Home / Berita Terkini / Gubernur: Kedepankanlah Semangat Persaudaraan dan Persatuan Aceh

Gubernur: Kedepankanlah Semangat Persaudaraan dan Persatuan Aceh

Humas Aceh | 20 Februari 2017

BANDA ACEH – Gubenur Aceh Zaini Abdullah meminta siapapun yang terpilih sebagai Gubernur Aceh periode 2017-2022 agar tetap mengedepankan semangat persaudaraan dan persatuan Aceh dalam menuju masa depan yang lebih baik.

Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Abu Doto ini saat menghadiri tausiah dan zikir bersama dalam rangka pilkada damai 2017 yang digelar di halaman Mapolda Aceh, Sabtu 18 Februari 2017.

“Bagi saudara Pasangan Calon yang nanti keluar sebagai pemenang dalam Pilkada Aceh, haruslah menjaga kerharmonian relasi politik yang telah berjalan baik ini,” ujar Abu Doto yang disaksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, serta sejumlah ulama dan petinggi Mabes Polri.

“Janganlah pesta demokrasi ini justru menjadikan kita tercerai berai, sebaliknya jadikan momen ini sebagai wahana pemersatu, perekat persaudaraan, sebagai modal pembangunan Aceh ke depan,” ujar Abu Doto.

“Kepada seluruh rakyat Aceh, mulai hari ini kita kembali bersatu bahu membahu membangun Aceh sebagai sebuah negeri yang rakyat sejahtera, makmur dan damai sepanjang masa dalam Negara Kesatua Republik Indonesia.”

Kepada penegak hukum, Abu Doto juga meminta untuk tetap mengedepankan upaya-upaya persuasiv dalam mencegah hal-hal yang merusak dan atau mengganggu perdamaian Aceh pasca Pilkada.

Abu Doto juga mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pilkada sehingga berlangsung sukses tanpa adanya insiden.

“Untuk itu, atas nama Pemerintah Aceh kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh aparat keamanan dan penyelenggaran PILKADA khususnya kepada seluruh rakyat Aceh yang telah berpartisipasi memberikan mandatnya kepada calon Pemimpin Aceh ke depan.  Semoga Aceh ke depan kehidupan rakyatnya lebih makmur dan sejahtera lahir dan bathin.”

Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam sambutannya mengatakan, pihak kepolisian sengaja memberikan perhatian maksimal terhadap pelaksanan pilkada Aceh agar pemimpin yang terpilih nantinya benar-benar sesuai dengan pilihan rakyat.

“Pilkada Aceh mendapat perhatian mengingat pilkada sebelumnya ada peristiwa-peristiwa. Untuk itu kita memberi perhatian penuh kepada pilkada Aceh, termasuk Jakarta, Papua. Tapi Aceh mendapat atensi tersendiri,” ujar Kapolri.

Dengan telah berlangsungnya proses pencoblosan, menurut Kapolri masih ada banyak tahapan selanjutnya yang perlu dikawal bersama. Untuk itu ia meminta seluruh unsur untuk sama-sama terlibat dalam menjaga persatuan dan keamanan.

“Perbedaan harus diakhiri sambil menunggu hasil. Allah sudah menulis dalam lauhul mahfuz siapa gubernur Aceh yang akan terpilih. Nantinya siapapun yang terpilih itulah amanah Allah,” katanya.

Kapolri juga berpesan agar yang menang tidak eforia, dan yang kalah dapat menerimanya dengan tulus. Segala bentuk kritikan, dan ketidakpuasan terhadap hasil pilkada diminta untuk disalurkan melalui hukum yang berlaku.

“Aceh tak boleh lagi terulang kekerasan,” katanya.

Acara zikir yang dihadiri sekitar 20.000 jamaah itu memang sengaja digelar untuk mendinginkan suasana politik yang sempat memanas terkait pelaksanaan pilkada Aceh 2017. Zikir ini turut menghadirkan Ustaz Amhar Nasution, Syekh Ali Jabeer, serta Ustaz Samunzir.

 

Check Also

Sekda Aceh: Optimalkan Manfaat Dana Desa Bagi Rakyat

SIMEULUE—Dana Desa harus dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan masyarakat dan tidak diselewengkan. Penggunaan dana desa …