Banda Aceh, 10/13/2014 | Humas Aceh
Jacksen bersedia memenuhi keinginan manajemen Arema untuk menukangi Singo Edan bila Aremania bisa mengubah sikap.
Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago mengaku trauma dengan sikap kelompok suporter Arema Cronus, Aremania. Hal itu diungkapkan Jacksen ketika disinggung mengenai keinginan manajemen Arema menjadikannya sebagai pelatih Singo Edan di masa mendatang.
Dikonfirmasi mengenai keinginan itu, Jacksen menyatakan, hingga saat ini ia masih ingat dengan spanduk Aremania yang telah menyinggung perasaannya. Kendati demikian, ia siap menerima dengan tangan terbuka keinginan manajemen, namun jika Aremania sudah bisa mengubah sikap.
“Semoga tidak ada lagi spanduk ‘Jacksen Banci’ seperti musim lalu. Kalau tidak ada spanduk itu lagi, saya bisa datang ke Arema. Mereka [Aremania] tentu tidak inginkan saya. Tapi kita respek pada keinginan [manajemen] tadi. Hanya saja, kondisi di lapangan kontradiktif,” ucap Jacksen.
Manajer umum Arema Rudi Widodo mengungkapkan sebelumnya, ada ketertarikan untuk menjadikan Jacksen sebagai arsitek tim di masa mendatang. Hanya saja, itu baru sebatas wacana.
Menurut Rudi, ia sangat mengagumi sosok Jacksen, dan juga ingin bekerja sama dengan Jacksen suatu saat nanti di Arema, tanpa menyebutkan kapan tepatnya.
“Secara Pribadi saya sangat mengagumi sosok Jacksen Tiago. Tanpa mengurangi rasa hormat saya pada pelatih Arema saat ini [Suharno], jujur saya ingin suatu saat nanti bekerja sama dengan coach Jackson, tapi saya tidak tahu kapan,” kata Rudi.
Sumber : Goal.com