Home / LINTAS ACEH / Illiza: Bangun Peradaban Islam dari Masjid
Pelantikan

Illiza: Bangun Peradaban Islam dari Masjid

Humas Aceh | 20 Okt 2016

Banda Aceh – Masjid bukan hanya semata sebagai tempat ibadah, tapi juga harus difungsikan sebagai tempat awal untuk membangun peradaban Islam sebagai mana dicontohkan Rasullullah saat memperjuangkan Islam di masa dulu. Beliau menjadikan masjid sebagai tempat membangun kekuatan umat untuk memperkuat aqidah dan pendidikan.

Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Banda Aceh Hj lliza Saaduddin Djamal saat menghadiri pelantikan Imum Mukim Pos Blang dan Lambaroeh Banda, Kecamatan Jaya Baru, Rabu (19/10/2016) di Masjid Subulussalam, Gampong Punge Blang Cut.

Illiza mengharapkan, selain salat, masjid harus dihidupkan dengan berbagai kegiatan bermanfaat seperti membuat majelis keilmuan dengan berbagai disiplin ilmu untuk anak-anak, remaja, hingga orang tua yang rutin diadakan setiap hari, sehingga hal ini akan membuat masyarakat semakin akrab dengan mesjid.

“Membangun peradaban Islam itu dimulai dari masjid, maka hidupkanlah masjid. Ini menjadi catatan bagi imum mukim yang baru ini, kerjasama dengan keuchik-keuchik dan camat untuk mengajak masyarakat mulai dari anak-anak, pemuda, hingga orang tua untuk ke masjid. Kita merindukan suatu saat nanti jamaah shalat Subuh jumlahnya setara dengan jamaah salat Jumat,” harap Illiza.

Illiza mengatakan dari hasil survei, 90 persen masyarakat Banda Aceh menginginkan penegakan Syariat Islam secara kaffah, lalu para orang tua lebih memilih sekolah untuk anaknya yang memiliki kegiatan-kegiatan keagamaan. Ini tidak terlepas dari keresahan orang tua terhadap dampak negatif era globalisasi.

“Kita sangat teharu, di saat kota mulau maju, ternyata di tempat kita pengamalan Syariat Islamnya lebih maju dari pada daerah-daerah lain yang ada di Aceh. Jadi, pembangunan itu bukan hanya fisik, penerapan Syariat Islam juga harus dibangun secara beriringan,” imbuhnya.

Hal lainnya, Illiza menyebut Kecamatan Jaya Baru saat ini menjadi daerah tujuan wisatawan-wisatawan dari luar, oleh karena itu Illiza menilai  penguatan dan penerapan nilai-nilai keislaman itu sangat perlu agar masyarakat sekitar tidak terkontaminasi dengan hal-hal baru yang negatif.

“Maka ini merupakan pekerjaan berat bagi Imum Mukim,” ujar Illiza.

Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadhillah yang turut hadir dalam pelantikan ini mengharapkan imum mukim yang baru dilantik dapat melanjutkan estafet pembangunan di tingkat pemerintahan Mukim dan harus bisa membuktikan fungsinya sebagai Imum Mukim.

“Kita berharap semoga kedua pemimpin terpilih ini memerankan peran dalam tatanan sosial maupun pemerintahan. Ketika mukim mampu memainkan peranannya, Jaya Baru akan lebih baik. “Di dewan sendiri kita sedang membahas tentang Pemerintahan Gampong. Ketika gampong punya tantanan pemerintahan baik, maka akan mampu menjadikan Banda Aceh yang lebih baik,” ujar Arif.

Arif mengatakan, pembangunan di Kecamatan Jaya Baru saat ini sangat baik. Iapun berharap ke depan harus lebih baik lagi dan menjadi contoh bagi kecamatan-kecamatan lain. “Silahkan beraudiensi dengan DPRK untuk tujuan pembangunan kecamatan ini, Insya Allah kami akan membantu,” tutup Arif Fadhillah.

Dalam acara ini Camat Jaya Baru Saiful Azhar melantik Muhsin sebagai Imum Mukim Pos Blang menggantikan Abdul Wahab Manaf, dan Nurmansyah sebagai Imum Mukim Lambaroeh Banda. Kedua Imum Mukim baru ini akan menjalankan fungsinya hingga lima tahun mendatang. (Hfz)     

Check Also

Pemerintah Aceh Raih Anugerah Meritokrasi KASN 2021

SURABAYA – Pemerintah Aceh berhasil meraih predikat “Baik” terkait penerapan sistem merit dalam manajemen aparatur …