Home / Berita Terbaru / Darwati Serahkan Santunan untuk Yatim di Takengon
Ketua Penggerak PKK Aceh, Darwati A Gani menyerahkan santunan untuk puluhan anak yatim dari Yayasan Kasih Sayang pada kegiatan reunian bertajuk 'Camping Religi' di Kota Takengon, Minggu, 18/03/2018. Bantuan sosial itu diberikan Darwati bersama rekan sealmamater di Kampus PDPK Unsyiah, angkatan tahun 1991.

Darwati Serahkan Santunan untuk Yatim di Takengon

Humas Aceh | 19 Maret 2018
Takengon — Darwati A. Gani, menyerahkan santunan untuk puluhan anak yatim dari Yayasan Kasih Sayang, di Kota Takengon, Minggu 18/03/2018. Bantuan sosial itu diberikan Darwati atas inisiasi istri pimpinan Aceh itu bersama rekan sealmamater di Kampus PDPK Unsyiah, angkatan tahun 1991.

Ketua Penggerak PKK Aceh, Darwati A Gani menyerahkan santunan untuk puluhan anak yatim dari Yayasan Kasih Sayang pada kegiatan reunian bertajuk ‘Camping Religi’ di Kota Takengon, Minggu, 18/03/2018. Bantuan sosial itu diberikan Darwati bersama rekan sealmamater di Kampus PDPK Unsyiah, angkatan tahun 1991.

Di sela kegiatan reunian bertajuk ‘Camping Religi’, Darwati menyerahkan santunan dalam nuansa mengharukan. Ia menyalami dan memeluk satu per satu yatim. Selain santunan, ia juga menyerahkan bingkisan serta menggelangkan Kerawang Gayo Lues di lengan setiap anak.

“Yang paling istimewa tentunya adalah kehadiran kalian bersama di sini. Jangan bersedih, kita bersama di sini. Ini bukti cinta kami,” kata Darwati.
Salah satu perwakilan Yayasan Kasih Sayang, Dika, berterima kasih atas kepedulian Bunda Paud Aceh itu. “Terima kasih telah melibatkan kami dalam kegiatan ini. Moment ini tidak akan pernah kami lupakan,” kata Dika.
Darwati A. Gani bersama para rekan menggelar camping religi. Di mana, kegiatan itu ikut melibatkan para pimpinan daerah dari Gayo Lues, Bener Meriah dan Aceh Tengah. Selain itu ikut pula para anggota PKK dan DWP baik dari Provinsi dan tiga kabupaten di Gayo tersebut.
Camping berlangsung di Ujung Nunang, sebuah perbukitan seluas dua hektare yang berjarak setengah jam dari Kota Takengon. Bukit kecil itu menjorok langsung ke Danau Lut Tawar yang tenang tanpa riak.
Dari atas bukit, 60 tenda tersusun melingkar. Di tengahnya, setumpuk kayu disusun. Malamnya kayu itu dibakar sebagai alat penghangat.

Bagi Darwati, camping tersebut bukan camping biasa. Serangkaian acara yang disusun panitia benar-benar menjadi ajang refleksi. Baru tiba pada Sabtu sore (17/03), para peserta langsung disuguhi seminar. Usai itu, salat berjamaah dan tausiah. Di tengah malam ada tahajud. Di akhir acara, seluruh peserta yang berjumlah seratusan lebih peserta membersihkan lokasi acara.

“Bagi saya ini bukan hanya camping biasa,” kata Darwati. “Kita ingin mengubah camping yang ditafsirkan sebagai kegiatan hura-hura dengan menggelar acara yang isinya banyak yang bersifat positif.”

Check Also

Gubernur Aceh: Islam Larang Keras Monopoli

BANDA ACEH – Islam sangat melarang adanya praktik-praktik ekonomi yang tidak sehat, tidak kompetitif, termasuk …