Home / Berita Terkini / Anggota Forbes Haru dan Apresiasi Pemerintah Aceh

Anggota Forbes Haru dan Apresiasi Pemerintah Aceh

JAKARTA—Gagasan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menggelar Pertemuan Pemerintah Aceh dengan Forum Bersama (Forbes) DPR dan DPD RI Asal Aceh di Hotel Borubudur, Jakarta, (11/11/2019) mengundang haru dan apresiasi.

Keharuan itu diungkapkan secara lugas oleh T A Khalid, anggota DPR RI yang juga Ketua Partai Gerindra Aceh. Ia mengaku terharu atas pertemuan Forbes DPR dan DPD RI dengan Pemerintah Aceh yang turut diikuti sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). Menurutnya, pertemuan tersebut merupakan terobosan yang belum pernah terjadi, dan belum dilakukan daerah lain.

“Saya terharu dan mengucapkan terima kasih atas pertemuan strategis ini,” katanya.

TA Khalid mengaku pernah diajak teman sejawatnya untuk membahas Program Kerja Forbes DPR RI 2019-2024. Namun, ia merasa Program Kerja Forbes tidak ada manfaatnya apabila tidak terkoneksi dengan Rencana Kerja Pemerintah Aceh. Tapi pertemuan ini, kata Khalid, membuat Forbes dapat menyusun program kerja yang sinergis dengan Pemerintah Aceh.

Sinergisitas program kerja Forbes dengan Pemerintah Aceh, lanjut Khalid, sangat penting dan mendesak untuk merawat perdamaian abadi di Aceh. Menurutnya, berulangnya konflik Aceh usai Perjanjian Lamteh Tahun 1957, akibat janji perdamaian yang tak terpenuhi. Karena itu, perlu kita selesaikan bersama terhadap hal-hal yang belum terselesaikan sesuai perjanjian Helsinki.

“Tolong manfaatkan kami untuk membantu Pemerintah Aceh,” pinta Khalid tanda tendeng aling-aling.

Mantan Calon Wakil Gubernur Aceh pada Pilkada Aceh 2017 itu bahkan mengajak teman-teman anggota DPR RI asal Aceh dan Senator dari Serambi Mekkah untuk meninggalkan atribut partai, dan bersama-sama membantu Pemerintah Aceh. Sebab, lanjutnya, perlu adanya tindakan teknis dan politis untuk mempertahankan kepentingan Aceh di pusat.

Ia mencontohkan soal pengambil alihan pengelolaan Migas di Wilayah Kerja B atau Blok B dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE) oleh Pemerintah Aceh yang belum selesai. Begitu juga memperjuangkan alokasi dana Otsus Aceh menjadi permanen, tetap 2% dari DAU Nasional, imbuhnya.

Supaya gayung bersambut, tambah Khalid, Plt Gubernur Aceh perlu menunjuk SKPA yang secara terus-menerus dapat berkoordinasi dengan pihaknya di DPR RI.
“Ibarat bermain voli, harus ada SKPA yang tosser dari daerah untuk kami smash di Senayan,” kata Khalid bertamsil.

Apresiasi

Sementara itu, para anggota DPR RI dan DPD RI yang hadir dalam pertemuan Pemerintah Aceh dengan Forbes itu mengapresiasi cara Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah membangun silaturahmi dan komunikasi dengan anggota Forbes.

“Pertemuan ini laksana silaturrahmi sambil menjalin komunikasi batin,” kata anggota DPR RI yang juga seniman Aceh,Rafli Kande.

Sudirman yang di Aceh lebih merakyat dengan panggilan Haji Uma, meminta Plt Gubernur Aceh menggas regulasi khusus tentang perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Aceh di Malaysia. Payung hukum itu sangat dibutuhkan dalam alokasi anggaran yang memadai untuk menangani masalah yang dihadapi TKI di luar negeri. Hampir setiap hari ada yang meninggal dunia karena sakit dan butuh biaya besar memulangkannya ke Aceh.

