Home / Berita Terkini / Gubernur: Proses Damai Aceh Diakui Dunia Internasional

Gubernur: Proses Damai Aceh Diakui Dunia Internasional

Humas Aceh | 21 Maret 2016

Pidie Jaya – Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, menyebutkan, peristiwa perdamaian Aceh sebagai salah satu peristiwa pentng yang diakui oleh dunia internasional. “Martti Ahtisaari, mediator damai Aceh mendapat hadiah Nobel Perdamaian berkat peran dan keterlibatannya dalam proses perundingan perjanjian damai MoU Helsinki,” ujar gubernur Zaini saat meresmikan gedung Lembaga Pendidikan Islam Nurul Rahmah, Buket Teungoh, Kecamatan Jangka Buya, Pidie Jaya, Minggu (20/3).

Karena itu, gubernur berharap masyarakat khususnya anak usia sekolah dapat mempelajari sejarah perdamaian Aceh mulai dari bangku sekolah. Gubernur juga memastikan, proses perdamaian mulai dari MoU Helsinski hingga lahirnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pemerintah Aceh (UUPA) dipastikan akan masuk dalam kurikulum pendidikan Aceh.

Gubernur Zaini mengatakan bahwa sejarah tentang konflik yang puluhan tahun melanda Aceh dan akhirnya selesai dengan semangat perdamaian perlu diceritakan kepada generasi akan dating. Hal tersebut guna membangkitkan kesadaran mereka akan pentingnya memelihara perdamaian bagi keberlansungan pembangunan Aceh.

Menurut Zaini, sejarah Aceh yang akan dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan nanti bukan saja berkaitan dengan konflik dan perdamaian, tapi juga termasuk peran Aceh dalam mempertahankan kemerdekaan pada awal pendirian Republik Indonesia. Gubernur memberi contoh tempat di mana Radio Rimba Raya di Mener Meriah, yang kondisinya sangat sederhana. Radio tersebut adalah radio yang menyiarkan status kedaulatan Indonesia dari penjajahan Belanda. “Tapi masih sedikit dari generasi muda sekarang yang tahu,” katanya.

Di hadapan para pengurus pesantren dan santri yang turut hadir pada acara peresmian tersebut, Gubernur Zaini menegaskan bahwa pendidikan dayah terpadu akan tetap mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Aceh baik melalui Badan Pembinaan Pendidikan Dayah (BPPD) serta SKPA lainnya yang terkait.

Penguatan pendidikan Islam, kata Zaini, akan menjadi fokus perhatian Pemerintah Aceh. Sampai dengan sekarang, jumlah santri yang belajar di dayah dan pesantren terus meningkat. “Kami yakin, hal ini tidak terlepas dari perbaikan fasilitas dan peningkatan manajemen yang lebih baik dari dayah itu sendiri, yang telah kita upayakan bersama sejak beberapa tahun belakangan ini,” ujar Zaini Abdullah.

Gubernur Zaini menambahkan bahwa selain aspek pendidikan islam, Pemerintah Aceh saat ini juga fokus pada penguatan dan penerapan syariat Islam secara menyeluruh di Aceh. “Saat ini kita sedang merampungkan grand desain penerapan syariat Islam, yang Insya Allah akan selesai tahun ini,” Ujar Zaini. Di dalam grand desain tersebut termasuk aspek ekonomi syariah dan tahapan Konversi Bank Aceh menjadi Bank Aceh Syariah yang oleh gubernur diprediksi akan terealisasi pada Agustus nanti.

Gubernur Hadiri Maulid

Selain peresmian gedung, Gubernur Zaini juga turut menghadiri acara Maulid Akbar dan silaturrahmi masayarakat Pidie Jaya di Dayah Babul Khairat, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya.

Dalam acara tersebut Gubernur Zaini didampingi oleh lima Pejabat Eselon II Pemerintah Aceh asal Pidie Jaya, yaitu Kepala Biro Organisasi Setda Aceh Ramli Daud, Kepala BPPD, Bustami, Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh, Drs. Mustafa, Kepala Badan ketahanan pangan dan penyuluhan (BKPLUH), Lukman Yusuf, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Kadisnakermobduk) Aceh, Kamaruddin Andalah. Turut hadir Asisten Pemerintahan Sekda Aceh Dr. Muzakar A Gani, SH, M.Si, Kepala Dinas Syariat Islam, Prof. Syahrizal Abbas dan beberapa Kepala SKPA lainnya serta ribuan masyarakat Pidie Jaya.

Check Also

Ketua Gugus Tinjau Rumah Singgah di RSUZA, Kasus Baru Covid-19 Tujuh Orang

Banda Aceh—Usai menanam mangrove secara simbolis di Gampong Lamguron, Kecamatan Peukan Bada Aceh Besar, Ketua …