JEDDAH [Humas Aceh] — Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) Saudi membantah membuka penerbangan langsung dari Israel ke Palestina. Hal tersebut sebagai bantahan berita surat kabar Israel yang menyebut jamaah haji untuk pertama kalinya bisa melakukan penerbangan langsung dari Israel ke Saudi.
Juru bicara GACA Khaled Al-Khaibari, dilansir dari Arab News, Selasa (9/9) mengatakan, tidak ada penerbangan langsung dari Pendudukan Palestina di Israel menuju Saudi. Khususnya untuk membawa jamaah haji dari wilayah-wilayah pendudukan Israel.
Ia menjelaskan, para peziarah akan diangkut dari bandara Mesir atau Jordania. Selain itu, ada rute lainnya yaitu melakukan perjalanan menuju Tanah Suci melalui jalur darat dari Yordania.
Al-Khaibari mengeluarkan penolakan tegas setelah informasi penerbangan langsung antara Israel dan Arab diberlakukan untuk pertama kalinya.
Sebelumnya, Ma’an News Agency melaporkan, pemilik dari Perusahaan Penerbangan Milad, Ibrahim Milad mengatakan, penerbangan menuju Kerajaan Saudi akan dilakukan dari Bandara Ben Gurion ke Amman, Yordania, kemudian akan dilanjutkan ke Jeddah, Arab Saudi.
“Kami telah menghubungi otoritas penerbangan sipil Israel dan Yordania. Sekarang, kami telah memperoleh izin yang diperlukan untuk melakukan penerbangan jamaah haji tahun ini,” ujar Ibrahim Milad./Republika.co.id