Anggota DPR RI lainnya Illiza Sa’aduddin Djamal mengusulkan dikembangkan destinasi wisata tsunami dan destinasi wisata bekas konflik di Aceh. Munurut mantan Wali Kota Banda Aceh itu, musibah konflik dan tsunami itu membawa berkah dengan bertambahnya potensi wisata baru di Aceh.

Pada kesempatan itu Illiza juga melaporkan rencana pengusaha asal Aceh Surya Paloh yang rencana akan menggelar kenduri nasional di Jakarta dan akan mengundang Pemerintah Aceh, anggota DPRA, Anggota Forbes Aceh, dan tokoh-tokoh Aceh lainnya di Jakarta.

Sementara itu, Ketua Forbes DPRI dan DPD RI M Nasir Djamil yang duduk berdampingan dengan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan tekun mengikuti aneka pendapat dan saran dari anggotanya, mengusulkan perlunya Sekretariat Bersama Forbes dan Pemerintah Aceh di Jakarta dan di Aceh. Senada dengan TA Khalid tadi, politisi PKS yang sudah matang di Senayan itu, juga mengusulkan kaukus SKPA dan Koordinator koneksi dengan komisi-komisi di DPR RI.

Tanggapan Nova

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang terus mengikuti dinamikan diskusi itu dan tak beranjak dari duduknya, langsung menyepakati semua usulan anggota Forbes. Nova besepakat dengan TA Khalid maupun Nasir Djamil tentang koukus SKPA yang akan berkomunikasi secara intens dengan anggota Forbes dan komisi-komisi di DPR RI.

Nova menjelaskan, berdasarkan kedudukan, susunan organisasi, tugas, fungsi, dan tata kerja sekretariat daerah Aceh, sudah terbentuk kaukus SKPA di bawah Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, dan SKPA di bawah Asisten Administrasi Umum, sembari memperkenalkan ketiga asisten Sekda Aceh itu. Selanjutnya, Nova juga memperkenalkan staf Ahli yang akan menjadi Liaison Officer untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan DPR RI di Jakarta.

Pada Kesempatan tersebut, atas nama Pemerintah Aceh Nova juga mengucapkan terima kasih kepada anggota DPD RI Sudirman, alias Haji Uma, yang aktif membantu kesulitan TKI di Luar negeri selama ini. Nova percaya apa yang dilakukan Haji Uma tidak sia-sia. Memberikan kemudahan kepada orang dalam kesusahan pasti mendapat imbalannya.

“Imbalan itu nyata, dan terbukti Haji Uma terpilih lagi sebagai Senator Aceh di DPR RI,” ujar Nova mencairkan suasana yang disambut tawa Haji Uma dan peserta lainnya.

Lebih lanjut Nova mengatakan, pertemuan pihaknya dengan Forbes merupakan berkah bagi pembangunan Aceh selanjutnya. Kebekuan komunikasi hanya bisa diatasi dengan mempererat silaturahmi. Komunikasi dan silaturhami yang terus dibanguna selama ini, ujar Nova, membuat hubungan Pemerintah Aceh sangat baik dengan stakeholder utama.

“Hubungan kita dengan Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe sangat baik. Begitu juga dengan Pangdam Isakandar Muda, Kapolda Aceh, Kajati Aceh, dan anggota Forkompimda Plus lainnya,” ujar Nova mengakhiri tanggapannya.

Acara pertemuan yang ditutup dengan doa yang dibacakan Wakil Ketua MPU Aceh Tgk H Faisal Ali itu, dihadiri Plt Gubernur Aceh, Kajati Aceh, Perwakilan Pangdam IM, Sekda Aceh dan SKPA terkait, Ketua Forbes Aceh, M Nazir Djamil dan anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh, termasuk anggota DPR RI asal Aceh dari pemilihan provinsi lain, seperti Qadafi dari Lampung dan Husaini dari Sumatera Utara [*]

Check Also

Tinjau Puskesmas Kluet Timur, Ini Kritik Sekda Aceh

Aceh Selatan – Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah, meninjau beberapa fasilitas layanan kesehatan di Kecamatan Kluet …