Home / NASIONAL / Resep Putra Sulung BJ Habibie Agar Ekonomi RI Maju Pesat

Resep Putra Sulung BJ Habibie Agar Ekonomi RI Maju Pesat

Banda Aceh, 10/10/2014 | Humas Aceh

Jakarta -Sejumlah pihak memperkirakan Indonesia akan masuk jajaran 10 besar perekonomian dunia pada 2030. Meski begitu, Indonesia masih banyak memiliki pekerjaan rumah yang harus, salah satunya mendorong inovasi dan teknologi.

Demikian dikatakan Presiden Direktur PT ILTHABI Rekatama, Ilham Akbar Habibie, saat acara ‘BCA Indonesia Knowledge Forum III 2014’ di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Jumat (10/10/2014).

“Mudah-mudahan pada 2030 Indonesia sudah merupakan negara dengan perekonomian terbesar ke-7 di dunia. Sebetulnya ada banyak pekerjaan rumah yang harus kita perbaiki. Ekonomi kita tidak jelek,” katanya.

Ilham menyebutkan, salah satu syarat sebuah negara menjadi negara maju adalah berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Presiden Cile pernah mengatakan, kita kalau mau mengembangkan tiap negara di dunia menuju masa depan yang lebih cerah mestinya mengembangkan investasi ke human capital. Kemudian invest pada pengembangan iptek yaitu science and technology,” terangnya.

Menurutnya, melalui investasi akan banyak keuntungan yang didapat. Jenis investasi yang dilakukan, kata Ilham, bukan saja pada sektor yang sudah ada tapi juga perlu melakukan inovasi untuk investasi jangka panjang seperti pembuatan pesawat.

“Kalau kita invest, ada return of investment. Jangan sebagai biaya. Memang, return-nya jangka panjang. Kalau bicara capital, biasanya bicara uang atau investasi. Uang bisa mengalami apresiasi dan depresiasi, begitu juga dengan manusia. Kita harus memberikan peluang bagi warga Indonesia agar bisa menikmati proses apresiasi dalam human capital masing-masing,” jelas putra sulung mantan presiden BJ Habibie tersebut.

Selain itu, lanjut Ilham, perlu mencetak banyak pengusaha di Indonesia melalui inovasi yang diterapkan dan mengentaskan kemiskinan.

“Kalau kita sebagai orang yang kreatif, atau punya banyak ide, kita menemukan sesuatu yang baru belum tentu itu inovasi. Kalau sudah bisa diterapkan pada kehidupan sehari-hari dan jadi bisnis, baru itu inovasi. Kita juga harus minimalkan yang namanya kemiskinan,” katanya.

Ilham menambahkan, inovasi sangat dibutuhkan Indonesia untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Inovasi dan iptek dapat menciptakan peluang bagi Indonesia untuk menjadi ‘raja’ di ASEAN.

“Akhir 2015 kita sudah masuk era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Itu merupakan sesuatu yang seringkali dilihat sebagai ancaman, tapi sebenarnya kekuatan. Itu peluang. Ada yang bisa menggunakan teknologi secara produktif, ada yang hanya bisa menjadi consumer. Tapi kita harus terus berusaha,” pungkasnya.

Sumber : Detikfinance.com

Check Also

Pemerintah Aceh Akan Bangun Asrama Mahasiswa di Surabaya dan Malang

Surabaya – Pemerintah Aceh merencanakan untuk membangun asrama mahasiswa Aceh di Surabaya dan Malang, Jawa …