Home / Berita Terkini / Gubernur: Penambahan Kuota Haji Masih Terbentur Pembangunan Infrastruktur

Gubernur: Penambahan Kuota Haji Masih Terbentur Pembangunan Infrastruktur

Humas Aceh | 20 Juli 2016

Banda Aceh – Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, menyebutkan Pemerintah Aceh telah melakukan berbagai upaya untuk melobi pemerintah Arab Saudi agar kuota haji untuk masyarakat Aceh bisa ditambah. Namun demikian, hal tersebut belum tercapai dikarenakan kebijakan pemerintah Arab Saudi  yang sedang membangun infrastruktur. Tak hanya untuk Aceh kuota haji untuk semua negara pun terpotong. Untuk Aceh, tercatat hanya 3.140 jamaah reguler yang diberangkatkan, 29 di antaranya adalah tim petugas haji daerah.

“Untuk itu semua pihak dimohon bersabar, seraya berdoa agar pembangunan sarana haji di Arab Saudi cepat selesai sehingga kuota jamaah haji kita dapat ditingkatkan,” ujar gubernur dalam sambutan yang dibacakan Asisten III Setda Aceh, Syahrul SE, M.Si, seusai melantik Panitia Penyelenggara Haji Emberkasi Aceh, di Asrama Haji Banda Aceh, Rabu (20/07).

Upaya yang dilakukan Pemerintah Aceh, ujar Gubernur Zaini, untuk menjawab keinginan masyarakat dalam beribadah haji ke Mekkah. Tingginya minat masyarakat untuk menyempurnakan rukun Islam ini bisa dilihat dengan waiting list jamaah yang terus bertambah. Hingga juni 2016, jamaah haji asal Aceh yang telah mendaftar mencapai 78.115 orang. Jika kuota tersebut menjadi rujukan, maka calon jamaah yang mendaftar saat ini baru akan bisa berangkat dalam 25 tahun ke depan.

Salah satu upaya pemerintah adalah melakukan lobi dengan bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi, Mustafa Ibrahim Al Mubarak di Kedubes Arab Saudi Jakarta pada akhir Maret silam. Dalam pertemuan itu, Dubes Mustafa menyambut positif permintaan gubernur. Penambahan kuota akan diupayakan begitu pembangunan infrastruktur usai dibangun di Arab Saudi.

Gubernur meminta, agar para petugas yang baru dilantik bisa membantu sepenuhnya para jamaah melalui pembinaan, penanganan dan pelayanan yang baik. “Bantu juga kelancaran administrasi Baitul ‘asyi agar penyaluran dana baitul ‘asyi kepada jamaah calon haji Aceh berjalan lancar,” pinta gubernur.

Direktur Pembinaan Haji dan Umrah, Muhajirin Hanif, menyebutkan jamaah haji untuk tahun ini akan diberangkatkan pada 9 Agustus mendatang dengan jadwal pemulangan pada 17 September 2016. Untuk keseluruhan, ada 157.115 jamaah Indonesia yang tergabung dalam 387 kloter yang akan berangkat dengan 384 penerbangan.

Tugas operasional penyelenggara haji, kata Hanif, menjadi wewenang nasional. Pemerintah, katanya, berkewajiban untuk memberikan bimbingan, pelayanan dan perlindungan dengan menyediakan layanan administrasi, bimbingan ibadah haji, akomodasi, transportasi, pelayanan kesehatan dan keamanan serta segala pelayanan lain yang dibutuhkan jamaah.

“Bangun kesan positif dengan bekerja secara optimal. Berikan layanan prima sehingga kualitas layanan haji di tanah air menjadi semakin baik,” ujar Hanif. Hal tersebut, kata Hanif merupakan bagian dari upaya pemerintah agar pelayanan ibadah haji lebih transparan, mudah, nyaman dan profosional. (Humas-Aceh)

Check Also

Ini Upaya Pemerintah Aceh untuk Atasi Stunting

Jakarta – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, menyebutkan pemerintah Aceh punya …