Home / Berita Terkini / Cendana Aceh Pikat Investor Dubai
Plt. Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, T. Ahmad Dadek menerima Investor dari Dubai PT. Eby Essentials Indonesia yang akan berinvestasi bidang kayu cendana di Aceh, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Jumat, (22/11/2019).

Cendana Aceh Pikat Investor Dubai

Banda Aceh – Petro Gold International LCC, perusahaan berbasis di Dubai Uni Emirat Arab, menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi dalam pengolahan produk berbahan kayu cendana, di Aceh. Ketertarikan itu mereka sampaikan langsung saat mengantarkan proposal permohonan izin konsesi hutan kepada pemerintah Aceh, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Jumat 22/11.

Rombongan Petro Gold International LCC yang dipimpin oleh Managing Direktor J.P Goenka, diterima langsung Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Asisten Sekda Ahmad Dadek, para kepala SKPA terkait, Kepala Bank Indonesia Wilayah Aceh dan Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh.

Goenka mengatakan, untuk mengurus perizinan investasi di Indonesia, pihaknya membentuk perusahaan yaitu PT. Eby Essential Indonesia (PT.ESI). Jika jadi berproduksi di Aceh, perusahaan ini kata Goenka, akan menggandeng petani lokal serta koperasi di kawasan operasi.

Plt Gubernur menyambut baik rencana itu. Ia berharap apa yang diinginkan Goenka tidak terhenti pada wacana. “Apresiasi saya pada forum ini. Perlu saya sampaikan, kita akan membuka diri. Sesuai arahan presiden, berikan karpet merah bagi calon investor,” kata Nova.

Nova mengarahkan dinas terkait untuk memfollow-up rencana itu. Apalagi PT.ESI menawarkan skema yang saling menguntungkan.

Mr. Goenka malalui penerjemahnya mengatakan, pihaknya akan memetakan beberapa lokasi dengan sebaran cendana merata di Aceh. Sedikitnya ada 7 kawasan, yaitu Pidie, Pidie Jaya, Aceh Besar, Sabang, Aceh Jaya, Aceh Barat Daya dan Aceh Selatan yang punya potensi sebaran kayu cendana.

Pihaknya kata Goenka, akan memberikan ilmu bagi petani lokal terkait tata cara pembibitan, pengolahan hingga proses panen yang baik. Skema yang akan ditawarkan perusahaan mereka adalah penanaman kembali 5 batang cendana dari setiap batang cendana yang dipotong.

“Nantinya kita juga akan mendukung dengan teknologi baru,” kata Goenka. Lewat Teknologi yang ditawarkan, cendana yang ditanam akan melewati tahapan panen yang lumayan singkat. Jika biasa cendana butuh waktu panen hingga 25 tahun, Goenka menjamin dengan teknologi dari Jerman itu, cendana bisa dipanen dalam tempo 12 tahun saja.

Untuk investasi awal, PT. ESI memperkirakan investasi senilai 1,6 Juta U$. Sekitar 400 tenaga kerja diperkirakan akan tertampung dalam investasi itu.

“Hasil produksi akan diekspor 100 persen. Pasarnya ke luar negeri,” kata Goenka. Goenka menyebutkan, kolega perusahaan mereka telah tersebar ke seluruh dunia, dan dari 25 tahun pengalaman di bidang cendana mereka telah membuka pabrik di Tanzania, Burundi dan Ethiopia.

Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Safuadi menawarkan skema kawasan berikat pada PT. ESI. Dengan demikian, banyak keuntungan yang akan didapat oleh perusahaan. Namun demikian, kata dia, ada proses yang harus dilalui dalam Kawasan Enolat. Di mana, sejak SK izin berikat dikeluarkan, setidaknya dalam 2 tahun proses ekspor harus dilakukan.

“Kalau tidak ada proses ekspor, izin kawasan berikat akan kami cabut,” kata Safuadi. []

Check Also

Kantor Camat Kluet Timur Layak Jadi Contoh Sukses BEREH

Aceh Selatan – Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah M. Kes., menyebutkan Kantor Camat Kluet Timur …