Home / Berita Terbaru / Tatapan Bening Sang Jawara

Tatapan Bening Sang Jawara

Banda Aceh, 28-5-2015 | Humas Aceh

Sigli – Dengan langkah pelan, perempuan kelahiran Lhokseumawe itu berjalan menuju podium. Senyum sumringah menghiasi wajah cantiknya saat ia dipanggil untuk memberikan sambutan singkat dihadapan rombongan Menteri Anies Baswedan, pada Graduation Day 2015. Wisuda siswa-siswi Sekolah Sukma Bangsa.

I can’t help my self from looking back. My name is Amalia Suri. Uniform is something I’m really proud of . “Saya sangat bangga mengenakan seragam Sekolah Sukma Bangsa, dan hari ini adalah hari terakhir saya memakainya “ pungkasnya.

It’s quite hard for me not to label my self as anak sukma anymore. Bagi Amalia, dicap sebagai anak sukma dengan seragam putih kombinasi hijau tosca merupakan kebanggaan tersendiri. tapi dengan sukacita ia harus meninggalkannya, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Dihadapan Menteri dan tamu penting, dengan bahasa inggris yang pasih ia mengatakan, sangat berkesan dengan pengalaman ketika mendapat kepercayaan berkunjung ke Lancaster, Ohio state, Amerika dalam program pertukaran siswa.

“The best experience I got is when I got an opportunity to go on exchange program to the US,” kisahnya.

Lengkapnya bernama, Amalia Suri. Putri dari pasangan Sofian Suri dan Fauziah ini adalah lulusan berprestasiSekolah Sukma Bangsa Pidie tahun 2015 ini..Lia, -begitu ia disapa – juga merupakan siswa cerdas di lembaga pendidikan swasta yang didirikan oleh Surya Paloh, pemilik Metro Group itu.

Sejak kelas 1 SMP hingga SMA, Lia tercatat selalu berada di ‘klasemen puncak’, di kelasnya. Dibalik kecerdasan yang dimilikinya, Amalia juga unggul di aktivitas ektrakurikuler . Ia pernah Juara OSN Astronomi tingkat kabupaten, Juara 1 FLS2N cabang teater tingkat kabupaten/kota dan Peringkat 4 lomba English Debate Riab Fair tingkat Provinsi.

Perempuan kelahiran 9 Juni 1996 ini juga tercatat sebagai peserta Keneddy Lugar Youth Exchange and Study di Amerika Serikat. Selain itu, Lia juga pernah menjadi peserta pertemuan pemuda se-Asean SYC (Sunburst Youth Camp) di Singapora.

Dikisahkannya, dulu 6 tahun lalu, saat pertama kali menginjakkan kaki dan diasramakan oleh Yayasan Sukma Bangsa, Lia selalu melafazkan satu kata, pesan orangtuanya, “Jadilah kebanggaan adik-adikmu, Jadilah anak Aceh yang berhasil, yang bisa mengharumkan nama Aceh sebagai Serambi Mekkah,” kenangnya.

Selama bertahun-tahun, kata Lia, ia selalu menyebut mimpi ini dalam do’a dan zikir air mata selepas shalat. Baginya, impian tersebut juga harapandan stimulus sebagai potret bagi kesuksesan adik-adiknya. Ia juga mengaku, berhasil melewati perjalanan masa yang penuh getir, berkat nasehat ibu dan bimbingan guru-gurunya.

“I’ll cross the stream, I have a dream,” ujar anak ke-2 dari enam bersaudara ini, mengutip lirik lagu weslife.

Sejenak ia terdiam, hembusan nafasnya terlihat menguat, ada tetesan bening yang keluar dari kelopak matanya. Dengan suara terbata-bata ia berujar, “ Doa’kan Lia, semoga Lia lulus diUGM, Lia ambil strudi Hubungan Iinternasional. Lia juga daftar di Paramadina Fellowship untuk mendapatkan beasiswa,” tutupnya.

Ya, genggam erat harapanmu Lia, do’a kamiselalu mengiringi anak negeri. Buktikan pada dunia, bahwa bumi tanah rencong tidak hanya memancarkan gas, atau minyak bumi atau batubara atau batu giok tapi juga melahirkan generasi cerdas berakhlaq mulia. []

 

Check Also

Sekda Kembali Serahkan Rancangan KUA-PPAS 2022 kepada Pimpinan DPRA

BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah, atas nama Gubernur Aceh, menyerahkan dokumen Rancangan …