Home / Sport / Pemerintah Diharapkan Ikut Benahi Sentul agar Pebalap Indonesia Bisa Go International

Pemerintah Diharapkan Ikut Benahi Sentul agar Pebalap Indonesia Bisa Go International

Banda Aceh, 11/03/2014 | Humas Aceh

Sentul – Banyak yang menilai sirkuit Sentul sudah ketinggalan zaman dan kurang representatif untuk menghajat balapan internasional. Pemerintah diharapkan ikut membantu membenahi supaya pebalap lokal bisa lebih bersaing.

Sentul dibangun sejak tahun 1993 dan pernah dua kali menggelar balap motor Grand Prix, tapi sudah sangat lama, yaitu di tahun 1996 dan 1997. Di kelas roda empat, ketika pernah bergulir kompetisi A1GP, Sentul juga pernah jadi tuan rumah di musim 2005/2006 dan 2006/2007.

Setelah itu Sentul sepi dari hingar bingar balapan top internasional, kecuali beberapa balapan di level Asia dan ASEAN. Jika ada pebalap-pebalap top dunia mampir ke Sentul, mereka umumnya tampil hanya sebagai eksibisi dan hiburan.

Sirkuit dengan panjang lintasan 4,12 Km itu, yang sebagian besar treknya lurus, dianggap banyak kalangan sudah tidak “menjual” untuk bersaing ke level yang lebih tinggi. Selain trek, fasilitasnya juga terbilang kuno.

Pemerintahan baru di era Joko Widodo diharapkan mulai lebih memerhatikan kondisi Sentul. Sebab, bagaimanapun Indonesia punya banyak pebalap yang juga berpotensi tampil di kancah internasional, dan mereka butuh sarana sirkuit yang memadai.

Harapan itu disampaikan salah satu tim Indonesia, Dspec Motorsport, yang di musim ini tampil di ajang ETCC (European Touring Car Championship) yang dihelat di Sentul.

“Indonesia punya segudang pebalap tangguh yang kerap tampil di Sentul. Supaya pebalap-pebalap kita bisa lebih berprestasi, tentu kita membutuhkan sirkuit yang lebih baik lagi,” ujar juru bicara tim, Rahmat Satria, yang juga didampingi pemilik tim, David Samuel, Minggu (2/11/2014).

“Tidak cuma pebalap tim kami, tapi juga semua pebalap yang kerap tampil di Sentul. Untuk bisa main di level internasional seperti di Sepang (Malaysia) atau Thailand, bahkan kalau perlu kami ke Tiongkok,” timpal pebalap tim Dspec, Ahmad Sadewa.

“Sebagai langkah kongkret, pemerintah agar turut memperbaiki sarana Sentul sehingga menjadi sirkuit yang mampu menggelar event sekelas GP3, GP3, bahkan Formula 1. Dengan sarana yang baik tentunya pebalap kita mampu belajar dan bersaing di tingkat internasional,” tambah Ahmad.

Dspec Motorsport sendiri pada Seri IV ETCC berhasil memboyong 7 trofi. Pada Seri V, 17-19 Oktober lalu, tim ini juga berhasil menyabet sebuah gelar juara.

Sumber : Detiksport.com

Check Also

Wagub Buka Turnamen Road Race Pemerintah Aceh 2025

BANDA ACEH— Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, membuka turnamen road race Pemerintah Aceh yang digelar di …