BANDA ACEH – Kamaruddin Abubakar atau yang akrab disapa Abu Razak, merupakan salah satu tokoh pejuang Gerakan Aceh Merdeka yang teguh di masa perjuangan dan sukses mengisi perdamaian.
Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, selaku Wakil Ketua IV Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, saat bersilaturrahmi ke kediaman Almarhum Abu Razak di Gampong Prada Utama, dalam rangka tahlil setahun berpulangnya mantan Ketua KONI Aceh itu serta buka puasa bersama, Kamis (12/3/2026) malam.
“Abu Razak adalah sosok tepat yang harus dijadikan sebagai contoh keteguhan seorang pejuang dan kemampuannya berbaur dengan masyarakat dan semua pihak di masa perdamaian,” ujar perempuan yang akrab disapa Kak Na itu.
Bukan tanpa alasan, Kak Na menyampaikan hal tersebut. Sebagaimana diketahui, di masa konflik Abu Razak yang saat itu menjabat sebagai Wakil Panglima Gerakan Aceh Merdeka, sukses mendampingi Muzakir Manaf yang saat itu menjabat Panglima GAM.
Sementara di masa damai, Abu Razak juga sukses menjadi pendamping dan pelengkap Mualem. Berbagai program pembinaan dan pelatihan atlet Aceh sukses dilaksanakan oleh kedua tokoh ini saat Mualem menjabat sebagai Ketua Umum KONI Aceh dan Abu Razak menjabat sebagai Ketua Harian KONI Aceh.
“Tangan dingin duet pemimpin ini sukses menggerek prestasi atlet Aceh di tingkat nasional. Ini bisa kita lihat pada semakin membaiknya posisi Aceh di klasmen akhir setiap Pekan Olahraga Nasional di gelar di masa kepemimpinan mereka berdua,” kata Kak Na.
“Di masa kepemimpinan Mualem-Abu Razak, kontingen PON Aceh sukses naik ke peringkat17 dengan raihan 8 medali emas. Selanjutnya, di PON Papua kontingen PON Aceh melompat ke peringkat 12 dengan Raihan 11 medali emas. Sementara saat menjadi Ketum KONI Aceh, Abu Razak sukses membawa pretasi kontingen PON Aceh melompat tinggi dengan menempati peringkat 6 di klasemen akhir dengan torehan 65 medali emas,” sambung Kak Na.
Kak Na menambahkan, Abu Razak merupakan tokoh lintas generasi dan institusi yang sukses berevolusi dari pejuang yang mengangkat senjata menjadi pejuang di sektor olahraga Aceh dan sukses.
“Tangan dingin dan semangat juang almarhum dalam memajukan olahraga Aceh tentu harus kita tiru. Ini penting untuk mengharumkan nama dan citra Aceh di tingkat nasional dan dunia,” ucap Kak Na.
Sebagaimana diketahui, Abu Razak berpulang pada awal Ramadhan 1446 Hijriah lalu, saat sedang menunaikan ibadah Umrah di Tanah Suci Mekah. Usai tahlil dan do’a bersama Kak terlihat akrab berdialog dengan istri Almarhum Abu Razak Rita Satria dan anggota keluarga lainnya. []
BIRO ADMINISTRASI PIMPINAN SETDA ACEH Menyampaikan yang Layak Disampaikan