Home / Berita Terkini / Niazah A Hamid: PAUD Harus dikembangkan hingga ke Pelosok Gampong

Niazah A Hamid: PAUD Harus dikembangkan hingga ke Pelosok Gampong

Banda Aceh, 25/03/2015 | Humas Aceh

Pemerintah Aceh terus mendorong agar program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bisa dilaksanakan secara merata di seluruh wilayah Aceh sehingga semua anak berkesempatan mendapatkan pembelajaran untuk mengasah dirinya sejak dini. Menurut Bunda PAUD Aceh, Hj Niazah A Hamid, pendidikan Anak Usia Dini harus dikembangkan di seluruh Aceh hingga ke pelosok gampong.

 

Niazah juga mengatakan, jenjang pendidikan pra sekolah merupakan tahapan pembinaan bagi anak-anak di bawah usia enam tahun. Program PAUD, lanjutnya lagi, merupakan cara belajar melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan memasuki pendidikan formal. “maka selayaknya kita melakukan refleksi dan evaluasi terhadap pelaksanaan PAUD di berbagai daerah,”ujar Niazah A Hamid, di Meuligoe Aceh Jaya, Rabu, (25/3).

Apalagi, kata Niazah, program PAUD ini sudah berjalan hampir 7  tahun di Aceh. Ditambahkannya, tujuan evaluasi tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas PAUD agar sistem pembelajarannya benar-benar tepat sasaran.

Dihadapan Wakil Bupati Aceh Jaya Teuku Maulidin, Sekda dan pengurus PAUD Aceh Jaya serta para kepala SKPK Aceh Jaya, Niazah A Hamid menuturkan bahwa kunjungan silaturrahmi pengurus PAUD Aceh ke Calang adalah untuk berdiskusi sekaligus mengevaluasi pencapaian kinerja program PAUD di Kabupaten Aceh Jaya. “Sehingga, ada masukan dari berbagai stakeholder sebagai bahan pertimbangan bagi kita guna mendukung kemajuan PAUD di wilayah ini,”terang Niazah, yang turut didampingi Ketua DWP Aceh.

Untuk evaluasi, ungkap Dewan Pembina Dekranasda Aceh itu, ada beberapa hal yang  perlu di-identifikasi bersama, antara lain; kondisi atau sistem yang dapat meningkatkan pembelajaran dan perkembangan anak. Selain itu juga menyangkut metode yang tepat dan upaya mengakses pencapaian akademik untuk memantau anak secara individu. Hasil evaluasi ini nantinya akan kita jadikan sebagai rujukan  untuk  pengembangan PAUD Aceh di masa depan.

“Dukungan dan informasi dari Bunda PAUD Aceh Jaya serta para Bunda PAUD tingkat Kecamatan di seluruh Aceh Jaya sangatlah dibutuhkan,”pungkasnya. Masukan tersebut, kata ummi Niazah, nantinya menjadi pijakan untuk mendorong agar program PAUD di Aceh berjalan lebih terarah dan  berkualitas.

Sementara, Wakil Bupati Aceh Jaya Teuku Maulidin mengatakan, Aceh Jaya saat ini memiliki 248 PAUD dengan jumlah peserta didik sebanyak 4.401 anak. Pihaknya, bertekad akan membangun 1 PAUD per desa. “ini target kami, dan terus kami kembangkan hingga nantinya Aceh Jaya bisa membangun 1 PAUD di setiap dusun,” kata Maulidin, sembari meminta dukungan dan bantuan dari Bunda PAUD Aceh untuk bisa merealisasikan harapan tersebut.

Dalam kunjungannya ke Aceh Jaya, Niazah juga turut menyerahkan dana masing-masing Rp. 30 juta/PAUD dan sejumlah alat permainan edukasi anak untuk 40 lembaga PAUD yang ada Aceh Jaya. Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Bunda PAUD Aceh Jaya, Fitri Mayalisa, dalam seremonial yang digelar di Meuligoe Bupati Aceh Jaya. Selain itu, Niazah yang juga istri Gubernur Aceh Zaini Abdullah, menyempatkan diri meninjau PAUD Cahaya Nanggroe Sabee, Aceh Jaya.

Check Also

Nova: Kehadiran KIA Harus Jamin Keterbukaan Informasi Publik

Banda Aceh – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mengharapkan kehadiran Komisi Informasi Aceh (KIA) …