Home / Berita Terkini / Korban konflik dan Tsunami Aceh ikuti pelatihan life skill

Korban konflik dan Tsunami Aceh ikuti pelatihan life skill

Banda Aceh | 20-1-2015 | Humas Aceh Banda Aceh – Ketua penasehat Lembaga Putroe Aceh, Hj Niazah A Hamid, membuka dan menutup secara resmi ‘Pelatihan life skill Kejuruan Menjahit dan Teknik Bordir untuk Korban Konflik dan Tsunami Aceh. Kegiatan yang diikuti oleh 80 peserta ini digelar di Aula Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Banda Aceh, Senin (20/1/2015).

Dalam sambutan singkatnya, Niazah A Hamid menjelaskan, Lembaga Putroe Aceh bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh dan BLKI Banda Aceh memfasilitasi sebanyak 80 orang peserta untuk mengikuti pelatihan tersebut.

“Program pelatihan ini diwujudkan sebagai sebuah tindakan nyata dari visi dan misi Pemerintah Aceh, dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia Aceh,” terang Istri Gubernur Aceh itu.

Niazah juga menjelaskan, setidaknya ada tiga poin penting yang ingin dicapai dalam pelatihan keterampilan yang diselenggarakan dalam dua gelombang itu;

1. Meningkatkan taraf hidup masyarakat, terutama kelompok perempuan di daerah pedalaman atau terpencil,
2. Memberi persamaan hak dasar kepada  masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan pengembangan diri,
3. Memberi pengetahuan dan keterampilan perempuan Aceh agar mampu bersaing dan mampu mengurangi tingkat pengangguran yang ada di kabuppaten/kota se-Aceh.

“Dengan mengikuti program non-degree ini diharapkan agar kelompok perempuan mampu mengambil peran dalam rangka mengurangi angka kemiskinan di daerah yang kita cintai ini.”

Sebagaimana diketahui, berbagai program telah diluncurkan oleh Pemerintah Aceh di bawah kendali dr Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf. Program-program tersebut bertujuan untuk menekan angka kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran.

“Salah satunya adalah dengan membekali pendidikan keterampilan kepada putra dan putri Aceh. Pendidikan keterampilan merupakan salah satu cara alternatif dalam rangka menjawab persoalan yang ada ditengah masyarakat saat ini.”

Niazah berharap, dengan program pendidikan keterampilan ini diharapkan mampu menghasilkan sumber daya siap pakai yang nantinya mampu menghadapi persaingan global. “Program pelatihan keterampilan ini menjadi andalan masyarakat di daerah lain untuk membangun keberhasilan dengan sistem kerja berbasis keterampilan.

Pendidikan menjahit dan bordir yang diikuti oleh 80 orang peserta ini terbagi dalam dua gelombang. Masing-masing gelombang terdiri atas 40 orang. Para peserta dari gelombang pertama yang telah dimulai sejak tanggal 21 Desember 2014-19 Januari 2015, hari ini mengakhiri segala proses pendidikan. Berdasarkan hasil uji kompetensi, seluruh peserta gelombang pertama dinyatakan kompeten.

Para peserta yang dinyataka kompeten nantinya akan mendapatkan bantuan modal usaha dan sebuahmesin jahit. Sedangkan 40 orang peserta dari gelombang kedua akan mengikuti pelatihan yang sama hingga pertengahan Februari tahun ini.

Sementara itu, Nurhabibah, salah seorang peserta yang didaulat untuk menyampaikan kesan dan pesan selama pelatihan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah memberikan pendidikan keterampilan serta modal usaha.

“Dengan keterampilan ini kami akan mampu membantu perekonomian keluarga. Untuk itu kami meminta kepada Umi (sapaan akrab Niazah A Hamid-red) dan Bapak dari BLKI, agar ketika kami telah kembali ke rumah masing-masing, BLK tetap membimbing dan memantau kegiatan kami.”

Check Also

( Video ) Dana Desa Harus Menyentuh Kelompok Rentan