Home / Berita Terkini / Gubernur Berharap Para Kafilah Persembahkan yang Terbaik untuk Aceh

Gubernur Berharap Para Kafilah Persembahkan yang Terbaik untuk Aceh

Humas Aceh | 28 Juli 2016

Banda Aceh – Panitia seleksi telah melakukan berbagai proses untuk mendapatkan Kafilah terbaik yang diberangkatkan ke Mataram, Nusa Tengara Barat, untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an atau MTQ Nasional ke-26. Proses seleksi dimulai dengan melihat kembali hasil MTQ Provinsi yang diperkuat dengan seleksi khusus oleh Dinas Syariat Islam. Oleh karena itu, Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah berharap para Kafilah akan memberikan hasil terbaik.

Hal tersebut disampaikan oleh pria yang akran disapa Doto Zaini itu, saat melepas secara resmi tim Kafilah Aceh yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an atau MTQ Nasional ke 26 di Mataram. Prosesi pelepasan para kafilah dipusatkan di Restoran Meuligoe Gubernur, Rabu (27/7/2016) malam.

“Setelah melalui beberapa tahap seleksi, akhirnya terpilih sekitar 41 orang yang dianggap terbaik. Saudara-saudari yang akan berangkat hari ini adalah orang-orang yang terbaik. Karena itu kami berharap semua yang terpilih ini mampu mengharumkan nama Aceh di pentas nasional. Saya dan seluruh rakyat Aceh tentu berharap Kafilah Aceh yang mengikuti MTQ ini mampu meraih prestasi gemilang,” ujar Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, Doto Zaini juga menyatakan, bahwa prestasi kafilah Aceh dalam beberapa MTQ nasional, belum terlalu memuaskan. Untuk diketahui bersama, pada MTQ Nasional ke-25 di Kepulauan Riau, kafilah Aceh hanya menempati peringkat kesembilan. Prestasi itu sedikit lebih baik dibanding MTQ Nasional ke-24 di Ambon pada tahun 2012, di mana Aceh hanya menempati urutan ke-11.

“Karena itu, berbagai upaya terus kita lakukan demi pencapaian yang lebih baik. Dalam kaitan ini saya telah memerintahkan Dinas Syariat Islam dan jajaran terkait lainnya untuk melakukan seleksi ketat dan memberi pembinaan terbaik kepada qari dan qariah Aceh yang akan mengikuti MTQ Nasional tahun ini. Harapan saya, Kafilah Aceh mampu meraih prestasi yang jauh lebih baik dari dua tahun lalu,” harap Gubernur.

Pesan Gubernur untuk Para Kafilah.

Untuk mendukung pencapaian target yang diharapkan, dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan beberapa pesan kepada para Kafilah Aceh, diantaranya menyarankan para kafilah untuk senantiasa menjaga kesehatan dan stamina agar dapat tampil prima saat di mimbar nantinya.

“Sebagai utusan Aceh, Saudara Saudari merupakan duta terbaik dari daerah kita dalam bidang masing-masing. Namun saya ingatkan lagi, bahwa kejuaraan ini bersifat nasional, maka persaingan yang dihadapi pasti semakin ketat. Karena itu teruslah berupaya keras dan perkuat semangat diri agar mampu memberikan yang terbaik,” kata Doto Zaini.

Gubernur juga berpesan agar para kafilah selalu menjaga sikap dan perbuatan, sehingga selama berinteraksi dengan peserta dan masyarakat dari daerah lain, dengan demikian maka masyarakat luar Aceh akan mengenal budaya dan sifat masyarakat Aceh yang sesungguhnya.

“Kami akan berupaya memberikan penghargaan khusus bagi siapapun yang meraih prestasi terbaik di ajang nasional ini. Saya juga mendorong agar Qari dan Qariah Aceh dapat mengikuti kejuaraan di tingkat internasional, sehingga nama Aceh akan lebih dikenal pada tingkat internasional,” sambung Doto Zaini.

Gubernur juga memerintahkan seluruh anggota tim pendamping selalu melakukan pengecekan dan memperhatikan segala kebutuhan para kafilah Aceh, agar masing-masing kafilah fokus saat mengikuti Musabaqah.

“Saya meminta kepada tim pendamping agar benar-benar memperhatikan semua kebutuhan para kafilah, baik moril maupun materil agar mereka dapat fokus saat mengikuti musabaqah di masing-masing cabang dengan kemampuan terbaik,” pungkas Gubernur Aceh.

Persiapkan Mental, para Kafilah Didampingi Motivator.

Sementara itu, Kepala Dinas Syari’at Islam Aceh, Prof Syahrizal Abbas menjelaskan, bahwa selain mendatangkan pelatih-pelatih handal, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Aceh juga turut memberikan pendampingan motivator kepada para kafilah Aceh selama mengikuti pemusatan latihan hingga saat mengikuti MTQ di Mataram.

“Pengalaman selama ini, saat latihan para Kafilah kita sangat bagus dan siap. Namun saat tampil, banyak kafilah kita demam panggung. Oleh karena itu, kami berinisiatif menyertakan pendampingan dari motivator, untuk membantu kesiapan mental para kafilah, baik saat pemusatan latihan maupun selama MTQ berlangsung,” ujar Prof Syahrizal yang juga merupakan Kepala Rombongan Kafilah Aceh pada MTQ Mataram.

Prof Syahrizal juga menjelaskan, proses pemusatan latihan dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama berlangsung pada 13-28 Juni, dan tahap kedua berlangsung sejak tanggal 7-27 Juli.

“Beberapa kafilah juga dikirim ke Jakarta untuk mengikuti pemusatan latihan dengan sejumlah pelatih nasional pada tanggal 22-27 Juli 2016. Kafilah Aceh yang berada di Jakarta, besok akan bergabung dengan rombongan Kafilah Aceh di Bandara Soekarno-Hatta, untuk bersama-sama bertolak ke Provinsi NTB.

MTQ Nasional ke-26 Mataram, akan dibuka pada 30 Juli 2016 oleh Presiden RI, Joko Widodo. Pada MTQ ke-26 ini, Aceh akan mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan, yaitu Tilawah Al-Qur’an, Hifzh Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahm Al-Qur’an, Syarh Al-Qur’an, Khat Al-Qur’an dan Menulis Makalah Ilmiah Al-Qur’an.

Besok, (Kamis, 28/7) tim Aceh yang berjumlah 88 orang yang terdiri atas, 44 kafilah, pelatih, tim medis, pembimbing dan motivator akan bertolak menuju Mataram.

Acara pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera Panca Cita dan LPTQ Aceh dari Gubernur didampingi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Drs Sulaiman Abda kepada Ketua Rombongan Kafilah Aceh, Prof Syahrizal Abbas.

Check Also

Plt Gubernur Apresiasi Kerja Basarnas Banda Aceh

Banda Aceh– Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengapresiasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau …