Home / LINTAS ACEH / Kemarau Dera Aceh

Kemarau Dera Aceh

Banda Aceh | 08/05/2014 | 

LOGO HUMASs

Lhoksukon [Humas Aceh] – Kemarau yang mendera Aceh sejak beberapa bulan terakhir telah memunculkan berbagai dampak. Di Aceh Utara, misalnya, ribuan hektare sawah krisis air sedangkan di Pidie Jaya sebagian besar sumur penduduk kering. Titik api akibat kebakaran hutan muncul di sejumlah lokasi.

Di Aceh Utara, ribuan hektare sawah di beberapa kecamatan mengalami krisis air, apalagi sebagian besar kawasan di kabupaten itu belum terjangkau jaringan irigasi teknis. Sedangkan proyek Irigasi Krueng Pase  di kedua sayap bendungannya belum sempurna.

Informasi yang dihimpun Serambi, seharusnya masyarakat Aceh Utara sudah memasuki musim turun ke sawah pada awal Juni lalu. Namun karena persawahan kering dan air bendungan juga tidak mencukupi, maka petani tak bisa berbuat apa-apa.

Lahan persawahan yang tidak bisa ditanami antara lain pada sayap kiri Irigasi Krueng Pase yaitu di Kecamatan Meurah Mulia, Samudra, Syamtalira Bayu, dan Blang Mangat yang luasnya mencapai 4.400 hektare.

Begitu juga halnya di sayap kanan, sekalipun tanpa ada sumbatan, lahan sawah seluas 5.000 hektare yaitu Tanah Luas, Tanah Pasir, Nibong, Syamtalira Aron, dan Blang Jreun juga kering kerontang. “Dampak kemarausangat memukul kami para petani sawah,” kata Syukri, warga Blang Mangat.

Sementara itu H Zuar Rusli MS dari Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Lhokseumawe,  kepada Serambi, Minggu (3/8) mengatakan, debit air Krueng Pase menyusut drastis karena pegunungan yang seharusnya bisa menyimpan air sudah tandus akibat perambahan hutan. “Begitu hujan deras, yang terjadi justru banjir karena tak ada lagi pepohonan yang mampu menyimpan air,” kata Zuar Rusli.

Dari Pidie Jaya (Pijay) dilaporkan, kemarau yang sudah berlangsung sekitar dua bulan menyebabkan air sungai makin menyusut bahkan sebagian besar sumur penduduk kering. Yang lebih memprihatinkan, ratusan hektare tanaman padi dan tanaman kedelai terancam mati.

Dampak lainnya dirasakan oleh masyarakat di kawasan hilir yang merupakan pelanggan air bersih dari PDAM Tirta Krueng Meureudu. Suplai air semakin tersendat bahkan ada yang macet total. “Bagaimana air mau sampai ke rumah-rumah sementara air sungai yang menjadi sumber air baku kering,” kata Direktur PDAM Tirta Krueng Meureudu, Ir Syamsulbahri.

Kekeringan dialami Krueng Meureudu, Ulim, serta Krueng Beuracan. Air di tiga bendungan irigasi, yaitu Blang Awe, Beuracan, dan Krueng Ulim sama sekali tidak bisa disuplai ke saluran primer (saluran induk). Kalau pun sekali-kali teraliri, itu karena adanya hujan di hulu.

Petani di kawasan Meureudu dan Meurahdua kepada Serambi mengatakan sangat terpukul akibat kemarau kali ini. Padahal, saat ini baik kedelai maupun tanaman padi sedang membutuhkan air. Nasib serupa juga dialami petani di Kecamatan Bandardua, Ulim, serta Jangkabuya.

Amatan Serambi, Minggu (3/8), hamparan tanaman padi dan kedelai di sejumlah desa kering. Seperti halnya di Gampong Pohroh, Seunong, Drien Tujoh, Alue Sane, Blang Dalam, sebagian Alue Keutapang serta sejumlah desa lainnnya. Di Jangkabuya, seperti di Gampong Buket Teungoh, Meunasah Kumbang, dan Reului Mangat. Malah di Buket Teungoh, tanaman padi berumur sekitar 1,5 bulan kering kerontang.

Ratusan warga Kecamatan Darussalam, Aceh Besar dan sekitarnya, Minggu (3/8) melaksanakan shalat istisqa (slalat minta hujan) yang dipusatkan di Blang Gampong Lamreh. Masyarakat berharap hujan segera turun karena lahan pertanian semakin kering kerontang.

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kecamatan Darussalam, Umran Djuned mengatakan sudah sejak tiga bulan terakhir tidak turun hujan, hingga memunculkan berbagai persoalan di masyarakat, seperti masyarakat yang berusaha di sektor pertanian. “Apabila tidak turun hujan bulan ini, hampir bisa dipastikan gagal panen. Insya Allah hujan segera mengguyur,” kata Umran Djuned.

Shalat istisqa di Blang Gampong Lamreh diimami Drs Jailani Mahmud dimulai pukul 9.00 WIB, setelah masyarakat yang terdiri laki-laki dan perempuan melaksanakan shalat dhuha.(ib/ag/una)

Sumber : Serambinews.com

Check Also

Ayu Marzuki: Semua Punya Peran Dalam Mencegah dan Melindungi Anak dari Kekerasan

SIGLI – Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Ayu Marzuki mengungkapkan upaya pencegahan dan …