Home / Berita Terkini / Dyah Erti: Kasab Jangan Hanya untuk Produk Adat

Dyah Erti: Kasab Jangan Hanya untuk Produk Adat

Humas Aceh | 21 Juli 2019

Teunom – Wakil Ketua Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati meminta perajin sulaman benang emas atau kasab untuk memproduksi kerajinan yang tidak terpaku pada produk adat semata. Jika diproduksi dengan desain modern dan elegan, kasab diyakini akan menjadi produk yang punya peminat yang banyak serta punya nilai jual tinggi. 

“Produk kerajinan ini tidak bisa bertahan jika tidak ada inovasi,” kata Dyah saat mengunjungi Desa Kerajinan Kasab di Gampong Panton, Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya, Sabtu 20/07.

“Pastinya lebih menarik jika desain menarik dan kualitas produknya baik. Perpaduan warna benang dan inovasi desain harus kekinian,” kata Dyah.

Perajin Gampong Panton di bawah binaan Dekranasda Aceh Jaya langsung menjawab tantangan Dyah. Saat kedatangan Dyah, mereka langsung melaunching beberapa produk baru perpaduan kasab dengan barang lainnya: ada tas, dompet hingga baju.

“Ada beberapa motif baru yang kami perkenalkan. Motif di model ini pembuatannya dilatih oleh Dekranasda Aceh,” kata Ketua Dekranasda Kabupaten Aceh Jaya, Ernani Wijaya. Dari beberapa model produk, ada satu yang menarik, yaitu kombinasi kain songket Lamno dan kasab Teunom.

Dyah Erti memuji kualitas kasab Gampong Panton. “Alhamdulillah banya,k kemajuan. Kualitas sulaman berbeda dengan tahun kemarin,” kata Dyah.

Kerapatan dari sulaman benang menurut Dyah sudah sangat rapi. Inovasi produk pun juga lebih banyak. Namun demikian, ia meminta agar desain-desain minimalis dipertimbangkan untuk diproduksi. “Masyarakat moderen sekarang suka yang minimalis. Jangan rame kali warnanya.”

Jika diproduksi dengan bagus dan volume yang banyak, kasab asal Panton diyakini akan membawa income yang tinggi bagi masyarakat. “Harapan kami desa ini jadi desa kerajinan terbaik,” kata Dyah meminta Dekranasda Aceh Jaya untuk terus membina Gampong Panton.

Sementara itu, Ernani Wijaya, mengatakan Desa Panton merupakan desa kerajinan berprestasi. Dua tahun berulang Desa Panton menjadi terbaik kedua desa kerajinan se Aceh. “Tahun ini tahun ketiga Desa Panton ikut mewakili Aceh Jaya,” kata Ernani.

Kasab, kata Ernani, merupakan kerajinan rakyat yang mulai langka. Padahal kasab punya potensi ekonomi kerakyatan yang tinggi. Karena itu, pihaknya terus melatih kader Dekranasda di Aceh Jaya, sehingga regenerasi pembuat kasab tetap terjaga.

Check Also

[Video] Dyah Erti Mendidik Anak harus Ikuti Perkembangan Zaman