Home / Berita Terbaru / Pemerintah Aceh Jamu Makan Malam Rombongan Persatuan Sejarah Brunei
Istri Wakil Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati menyerahkan cinderamata kepada Ketua Persatuan Sejarah Brunei, Hasbol Bin Haji Mail saat menjamu makan malam di Pendopo Wakil Gubernur, Selasa malam 16 Januari 2017.

Pemerintah Aceh Jamu Makan Malam Rombongan Persatuan Sejarah Brunei

Humas Aceh | 18 Januari 2018

Banda Aceh – Pemerintah Aceh menjamu makan malam rombongan persatuan sejarah Brunei Darussalam di Pendopo Wakil Gubernur, Selasa 16 Januari 2018, malam.

Istri Wakil Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati menyerahkan cinderamata kepada Ketua Persatuan Sejarah Brunei, Hasbol Bin Haji Mail saat menjamu makan malam di Pendopo Wakil Gubernur, Selasa malam 16 Januari 2017.

Rombongan yang dipimpin Ketua Persatuan Sejarah Brunei, Hasbol Bin Haji Mail itu disambut Asisten I Pemerintah Aceh Iskandar A Gani, Istri Wakil Gubernur Aceh Dyah Erti Idawati, Kadis Syariat Islam Dr. Munawar A. Jalil, MA, serta sejumlah pejabat lainnya.

Dalam sambutan Wakil Gubernur yang dibacakan Dyah Erti Idawati menyebutkan, kunjungan tersebut merupakan kehormatan bagi Aceh mengingat betapa dekatnya hubungan antara Pemerintah Brunei Darussalam dan Pemerintah Indonesia.

“Kita tidak

hanya disatukan oleh ikatan persaudaraan sebagai sesama

anggota ASEAN, tapi juga terajut dalam hubungan

persaudaraan sebagai umat Islam . Semoga ikatan

persaudaraan ini dapat terus kita perkuat demi kesuksesan

dan kejayaan Islam di bumi Melayu,” ujar Dyah.

Dalam sambutan tersebut, Dyah menjelaskan bahwa perkembangan Islam

di Aceh termasuk yang tertua di Asia tenggara, yaitu pada abad ke-9.

Setelah itu muncul Kerajaan Samudera Pasai yang menjadi pusat

pengkaderan tokoh-tokoh Islam untuk menjalankan tugas

menyebarkan syiar dan dakwah Islam di seluruh nusantara.

“Kemudian, kesultanan-kesultanan Islam di seluruh

Nusantara terus berdiri, termasuk Kesultanan Brunei

Darussalam, dan kesemuanya memiliki hubungan yang baik

dengan kerajaan Samudera Pasai,” ujarnya.

Dyah melanjutkan, sama dengan Aceh, Brunei Darussalam juga merupakan

wilayah yang sampai sekarang konsisten menerapkan Syariat

Islam.

Menurutnya, tidak heran jika sejumlah Qanun yang berlaku di Aceh

dan Brunei Darussalam memiliki kemiripan, dan sama-sama

merujuk kepada Al-Quran dan Hadits.

“Inilah diantaranya yang menjadi latar belakang Pemerintah

Aceh melahirkan program ‘Aceh Meuadab,’ yaitu Mengembalikan

khittah Aceh sebagai Serambi Mekkah melalui implementasi

nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dyah.

Dyah juga mengatakan, masyarakat Aceh berterima kasih atas kunjungan rombongan Brunei ke situs-situs sejarah yang ada

di Aceh, seperti Masjid Raya Baituturrahman, Makam Sultan

Iskandar Muda, Taman Putro Phang dan Gunongan.

Dyah berharap, rombongan tersebut dapat menikmati suasana yang nyaman selama

berada di Aceh dan dapat mengenal lebih dalam mengenai

budaya dan sejarah Islam yang ada di daerah ini.

Check Also

Pemerintah Aceh Luncurkan Dashboard Peta Aksi dan Partisipasi Masyarakat untuk Penanggulangan Bencana

Banda Aceh – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, secara resmi meluncurkan Dashboard Peta Aksi …