfirman, “Allah tidak akan membebani seorang anak manusia di luar batas kemampuannya.

Check Also

Kasus Baru 145 Orang, Pemulihan Long Covid Otoritas Dokter Ahli

Banda Aceh—Kasus konfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh bertambah 145 orang. Pasien sembuh …