Home / Berita Terbaru / Gubernur Ajak FPMPA Bangun Aceh

Gubernur Ajak FPMPA Bangun Aceh

Banda Aceh, 29-8-2015 |Humas Aceh

Banda Aceh – Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah mengajak para mahasiswa dan pemuda untuk bersama-sama membangun Aceh ke arah yang lebih baik. Sebab, maju mundurnya sebuah bangsa sangat tergantung dari peran besar mahasiswa dan pemuda yang notabane-nya sebagai agen perubahan.

Hal itu disampaikan Gubenur Zaini Abdullah saat membuka Kongres II Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) di Aula Arafah Asrama Haji, Banda Aceh, Sabtu (29/8). Kegiatan yang berlangsung 29-30 Agustus tersebut diikuti pengurus dari 22 paguyuban se Aceh.

Adapun paguyuban yang terhimpun dari FPMPA adalah PEMATANG (Aceh Tamiang), HIMAPALSA (Kota Langsa), IPPAT (Aceh Timur), IPAU (Aceh Utara), IMPKL (Lhokseumawe), HIMABIR (Bireuen), IMPIJA (Pidie Jaya), FOKUSGAMPI (Pidie), HIMAB (Aceh Besar), IKAMBA (Banda Aceh), IPELMAJA (Aceh Jaya) IPELMABAR (Aceh Barat), HIPELMABDYA (Abdya), HAMAS (Aceh Selatan), IPPELMAS (Simeulue), HIMAPAS (Aceh Singkil), HPP-SHaF (Subulussalam), IPPEMATA (Aceh Tengah), IPMAT (Aceh Tenggara), HPBM (Bener Meriah), dan Hippemagas (Gayo Lues).

Gubernur Zaini yang mengenakan jas hitam hadir didampingi Karo Humas Pemerintah Aceh, HM Ali Alfata, Karo Umum Setda Aceh, T Aznal Zahri, Kadisbudpar Aceh Reza Fahlevi, Kaban Kesbangpol dan Linmas Aceh Nasir Zalba, dan Staf Ahli Gubernur Bidang Politik dan Hukum M Jafar.

Rombongan disambut hangat oleh para Mahasiswa dan Pemuda Aceh yang sudah lama menanti di depan Aula. “Saya mengucapkan terimasih kepada adik-adik yang telah mengundang saya pada pertemuan ini,” kata Doto Zaini.

Gubernur Zaini dalam sambutannya mengapresiasi kegaiatan tersebut. Menurutnya, dalam perspektif sejarah dan perpolitikan, pemuda senantiasa menunjukkan peran dan kepeloporannya dalam pembangunan bangsa.

Karena itu, tidaklah keliru jika kesetiaan pemuda dalam perjalanan sejarah bangsa diasumsikan sebagai posisi rakyat yang sebenarnya. Bahkan pepatah mengatakan, “mengingkari peran pemuda dalam pembangunan berarti mengingkari keberadaan negeri ini”.

“Jika kita simak perubahan dan konstelasi sejarah perjalanan Aceh, akan tampak jelas kalau pemuda banyak mengambil peran dalam membangun peradaban di wilayah ini. Bahkan keterlibatan pemuda Aceh sebagai ”pemantik” perubahan sosial telah muncul sejak masa kolonial Belanda,” ujarnya.

 

“Karena itu jangan sesekali menganggap enteng pemuda Aceh. Dia adalah tonggak dari perjalanan sejarah yang banyak mengubah negeri ini,” tambah Abu Doto, yang mendapat gemuruh tepuk tangan dari para mahasiswa dan pemuda.

Gubernur Zaini berharap FPMPA dapat memperkuat karakter bangsa melalui peran pemuda untuk perubahan sebagai pengontrol kebijakan. “Kita butuhkan semua orang yang ahli dalam bidangnya, termasuk mahasiswa. Jadi tidak perlu berdemo-demo, tapi cukup berdiskusi dan saya siap menerima perwakilan mahasiswa,” pungkas Zaini Abdullah, sembari mengajak Pemuda dan Mahasiswa merawat dan mengisi damai Aceh.

Sementara Ketua Umum FPMPA Mufied Alkamal mengatakan pihaknya siap mendukung dan mengawal setiap kebijakan Pemerintah. Bahkan pihaknya bertekad akan membangun Aceh melalui kajian-kajian diskusi. “Kami juga berharap agar Pemerintah Aceh memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia khususnya generasi muda di Aceh,” pintanya. []

Check Also

Gubernur Terima Audiensi Forum Imam Masjid Aceh

BANDA ACEH – Gubernur Aceh Nova Iriansyah, menerima kunjungan audiensi Forum Imam Masjid Aceh (FIMA) …