Home / Berita Terbaru / Masyarakat Aceh Diminta Ikut Pekan Imunisasi Nasional

Masyarakat Aceh Diminta Ikut Pekan Imunisasi Nasional

Humas Aceh | 10 Maret 2016

Banda Aceh – Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah, menghimbau para orang tua untuk berpatisipasi pada Pekan Imunisasi Nasioanal (PIN) yang diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia mulai 8 hingga 15 Maret. Mereka diminta membawa anak usia di bawah 59 bulan ke pos – pos pelayanan terdekat untuk mendapatkan imunisasi polio.
“Himbauan ini penting saya sampaikan, karena sampai saat ini target cakupan untuk program imunisasi polio di Aceh belum sesuai dengan harapan,” kata gubernur Aceh, dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan MM pada acara pencanangan PIN Polio 2016 di Masjid Baitul Mukmin, Lamteh, Ulee Kareng, Selasa (8/3).
Menurut Dermawan, banyak keluarga tidak mematuhi tahapan pemberian imunisasi. Tahun 2015, dari total jumlah bayi baru lahir sekitar 107.000 bayi di Aceh, imunisasi yang diikuti lengkap sesuai tahapan hanya mencapai 74,1%, sementara sisanya tidak mengikuti tahapan sampai lengkap.
“Kalau tahapan imunisasi tidak lengkap tentu berbahaya karena bisa mengancam kesehatan anak,” kata Dermawan.
Pemerintah Aceh kata Sekda Dermawan, melalui Dinas Kesehatan Aceh dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota akan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan cakupan program imunisasi ini hingga ke desa-desa. “Imunisasi juga bisa diperoleh di Posyandu terdekat di seluruh wilayah Aceh.”
“Imunisasi ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit-penyakit infeksi yang berpotensi menyerang anak Indonesia, seperti campak, polio, tetanus, diptheri dan lainnya”, lanjut Dermawan.
Dermawan menjelaskan, imunisasi merupakan langkah pencegahan terbaik terhadap penyakit polio. Selain murah, efektif dan mudah, vaksin yang digunakan merupakan produksi dalam negeri sesuai standar keamanan WHO. Dengan imunisasi, anak akan terhindar dari penyakit berbahaya sehingga biaya rehabilitasi dapat diturunkan.
Pemberian vaksin Polio, kata Dermawan, harus benar-benar dipatuhi agar anak Indonesia khususnya anak Aceh mendapat perlindungan kesehatan yang lebih baik. Pelaksanaan PIN Polio merupakan momentum yang tepat untuk menjangkau bayi dan anak-anak yang selama ini belum terjangkau oleh kegiatan imunisasi rutin.
“Kita harus terlibat aktif dalam kegiatan ini, sebab penyakit polio sangat berbahaya bagi generasi muda kita,” ujar Dermawan seraya berharap semua pihak dapat mendorong suksesnya PIN Polio di Aceh agar upaya melindungi anak-anak Aceh dapat terus ditingkatkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr. M. Yani, mengatakan meskipun Indonesia sudah menerima sertifikat WHO sebagai negara yang bebas dari penyakit polio, potensi kehadirannya masih ada.
“Kita perlu meningkatkan kewaspadaaan dengan cara mempertahankan dan memperkuat hasil yang telah dicapai sehingga potensi masuknya bibit penyakit baru dapat kita hambat,” kata M Yani.
Pemusnahan polio tak hanya berdampak secara medis, tapi juga memberi dampak keuntungan secara finansial. Beban pengobatan dapat ditekan sejak dini dengan memberi imunisasi, sehingga bayi yang lahir tidak mengalami cacat polio. Tentunya hal itu akan mengurangi biaya rehabilitasi.
M Yani menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 565.695 bayi di Aceh. Semua balita tersebut akan diberikan imunisasi pada Pekan Imunisasi Nasional secara gratis dan dilakukan serentak seluruh Aceh mulai tanggal 8 hingga 15 Maret. Dalam rangka menyukseskan PIN ini, kata M Yani, sudah disiapkan 7640 pos imunisasi yang tersebar di seluruh Aceh.
“Kita sangat berharap dukungan semua pihak untuk membantu menyukseskan kegiatan ini,” ujar M. Yani. Pemerintah menargetkan, untuk tahun ini peserta imunisasi harus mencapai target nasional yaitu 90 persen, meningkat 12 persen dari tahun sebelumnya yaitu 78 persen.
Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK pusat, Erni Gurtarti Kumolo juga mengajak seluruh TP-PKK di Aceh agar membantu menyukseskan kegiatan PIN karena masih ada sebagian kelompok masyarakat yang masih belum menerima dan mengerti tentang imunisasi.
“Mari kita bantu pemerintah, kita gerakkan ibu-ibu di daerah agar mensosialisasikan pentingnya imunisasi bagi anak balita,” kata Istri Menteri Dalam Negeri itu.
Pencanangan PIN tersebut turut dihadiri Walikota Banda Aceh, Wakil Ketua TP-PKK Aceh, Marlina Usman, Kapolda Aceh, Irjen (Pol) Hussein Hamidi, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, SKPD kota Banda Aceh dan SKPA serta sejumlah pejabat lainya.

Check Also

Peta Zona Risiko Covid-19 Aceh Berubah Lagi, Pasien Sembuh Bertambah 134 Orang

Banda Aceh—Peta Zona Risiko peningkatan kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Aceh berubah lagi. Aceh Barat …