Home / Berita Terkini / IMF Prediksi Ekonomi Dunia Hanya Tumbuh 3,4%

IMF Prediksi Ekonomi Dunia Hanya Tumbuh 3,4%

Humas Aceh | 20 Jan 2016

 Jakarta-Lembaga moneter internasional, yaitu International Monetary Fund (IMF) menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini menjadi 3,4%, turun 0,2% dari prediksi sebelumnya pada Oktober 2015 lalu.
Untuk 2017, IMF memprediksi laju pertumbuhan ekonomi adalah 3,6%.
Ada sejumlah risiko yang diperingatkan IMF terkait kondisi ekonomi dunia. Ada sejumlah kunci yang bisa menyebabkan pertumbuhan ekonomi dunia keluar jalur.

Pemulihan ekonomi pasca krisis keuangan 2008 tetap berlanjut. Namun untuk negara-negara kaya, pertumbuhan tidak tiinggi dan tidak merata.

Menurut IMF seperti dilansir dari BBC, Rabu (20/1/2016), ada 3 negara maju yang pertumbuhan ekonominya bisa di atas 2% tahun ini, yaitu Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Spanyol.

Prediksi pertumbuhan ekonomi Inggris tahun ini tidak berubah, yaitu 2,2%.

Sementara pertumubuhan ekonomi sejumlah negara berkembang diprediksi lesu. Contoh saja Brasil, yang pertumbuhan ekonominya diperkirakan minus 3,5% tahun ini, dan 0% di 2017. Ini karena ketidakpastian kondisi politik akibat korupsi di Petrobas, perusahaan minyak negeri samba tersebut.

Rusia juga terhantam turunnya harga minyak. Karena negara ini banyak menggantungkan perekonmiannya dari ekspor minyak. Tahun ini, IMF memperkirakan Rusia masih resesi.

Sengsaranya Harga Minyak

Sejumlah negara eksportir minyak, ekonominya juga akan terhantam tahun ini. Tingginya bunga pinjaman serta rendahnya harga komoditas juga menghantam perekonomian sejumlah negara di Afrika, seperti Nigeria dan Angola, termasuk eksportir minyak Afrika Selatan.

Risiko tingginya bunga pinjaman terjadi karena adanya rencana kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral AS, yaitu Federal Reserve (The Fed). Ini membuat suku bunga acuan di sejumlah negara naik, dan berimbas pada kenaikan bunga kredit perbankan.

Perekonomian China juga akan melambat di tahun ini. Kondisi tersebut akan berimbas pada jatuhnya harga komoditas, karena permintaan dari China menurun.

IMF memprediksikan pertumbuhan ekonomi China tahun ini adalah 6,3% dan 6% di 2017. Sementara pertumbuhan ekonomi India diprediksi 7,5% tahun ini dan juga di 2017. Risiko penurunan ekonomi China sangat mungkin terjadi.

Kemudian, rencana The Fed kembali menaikkan suku bunga acuannya juga menjadi risiko di berbagai negara. Karena kenaikan ini akan membuat dolar AS makin menguat.

Sumber : www.kemendagri.go.id

Check Also

Taqwallah: APBA Perubahan Dapat Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Aceh

Banda Aceh – Seluruh fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menyetujui dan menetapkan Rancangan …