Home / Berita Terbaru / Gubernur: Peringatan Isra’ Mi’raj, momentum Memantapkan Shalat

Gubernur: Peringatan Isra’ Mi’raj, momentum Memantapkan Shalat

Humas Aceh | 25 April 2017

Banda Aceh – Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk menjadikan peringatan Isra’ Mi’raj, sebagai momentum untuk memantapkan dan meningkatkan pelaksanaan shalat sehari-hari. Zaini mengingatkan, dengan spirit shalat dan kebersihan jiwa serta kesucian nurani, maka Aceh akan mampu dibangun sesuai dengan nilai-nilai Syari’at Islam.

Penegasan tersebut disampaikan oleh pria yang akrab disapa Doto Zaini itu, dalam sambutan singkatnya pada acara peringatan Isra’ Mi’raj, yang dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman, Senin (24/4/2017).

“Mari kita jadikan peringatan Isra’ Mi’raj Rasulullah ini sebagai sarana untuk memperbaiki shalat dan senantiasa bersyukur. Insya Allah, Aceh akan menjadi wilayah yang makmur dan sejahtera, dan lebih baik lagi di masa mendatang, hingga menjadi negeri yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” ujar Doto Zaini.

Sebagaimana diketahui Isra’ Mi’raj adalah peristiwa di mana Rasulullah SAW melakukan perjalanan pada malam hari dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Palestina. Kemudian Beliau di mi’rajkan oleh Allah ke Sidratul Muntaha.

Peristiwa yang di dalamnya terdapat peerintah untuk melaksanakan Shalat lima waktu ini, terjadi pada tanggal 27 Rajab atau satu tahun menjelang hijrah ke Madinah. Isra’ Mi’raj adalah peristiwa agung dalam sejarah kerasulan Nabi Muhammad SAW yang wajib diyakini oleh setiap muslim.

“Berbagai bentuk pengalaman yang dialami Rasulullah selama perjalanan Isra’ Mi’raj, bertujuan untuk memperlihatkan tanda kebesaran Allah yang kemudian disampaikan kepada manusia agar dipetik hikmahnya. Hikmah terbesar dari peristiwa tersebut adalah  Nabi Muhammad menerima perintah shalat lima waktu sebagai sarana bagi umat Islam untuk merasakan kedekatan dengan Allah SWT dan mencapai derajat hidup yang terpuji,” kata Doto Zaini.

Zaini menambahkan, Shalat memiliki pesan moral yang sangat luas, yaitu terciptanya tatanan masyarakat yang memiliki sifat-sifat adil, jujur, santun, kasih sayang, persaudaraan dan lain sebagainya. Semua tatanan itu tercermin dari setiap gerakan serta ucapan dalam setiap gerak shalat.

“Oleh karena itu, menjadi hal yang mutlak bagi setiap muslim untuk memahami makna shalat, tidak hanya sekedar melaksanakannya. Makna shalat juga amat banyak. Dalam ucapan takbir misalnya, tergambar pengakuan kita terhadap kekuasaan Allah SWT atas segala makhluk dan alam semesta ciptaan Allah,” sambung Doto Zaini.

Menurut Gubernur, pengakuan dalam ucapan Takbir menjadi landasan agar segala persoalan yang dihadapi oleh manusia di muka bumi selalu merujuk kepada kebesaran Allah. Gubernur juga mencontohkan, bahwa di dalam shalat ma’mum dituntut untuk selalu fokus dan menjaga telinga, mulut dan seluruh panca indera dari setiap perkataan dan tindakan yang menyesatkan.

“Shalat mengajak kita untuk menjaga hati agar teguh dalam melakukan hal-hal kebaikan. Jika shalat dilaksanakan dengan khusyu’ dan nilai-nilainya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, niscaya akan mengantarkan kita kepada kehidupan yang indah, disiplin dan istiqamah. Tak boleh dilupakan pula, shalat mengandung makna kebersamaan, di mana jama’ah wajib mentaati, mematuhi pimpinan, yaitu imam,” tegas Doto Zaini.

Sementara itu, dalam rangka menanamkan semangat kebersamaan dan keteraturan hidup di dalam keluarga dan masyarakat, Doto Zaini juga mengingatkan kepada para orang tua mengajarkan dan menerapkan tata cara shalat kepada anak-anak sejak dini melalui pendidikan agama yang baik.

“Yang tak kalah penting, setiap muslim harus menerapkan nilai-nilai shalat dalam kehidupan sehari-hari. Shalat tidak hanya ada di masjid atau semata saat kita melakukannya, tapi shalat harus menjadi spirit saat kita menarik nafas di setiap saat. Spirit ini pula yang kita harapkan bisa hadir dalam setiap gerak pembangunan Aceh yang kita jalankan.

Masjid adalah Sentral Sebuah Negeri

Sementara itu, Ustadz Habib Jindan Bin Novel, dalam ceramahnya menegaskan bahwa sentral dari sebuah negeri adalah Masjidnya. Hal inilah yang digambarkan dengan jelas oleh Allah, dalam perjalanan Isra’ Nabi Muhammad, yaitu perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.

“Perjalanan Isra’ Rasulullah adalah dari Masjid ke Masjid. Kenapa ke Masjid? Karena Masjid adalah tempat yang penuh dengan kebaikan dan keberkahan. Masjid adalah Sentral Sebuah Masjid, bukan Mallnya, bukan hotelnya, bukan hasil buminya,” tegas Habib Jindan.

Habib Jindan juga mengungkapkan, bahwa dalam perjalanan Isra’, Malaikat Jibril yang mendampingi Nabi Muhammad, selalu menyarankan kepada Rasulullah untuk melakukan Shalat pada tempat-tempat yang penuh dengan sejarah, baik yang telah lampau maupun yang akan menjadi sejarah di kemudi hari.

Diantaranya di tempat yang kelak menjadi cikal bakal Kota Madinah, di bawah sebatang pohon tempat Nabi Musa berteduh, di Baitul Laham tempat kelahiran Nabi Isa serta beberapa tempat lainnya.

Habib Jindan juga mengungkapkan, bahwa dalam riwayat juga disebutkan, bahwa Rasulullah selalu memprioritaskan dan menjadikan shalat sebagai sarana untuk menghibur diri serta mencari jalan keluar.

“Bahkan dalam Surat Al-‘Ankabut, Allah menegaskan bahwa Shalat mencegah manusia dari perbuatan keji dan munkar. Tentu dapat kita lihat, bagaimana Rasulullah menjaga Shalatnya, maka seperti itulah Shalat menjaga Rasulullah dan perbuatan-perbuatan keji keji munkar. Rasulullah akan langsung meninggalkan rutinitas dunia begitu mendengar Adzan dikumandangkan. Tidak ada yang lebih penting bagi Rasulullah kecuali Shalat berjama’ah di Masjid dan di awal waktu,” kata Habib Jindan.

“Ingat, muslim yang menjaga shalatnya, maka Allah akan menjaga dunia dan akhiratnya, tapi barang siapa yang shalatnya kacau balau, maka Allah akan membuat dunia dan akhiratnya kacau balau,” pungkas Habib Jindan. (Ngah)

Check Also

Kadisdik Aceh: Standar Mutu Pendidikan Tak Bisa Diukur dari Besaran TPS Semata

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh Rachmat Fitri mengatakan standar mutu pendidikan di Indonesia …