Home / Berita Terbaru / Mellani Serahkan Sertifikat Tanah Bagi Pengrajin Binaan Dekranasda Kabupaten Pidie
Wakil Ketua Harian Dekranasda Aceh, Mellani Subarni didampingi Pj. Ketua Dekranasda Pidie, Suhaidah Sulaiman dan Kepala Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Pidie, Zulkhaidir, menyerahkan Sertifikat Tanah untuk Pengrajin Binaan Dekranasda Pidie pada acara pelatihan peningkatan diversifikasi produk anyaman di Aula Pendopo Bupati Pidie, Selasa, (22/11/2022).

Mellani Serahkan Sertifikat Tanah Bagi Pengrajin Binaan Dekranasda Kabupaten Pidie

Sigli – Wakil Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Aceh, Mellani Subarni, secara simbolis menyerahkan sertifikat tanah untuk para pengrajin Binaan Dekranasda Kabupaten Pidie, pada pembukaan pelatihan peningkatan diversifikasi produk anyaman, di Aula Pendopo Bupati Pidie, Selasa, (22/11/2022).

Turut mendampingi dan menyaksikan penyerahan sertifikat tanah dari Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Pidie tersebut, Pj. Ketua Dekranasda Kabupaten Pidie Suhaidah Sulaiman, Kepala Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Pidie, Zulkhaidir beserta istri yang juga merangkap sebagai Ketua IKAWATI Kantor Pertanahan ATR/BPN Pidie Ny. Erlita Zulkhaidir.

“Terima kasih kepada Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Pidie yang telah membantu para perajin di Pidie melalui Program Lintas Sektor UMKM. Semoga sertifikat tersebut memberikan manfaat bagi peningkatan usaha bapak-ibu di masa mendatang,” kata Mellani.

Mellani mengatakan, melalui pemberian sertifikat dan fasilitas tersebut membuktikan bahwa pemerintah sangat konsen terhadap pemberdayaan UMKM, dan itu menjadi salah satu agenda Indonesia Maju yang dicetuskan Presiden RI.

Ia menerangkan, industri kerajinan menjadi salah satu dari 16 bidang industri kreatif yang mempunyai potensial dan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, industri kerajinan menjadi salah produk ekonomi yang harus terus dikembangkan.

“Produk kerajinan karya anak bangsa, seperti anyaman, tikar, bordir, ukiran, dan lain-lain, saat ini telah dipasarkan ke lebih dari 180 negara, dengan negara tujuan utama ekspor antara lain Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Jerman, Australia, Perancis dan Belanda,” sebutnya.

Mengingat tingginya minat pasar internasional terhadap produk industri kerajinan Indonesia, hal itu menjadi kesempatan besar bagi produk kerajinan di Aceh untuk masuk pasar yang lebih luas, dengan memperhatikan desain, kualitas dan harga yang bersaing. Salah satunya, produk anyaman pandan dari Kabupaten Pidie yang memiliki keunikan, baik dari segi motif, desain, maupun dari cara pengerjaannya.

“Tapi produk anyaman pada Pidie saat ini masih terbatas sebagai perlengkapan alas duduk seperti tikar, belum terciptanya keragaman produk. Keterbatasan jenis produk membuat pemasaran produk anyaman jadi sangat terbatas,” ujarnya.

Karena itulah, Dekranasda Aceh menginisiasi pelatihan ini, guna mengembangkan potensi produk anyaman pandan menjadi aneka produk kerajinan. Untuk itu, para perajin perlu mempelajari desain terbaru dan teknik pengerjaan yang lebih baik, agar mutu barang meningkat dan produk anyaman lebih diminati konsumen.

Sementara itu, Pj. Ketua Dekranasda Kabupaten Pidie Suhaidah Sulaiman, mengaku siap bekerja untuk mengambangkan ragam produk kerajinan Pidie yang memiliki potensi besar untuk di kembangkan salah satunya anyaman tikar.

“Kami akan lari memajukan semua potensi itu, tentunya dengan bimbingan semua pihak dan pemangku kepentingan, kami tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dan bimbingan seluruh pihak,” pungkasnya.

Check Also

Pemerintah Aceh Raih Anugerah Meritokrasi 2022

JAKARTA – Pemerintah Aceh mendapatkan penghargaan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), atas capaiannya yang …