Home / NASIONAL / Jonan Janji Tuntaskan Proyek KA Pelabuhan Priok yang Sudah 30 Tahun Mangkrak

Jonan Janji Tuntaskan Proyek KA Pelabuhan Priok yang Sudah 30 Tahun Mangkrak

Banda Aceh, 11/05/2014 | Humas Aceh

Jakarta -Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan berjanji akan menuntaskan proses pembebasan lahan dan pembangunan proyek rel kereta Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara hingga akhir 2014. 

Proyek KA pelabuhan ini sudah 30 tahun belum bisa menembus pusat atau ‘jantung’ pelabuhan terbesar di Indonesia ini. Kini proses pengerjaannya masih terkendala pembebasan lahan warga.

“Tahun 2014 sebentar lagi atau sekitar 55 hari lagi. Kalau kita (Kemenhub) tidak bisa selesaikan maka PT KAI akan selesaikan,” kata Jonan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/11/2014).

Jonan akan menugaskan kepada PT KAI (Persero) bila persoalan pembebasan lahan tak kunjung selesai.”Perhubungan oke, KAI akan turun tangan,” jelasnya.

Untuk mempercepat pembebasan lahan, Kemenhub akan melakukan perundingan dan sosialisasi untuk lahan yang belum terbebaskan. “Saya kira sosialisasikan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Jonan meminta kepada Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko untuk menarik jalur rel yang sudah ada hingga mendekati akses Pelabuhan New Tanjung Priok atau Pelabuhan Kalibaru. Pelabuhan New Tanjung Priok merupakan terminal raksasa peti kemas yang sedang dikembangkan oleh PT Pelindo II.

“Kalau kereta, semaksimum bisa diakses deket ini (New Priok). Biar Pak Hermanto yang kerjakan,” kata Jonan

Proyek pengembangan jalur kereta api sebagai akses ke jantung Pelabuhan Tanjung Priok sebenarnya sudah digagas puluhan tahun lalu. Namun hingga saat ini, pembangunan akses kereta pelabuhan belum tuntas 100%.

Selama kurang lebih 30 tahun, proyek pembangunan rel belum mampu menyentuh hingga ke pusat terminal peti kemas. Padahal kemacetan di luar pelabuhan sudah sangat luar biasa.

Proyek ini dikerjakan oleh Kementerian Perhubungan, dengan dukungan BUMN PT Pelindo II dan PT PLN terutama soal penyedian lahan. Targetnya proses pembebasan lahan hingga konstruksi akan tuntas pada 2015. 

Jaringan rel kereta api logistik/kontainer yang menghubungkan antara Pelabuhan Tanjung Priok dengan Pelabuhan Peti Kemas hingga Tempat Penampungan Khusus (TPK) Koja, Jakarta Utara telah ada. Rel ini telah lama mati dan tidak digunakan untuk pengangkutan kereta api logistik di jalan Pasoso menuju Jalan Deli atau TPK Koja

Proyek ini telah dianggarkan sejak 4 tahun silam dan pembangunannya baru mencapai Jalan Pasoso atau sebelum masuk ke pelabuhan. Proyek ini tersisa hingga 300-500 meter lagi agar bisa masuk ke jantung pelabuhan Tanjung Priok.

Sumber : Detikfinance.com

Check Also

Bupati/Walikota Dapat Usulkan Hotel sebagai Tempat Isolasi OTG Covid-19

Banda Aceh – Bupati dan Walikota dapat mengusulkan penggunaan hotel yang ada di daerahnya masing-masing sebagai …