Home / Berita Terbaru / Perekonomian Aceh Triwulan II Tumbuh 1,28 Persen

Perekonomian Aceh Triwulan II Tumbuh 1,28 Persen

Humas Aceh |5 Agt 2016

Banda Aceh – Perekonomian Aceh semester I-2016 dengan Migas naik 3,59 persen dan tanpa migas tumbuh 4,35 persen.  Untuk triwulan II-2016 tumbuh sekitar 1,28 persen dengan migas dan 2,85 persen dengan tanpa migas. Perekonomian Aceh triwulan-II 2016 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai 33,82 triliun. Untuk PDRB tanpa migas, adalah 32,86 triliun.

“Pertumbuhan tertinggi, dicapai oleh lapangan usaha administrasi pemeirntahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib yang tumbuh sebesar 16,59 persen,” ujar Ir. Andariati Afrida, Kabid Neraca Wilayah BPS Aceh, saat konferensi pers resmi Badan Pusat Statistik Triwulan II, Jumat (05/08).

Andariati menambahkan dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi ada ada di komponen konsumsi pemerintah, yaitu sebesar 42,29 persen.

Selain itu Persepsi optimisme konsumen di Aceh terhadap kondisi ekonomi pada triwulan II-2016 juga menunjukkan tren positif yaitu berada pada tingkat kedua tertinggi Sumatera setelah Riau. Sementara untuk nasional, Provinsi Aceh berada pada urutan ketiga setelah Provinsi Kepulauan Riau dan Maluku. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Aceh adalah 113,04, sedangkan Riau 113,34. Capaian triwulan II tersebut mengungguli rata-rata ITK  nasional (indeks 107,93).

“Konsumsi rumah tangga di Aceh sangat tinggi. Di triwulan II kita tahu ada puasa dan hari raya yang tentu konsumsinya jauh lebih tinggi dari hari-hari biasanya,” ujar Andariati.

Tingkat optimisme konsumen meningkat karena pengaruh adanya persepsi optimis yang tinggi pada variabel pendapat rumah tangga di triwulan II-2016. Di Aceh, meski inflasi yang tinggi pada triwulan II dengan meningkatnya harga barang, optimisme konsumen tetap meningkat karena adanya bulan ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Pada variable volume konsumsi rumah tangga terhadap komuditi bahan makanan dan nonmakanan memerlihatkan optimisme yang terus meningkat.

Sementara itu, Indeks Demokrasi Indonesia tahun 2015 menunjukkan tren penurunan. Sejak dihitung per 2009 lalu, demokrasi Aceh hanya meningkat pada tahun 2014. Pada awal dihitung, tercatat angka 66,29 dan turun setahun berikutnya menjadi 65,36. Pada 2011 turun lagi menjadi 55,54, dan turun juga di tahun 2012 menjadi 54,02.

Dua tahun selanjutnya, indeks demokrasi menunjukkan tren positif. Tahun 2013, tercatat 63,66 dan naik lagi di tahun 2014 menjadi 72,29. “Tahun 2015 turun menjadu 67,78. Tahun 2016 menjelang tahun politik, semoga saja indeks demokrasi Indonesia bisa membaik kembali, ujar Abdul Hakim M.Si, Kabid Statistik Sosial BPS Aceh. (Humas – Aceh)

 

Check Also

DPRA Setujui Rancangan Qanun Aceh tentang APBA 2021

Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menyatakan setuju terhadap Rancangan Qanun Aceh tentang …