Home / Berita Terkini / Aceh Tengah Miliki Potensi Agrowisata Menggiurkan

Aceh Tengah Miliki Potensi Agrowisata Menggiurkan

Banda Aceh, 19-11-2015 | Humas Aceh

Banda Aceh – Selain menjadikan kopi sebagai komoditas unggulan, Aceh Tengah juga dinilai memiliki potensi agrowisata yang menggiurkan sehingga nama Aceh Tengah sebagai induk Dataran Tinggi Gayo semakin melambung, baik di level regional, nasional bahkan internasional.

Salah seorang peserta yang tergabung dalam Specialty Coffee Association of Europe (SCAE) asal Italia, Magda Katsura mengatakan apabila semua potensi agrowisata yang dimiliki Aceh Tengah dioptimalkan bukan tidak mungkin daerah penghasil kopi Arabika terbaik itu akan menjadi salah satu destinasi wisata yang diperhitungkan.

“Lihat di sekeliling, hamparan kopi dimana-mana, bahkan hanya beberapa kilometer dari pusat kota. Tidak semua daerah punya potensi seperti ini”, ujarnya saat mengunjungi kebun kopi milik salah seorang warga di Belang Gele, kecamatan Bebesen, kabupaten Aceh Tengah hari Rabu, 18 Nopember 2015.

Menurutnya infrastruktur dasar seperti jalan sudah memadai, juga jaringan listrik. Bahkan sebagian wilayah di Aceh Tengah sudah memiliki akses 3G.

“Hanya untuk perlu sedikit polesan, misalnya jalan yang lebih bagus sehingga dapat diakses oleh siapa saja”, imbuhnya.

Meski Aceh Tengah sudah memiliki kawasan wisata andalan berupa Danau Laut Tawar, pebisnis kopi asal Roma itu justru lebih tertarik bila kebun kopi rakyat yang dijadikan sebagai objek wisata yang lebih menjanjikan.

“Anda hanya butuh bangunan untuk penginapan di tengah kopi, lengkap dengan segala fasilitas, termasuk WiFi. Coba konsepnya disusun sedemikian rupa dan dikemas dengan strategi marketing yang baik”, ujarnya penuh antusias.

Bagaimanapun agrowisata, kata Magda, identik dengan aktifitas yang menyatu dengan alam, dimana setiap orang dapat melihat secara langsung bagaimana kopi terbaik di dunia tumbuh dan dikelola oleh para petani.

Kunjungan delegasi SCAE ke dataran tinggi Gayo‎, merupakan balasan dari partisipasi Pemerintah Aceh tepatnya Badan Investasi dan Promosi Aceh, Pemkab Aceh Tengah dan Pemkab Bener ‎Meriah yang sebelumnya menghadiri undangan SCAE pada ekspo kopi dunia di Gothenburg Swedia pada medio Juni 2015 lalu

‎Menurut Bupati Nasaruddin kunjungan SCAE merupakan peluang yang sangat baik bagi daerah penghasil kopi arabica tersebut untuk memperbesar ekspor langsung ke Eropa

“Eropa saat ini menjadi konsumen utama kopi dunia khususnya arabica, beruntung sekali tim SCAE bisa berkunjung dan melihat langsung bagaimana budidaya kopi arabica Gayo mulai ditingkat petani hingga eksportir,” kata Nasaruddin

Diakui Nasaruddin bahwa selama ini ekspor kopi Gayo ke Eropa masih kecil‎, walaupun kopi Gayo‎ sudah banyak beredar di Eropa yang didapat dari Importir Amerika

“Selama ini mata rantai masih panjang, kedatangan SCAE kemari tentu akan membuka peluang untuk meningkatkan volume ekspor ke negara-negara Uni Eropa,” demikian Nasaruddin.(MarK)

Foto: Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mendampingi rombongan Specialty Coffee Association of Europe (SCAE) melihat secara langsung budidaya kopi Arabika Gayo di Kabupaten Aceh Tengah pada Rabu 18 Nopember 2015

Check Also

Plt Gubernur Aceh Pimpin Delegasi Indonesia pada Konferensi IMT-GT di Thailand

Thailand – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah memimpin Delegasi Republik Indonesia pada Pertemuan Tingkat …