Home / Informasi Lain / DINUL ISLAM / Gubernur Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Baitu Huda

Gubernur Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Baitu Huda

Banda Aceh | 11/13/2014 |

Pidie – Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah bersama Abu Kuta Krueng dan Abu Tu Min Blang Blahdeh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baitul Huda yang berada di Gampong Blang Malu, Kecamatan Mutiara Timur, Kamis (13/11/2014).

Setelah menempuh perjalanan selama 1,5 jam dari Banda Aceh, Gubernur didampinghi istri beserta rombongan tiba di kawasan pembangunan Masjid Baitul Huda, dan disambut langsung oleh Sarjani Abdullah selaku Bupati Pidie dan Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas serta Abu Kuta Krueng dan Abu Tu Min Blang Blahdeh.

Masjid Baitul Huda dibangun diatas tanah wakaf seluas 7.500 hektar ini merupakan pembangunan Masjid baru untuk menggantikan Masjid lama yang nantinya akan diubah fungsinya menjadi dayah terpadu dan tempat pengajian.

Hal tersebut dijelaskan oleh anggota tim Panitia Pembangunan Masjid, H Jamaluddin, dalam laporannya kepada Gubernur dan seluruh masyarakat yang menghadiri acara peletakan batu pertama tersebut.

Jamaluddin menjelaskan, panitia pembanunan Masjid bersama Muspika dan seluruh tokoh masyarakat telah melakukan musyawarah dan mengambil keputusan, tepatnya pada tanggal 23 Agustus 2013, yang menghasilkan beberapa poin kesepakatan, yaitu membangun Masjid Baitul Huda Blang Malu pada lokasi baru.

Selanjutnya, Lokasi Masjid yang lama akan dijadikan Dayah Terpadu, poin selanjutnya bangunan Masjid yang sudah ada saat ini akan tetap utuh dan tidak akan dipugar, nantinya disekitar bangunan tersebut akan dibangun asrama dan tempat-tempat pengajian dan balai, selanjutnya pada setiap pelaksanaan Shalat Jum’at, Jamaah Shalat selalu penuh hingga ke bagian luar Masjid.

“Hal tersebut mengakibatkan banyak Jamaah yang harus Shalat di bagian tangga Masjid dan halaman Masjid. Selain itu, bangunan Masjid lama sudah sangat rendah, sehingga untuk memugarnya akan sangat sulit dan tidak sesuai dengan tempat dan keadaan,” terang Jamaluddin.

Masjid yang dibangun di tepi jalan nasional Medan-Banda Aceh ini, dikelilingi oleh beberapa gampong, yaitu Tanjung Usi, Gampong Rambong, Dayah Usi, Gampong Lada, Paloh Tinggi, Dayah Kumba, Jeurat Mayang, Jurong Pande, Paloh Lada, Meunasah Raya, Paloh Mibong, Meunasah Baroh dan sebagian wilayah Ujong Rimba.

Doto: Tempat Ini Sangat Bersejarah bagi Saya

Dalam sambutannya gubernur berpesan, jika selesai dibangun nantinya agar Masjid Baitul Huda dapat menjadi tempat ibadah dan syi’ar bagi masyarakat yang ada di kawasan tersebut. “Berbagai aktivitas juga bisa dilakukan di Masjid, bukan hanya sebagai tempat beribadah namun banyak hal sosial kemasyarakatan yang bisa dilaksanakan di masjid.”

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat dan para donatur atas dukungannya terhadap pembangunan Masjid Baitul Huda. Marilah bersama-sama kita bergandengan tangan dalam keberagaman. Ingat, tujuan kita adalah sama yaitu, membangun dan memakmurkan Rumah Allah demi modal kita di hari akhir nanti,” ujar Gubernur

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan bahwa kawasan Simpang Blang Malu merupakan salah satu daerah bersejarah bagi ‘Zaini muda’ karena kawasan tersebut merupakan tempat transit beliau sebelum menuju kawasan pegunungan di Pidie.

“Disini, tepatnya di Simpang Blang Malu ini. Saya pernah tiba disini sekitar pukul 01:00 WIB dari arah timur. Begitu turun dari mobil (angkutan antar kota-red) saya langsung lari menuju ke pegunungan di belakang sana,” ujar gubernur sambil menunjuk kawasan pegunungan Halimun.

Mendengar cerita nostalgia Doto Zaini, para hadirin termasuk Dandim dan Kapolres Pidie terlihat tertawa dan bertepuk tangan. “Tapi itu masa lalu, sekarang saya sudah kembali ke tempat dan bersama seluruh aparat terkait kita membangun Aceh ke arah yang lebih baik lagi.”

Hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRA, Anggota DPRK Pidie, unsur Forkorpimda Pidie, Kepala Biro Isra, Ilyas Nyak Tuy, Dandim, Kapolres, Kabiro Umum. Selain itu hadir pula Ketua tim Asistensi Gubernur, Zakaria Saman.

Untuk diketahui bersama, Saat pembangunan Masjid Baitul Huda lama, proses peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Tgk Daud Beureueh dan Abu Abdullah Ujong Rimba.

Check Also

Dyah Erti Idawati Berdoa di Pusara Rangga

Idi – Wakil Ketua PKK Aceh Dyah Erti Idawati menziarahi makam almarhum Rangga Aqshal Mustaqim …