Home / Berita Terkini / Terkait Insiden Tolikara, Gubernur Aceh: Lakum Diinukum Waliyadiin

Terkait Insiden Tolikara, Gubernur Aceh: Lakum Diinukum Waliyadiin

Banda Aceh, 24-7-2015 | Humas Aceh

Banda Aceh  – Insiden yang terjadi di Tolihara, Papua adalah sesuatu yang sangat mengejutkan. Sementara itu, sejak masa Kesultanan Aceh, walaupun Aceh sering berada dalam kondisi huru-hara, namun tidak pernah terdengar terjadi konflik antar umat beragama di daerah berjuluk Serambi Mekah ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, saat menyampaikan sambutan singkatnya pada kegiatan Silaturrahmi pangdam Iskandar Muda dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh, yang digelar di Balai Teuku Umar, Markas Kodam Iskandar Muda, (Kamis, 23/7/2015).

“Tidak ada sesuatu yang memaksakan kita untuk tidak menghargai agama lain. Jika sampai pada suatu titik yang tidak bisa terselesaikan, maka kita dapat kembali pada apa yang telah termaktub pada Surat Al-Kafirun, Ayat 6, yang berbunyi, ‘Lakum Diinukum Waliyadiin,’ (Untukmu agamamu dan untukkulah agamaku), inilah yang diajarkan oleh Islam,” terang Zaini.

Gubernur menjelaskan, meskipun di seberang Masjid Raya Baiturrahman atau tepatnya di sebelah Makodam Iskandar Muda terdapat Gereja. Kemudian di daerah yang juga tidak terlalu jauh, yaitu di kawasan Peunayong juga terdapat Vihara (klenteng). Namun tidak pernah terdengar ada gangguan saat umat agama tersebut beribadah.

“Ini menandakan sikap toleransi beragama di Aceh sangat tinggi. Bahkan sejak masa Kesultanan, Aceh juga sudah membangun hubungan yang baik dengan negara-negara yang bukan negara Muslim, seperti Inggris, Belanda, Perancis dan lain-lain,”terang Zaini Abdullah.

Kegiatan yang digagas oleh Kodam Iskandar Muda dan Pemerintah Aceh melalui Badan Kesbangpolinmas Aceh ini turut dihadiri oleh Paduka Yang Mulia Wali nanggroe, Malik Mahmud Al-Haytar, Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Husein Hamidi, Wakil Ketua DPRA, Dalimi, SE, perwakilan Kajati Aceh.

Beberapa tokoh Aceh juga terlihat hadir, diantaranya Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Aceh, Prof Hasbi Aminuddin, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Prof Yusni Sabi, Buya Imam Syuja’I, serta beberapa tokoh Aceh lainnya.

Sementara itu dari para anggota Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) juga terlihat hadir, diantaranya, Ketua FKUB Aceh, Zainuddin Ahmad, Pemuka Agama Budha, Yuswar, Pemuka Agama Protestan, Pdt, Drh Idaman Sembiring, Pemuka Agama Katholik, Pastor Hermanus, Pemuka Agama Hindu, Paini.

Beberapa ormas dan organisasi kepemudaan juga terlihat hadir pada acara tersebut, diantaranya KNPI, BKPRMI, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Pancasila, dan beberapa organisasi lainnya.

Check Also

Bangun SDM Berkualitas dengan Cegah Stunting

Aceh Utara– Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah,  mengatakan stunting merupakan ancaman bagi masa depan bangsa. Sebab, …