Home / Berita Terkini / Harga Minyak Anjlok, Gubernur BI Waspadai Pelarian Modal

Harga Minyak Anjlok, Gubernur BI Waspadai Pelarian Modal

Humas Aceh | 19 Jan 2016

Jakarta — Bank Indonesia (BI) mewaspadai pergerakan turun harga minyak mentah internasional karena menimbulkan kekhawatiran terhadap masa depan ekonomi dunia. Fenomena global ini dinilai bisa memicu pelarian modal dari negara berkembang ke negara-negara yang sudah maju (flight to quality).
Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo menuturkan kejatuhan harga minyak hingga menembus US$30 per barel di bawah ekspektasi berbagai kalangan. Selain karena permintaan yang turun, Agus menilai sikap negara-negara pengekspor minyak (OPEC) yang enggan memangkas produksi disinyalir turut menekan harga minyak.

“Jadi tekanan seperti itu berdampak kepada kekhawatiran dunia kepada ekonomi global tidak seperti yang diharapkan. Dan ada kekhawatiran flight to quality,” jelasnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/1).

Terkait ini, Mantan Menteri Keuangan itu melihat negara-negara maju akan diuntungkan karena ekonominya berpotensi tumbuh seiring dengan derasnya aliran modal masuk ke pasar obligasi.  Sebaliknya, tekanan harga minyak akan memaksa turun tingkat imbal hasil (yield) surat utang sehingga kurang diminati investor.

“Jadi dinamika ini terus berkembang di dunia, yang berpengaruh secara langsung kepada Indonesia,” tuturnya.

Sayangnya, Agus belum bisa memastikan sampai kapan tren penurunan harga minyak ini akan berlangsung. “Tapi kita perlu waspadai harga minyak yang cenderung turun,” tuturnya.

Untuk itu, bank sentral mendorong pemerintah untuk melakukan diversifikasi pasar dan mitra kerja guna meminimalkan risiko yang timbul dari negara-negara mitra utama selama ini.

Agus mengapresiasi rencana pemerintah menggabungkan biaya-biaya promosi di seluruh kementerian. Menurutnya, langkah ini bisa menghemat anggaran, tetapi di sisi lain bakal mendorong upaya mencari pasar-pasar baru.

“Karena emang pada saat harga komoditi yang tertekan, ekonomi China yang melemah, kemudian berdampak kepada negara-negara lain. Indonesia harus bisa cari pasar-pasar baru,” tuturnya. (ags) / http://www.cnnindonesia.com

Check Also

The Light of Aceh Meriahkan Festival Indonesia di Australia

Canberra – Pemerintah Aceh mengikuti ajang promosi “Indonesia Festival 2019” di ibukota Australia, Canbera, pada …