Home / Berita Terkini / Pemerintah Aceh Ditawarkan Pesawat N-219 dan R-80

Pemerintah Aceh Ditawarkan Pesawat N-219 dan R-80

Humas Aceh | 16 Maret 2016

Banda Aceh – Dua perusahaan dirgantara nasional, yaitu PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan PT Regio Aviasi Industri (PT RAI) menawarkan dua pesawat terbaru rancangannya kepada Pemerintah Aceh. Kedua pesawat tersebut adalah N-219 yang diproduksi PT DI dan R-80 produksi PT RAI.

N-219Sekjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronik Kementerian Perindustrian, Hasbi Assiddiq yang mendampingi dua perusahaan dirgantara tersebut mengatakan, kehadiran dua pesawat ini akan membangkitkan industri kedirgantaraan di Indonesia, yakni dari Sabang hingga Merauke.
“Tidak semata membangkitkan industri kedirgantaraan, namun industry ini juga akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi secara nasional,” ujar Hasbi kepada para peserta forum diskusi yang diselenggarakan bersama antara Kementerian Perindustrian dan Pemerintah Aceh, di Ruang Potensi Daerah Setda Aceh, (Selasa, 15/3/2016).
Menurut Hasbi Assiddiq, setidaknya ada tiga model kerjasama yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Aceh. Pertama, jika memakai jenis pesawat tersebut, Pemerintah Aceh dapat menunjuk operator untuk melakukan kerjasama penerbangan, dan kemudian operator tersebut menyewa atau memiliki pesawat tersebut untuk dioperasikan di Aceh.
Kedua, Pemerintah Aceh membentuk Perusahaan daerah yang menyewa atau membeli pesawat N-219 dan R-80 untuk operasional di wilayah Aceh. Ketiga, Pemerintah Aceh membeli pesawat dan kemudian menunjuk operator untuk mengoperasikannya.
Hasbi menjelaskan, pengembangan industri kedirgantaraan dilakukan dengan mengintegrasikan semua potensi pengembangan industri yaitu industri inti (core industry), industri bahan baku/komponen pesawat terbang, industri mesin/peralatan, asosiasi industri, lembaga litbang, instansi pendidikan, serta balai-balai industri.
“Saat ini, Pemerintah bersama PT Dirgantara Indonesia, sedang mengembangkan pesawat berkapasitas 19 penumpang, yang dikenal dengan pesawat N-219,” terang Hasbi.
Hasbi melanjutkan, program pengembangan pesawat N-219, diarahkan untuk memenuhi kebutuhan nasional akan moda transportasi udara yang dapat menghubungkan wilayah-wilayah terpencil dan perbatasan, serta wilayah-wilayah di sekitar pusat pertumbuhan kota.
Keterhubungan dan keterkaitan antar wilayah tersebut menjadi fokus konektivitas Nasional, dalam rangka mengatasi ketimpangan ekonomi antar daerah guna mendukung keterhubungan antar wilayah di Indonesia.
“Pada saat awal pemasaran, pesawat N219 ditargetkan akan memiliki TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri-red) sebesar 40 persen, dan akan terus ditingkatkan hingga mencapai 60 persen di tahun 2019. Target local content pada pesawat N-219 tersebut, diharapkan dapat menstimulasi pengembangan Industri Komponen Pendukung Kedirgantaraan,” sambung Hasbi.
Menurut Hasbi, semakin berkembangnya bisnis penerbangan serta meningkatnya jumlah armada pesawat yang dimiliki maskapai nasional tentu saja membuka peluang bagi industri komponen pesawat terbang untuk memasok peralatan pendukung (tools & equipment) yang dipergunakan dalam perawatan dan perbaikan pesawat.
Kedirgantaraan
Dalam pemaparannya, Hasbi juga menjelaskan, bahwa dalam mengembangkan industri pesawat udara, selain PT Dirgantara Indonesia, PT Regio Aviasi Industri (RAI) juga turut berpartisipasi.
Perusahaan yang dirintis dan didirikan oleh Mantan Presiden Republik Indonesia ke-3, BJ Habibie pada tahun 2012 itu, berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan dan kemampuan teknologi Indonesia dalam bidang pesawat udara.
Sebagaimana diketahui, Indonesia telah mampu membuat pesawat N250 yang terbang perdana pada tanggal 10 Agustus 1995. Kehadiran pesawat ini merupakan kado ulang tahun emas Indonesia pada hari kemerdekaan yang ke 50.
“Prototipe pesawat N250 pernah terbang menuju Le Bourget Perancis untuk mengikuti Paris Air Show. Hal ini membuktikan bahwa SDM bangsa ini memiliki kompetensi dalam pengembangan pesawat udara. Cita-cita inilah yang ingin raih oleh PT RAI dengan program pengembangan Pesawat R80,” ujar Hasbi
”Semoga kegiatan ini, memberikan sumbangsih bagi pengembangan Industri Kedirgantaraan Nasional, khususnya bagi pembangunan pesawat N219 dan pesawat R80, demi meraih cita-cita bersama mewujudkan kemandirian industri kedirgantaraan nasional,” pungkas Hasbi.
Aceh mendukung
Sementara itu, Raudhi, selaku Kepala Biro Ekonomi Setda Aceh menyatakan, bahwa Pemerintah Aceh dibawah kepemimpinan dr H Zaini Abdullah dan H Muzakir Manaf, menyambut baik dan mendukung sepenuhnya pengembangan industri kedirgantaraan yang saat ini terus dikembangkan oleh PT DI dan PT RAI.
“Kami menyambut baik pertemuan ini. Semoga kedepan Pemerintah Daerah di Aceh Pemerintah Aceh dapat bekerjasama untuk mengembangkan produksi pesawat nasional yang tujuan akhirnya adalah menerobos jalur transportasi di daerah.”

Check Also

Nova: Kehadiran KIA Harus Jamin Keterbukaan Informasi Publik

Banda Aceh – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mengharapkan kehadiran Komisi Informasi Aceh (KIA) …