Home / LINTAS ACEH / Kabupaten Biereun Ajukan Proposal Tambahan Dana

Kabupaten Biereun Ajukan Proposal Tambahan Dana

Banda Aceh | 09/23/2014|

LOGO-HUMASs1

 

gub-simpang meumplam
Gubernur Aceh Dr. Zaini Abdullah meninjau dayah Babussalam Bireun dan sekaligus memberikan bantuan kepada korban puting beliung di Simpang Mamplam Bireun

Bireuen [ Humas Aceh] – Usai menempuh perjalanan selama 35 menit dari Kota Lhokseumawe, Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah bersama rombongan akhirnya tiba di Pendopo Bupati Bireuen pukul 11:40 WIB. Ruslan Abdul Ghani sang bupati, menyambut langsung kedatangan rombongan gubernur, Senin (22/9/2014).

Tiba di pendopo, gubernur, bupati dan rombongan langsung menuju ke ruang rapat bupati untuk mengelar pertemuan dan mendengarkan penjelasan teknis tentang perkembangan proyek yang saat ini sedang berjalan di kabupaten berjuluk ‘Kota Juang’ dari Kepala P2K, Taqwallah.

Proyek yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) di Bireuen untuk tahun 2014 adalah sebesar Rp 132.24 miliar yang terbagi dalam 457 paket.

Bupati Bireuen, dalam sambutan singkatnya yang diselingi dengan canda mampu mencairkan suasana pertemuan, meminta kepada gubernur agar memberikan tambahan dana untuk kabbupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Utara itu.

“Sebelum pertemuan hari ini, saya sudah memerintahkan kepada para Kepala SKPK untuk membuat proposal yang nantinya akan kita serahkan kepada gubernur dan rombongan agar nantinya Bireuen sebagai daerah modal dan daerah yang bersejarah bagi Indonesia ini, akan mendapatkan tambahan dana yang nantinya akan kami pergunakan untuk pembangunan ‘Kota Juang’ yang bersama kita cintai ini,” ujar Ruslan.

Usai menyampaikan sambutannya, bupati langsung menyerahkan beberapa proposal dari SKPK-SKPK Bireuen langsung kepada gubernur.

“Kami berharap gubernur dapat mempelajari dan menindaklanjuti proposal-proposal kami dan jangan meninggalkan begitu saja proposal kami di dalam mobil begitu saja,” ujar bupati, disambut tawa dan tepuk tangan dari para hadirin.

Kampanye Anti Rokok.

Dalam setiap kesempatan, gubernur selalu menyelipkan Kapanye anti rokok dalam setiap sambutannya, demikian juga dihadapan seluruh hadirin yag memadati ruang rapat Pendopo Bupati Bireuen.

“Jangan ada yang tersinggung, karena berhenti merokok adalah sesuatu yang sangat baik bagi kesehatan kita. Untuk itu, dalam setiap kesempatan saya akan selalu mengkampanyekan kepada seluruh masyarakat untuk,” ujar gubernur.

Dalam kesempatan tersebut gubernur juga mengajak seluruh pihak terkait di Kota Juang agar dapat bekerja dengan sebaik-baiknya dalam rangka mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat.

Usai menggelar pertemuan, gubernur dan seluruh rombongan menikmati jamuan makan siang yang telah disiapkan oleh Bupati Bireuen, setelah sebelumnya melaksanakan Shalat Dzuhur di Musholla yang berada di dalam komplek pendopo bupati.

Bergerak cepat, setelah selesai makan siang gubernur dan rombongan langsung menuju ke Puskesmas Jeumpa, untuk melakukan penanaman bibit pohon manggis (Garcinia Mangostana) di halaman Puskesmas yang berada dalam Kecamatan Jeumpa itu.

Dalam sambutan singkatnya sebelum melakukan penanaman, pria yang akrab disapa Doto ini, menghimbau agar seluruh petugas Puskesmas dapat bekerja dengan setulus hati. Menurut Doto, kerja-kerja yang dilakukan dengan iklas akan memberikan rasa nyaman para pasiennya.

“Jangan sampai terjadi, ketika datang pasien yang membutuhkan penanganan langsung dari dokter tetapi dokternya tidak berada ditempat. Saya harap di Puskesmas ini tidak ada kejadian yang seperti ini.”

Gubernur juga menyampaikan berada di Puskesmas dan melihat pakaian khas putih-putih membuat dirinya bernostalgia mengingat masa ketika Doto masih menjalankan profesinya sebagai Dokter.

“Seragam putih ini adalah lambang kesucian dan kemuliaan. Untuk itu, jagalah kesuciannya dengan memberikan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya kepada seluruh masyarakat.”

Gubernur dan rombongan selanjutnya meninjau lokasi proyek pembangunan Intake Krueng Nalan-Peudada. Proyek yang bersumber dari dana APBA tersebut menelan biaya sebesar Rp 9.95 miliar dan telah dikerjakan sejak bulan Juli lalu. Setelah melalui perjalanan selama satu jam, gubernur dan rombongan akhirnya tiba di lokasi proyek pembangunan Intake.

Usai memantau dan mendapatkan penjelasan langsung dari rekanan tentang perkembangan pembangunan Intake Krueng Nalan-Peudada, gubernur bersama Bupati Bireuen langsung melanjutkan perjalanan menuju ke Dayah Babussalam Jeunib, untuk memantau dua buah proyek yang sedang berlangsung di Dayah tersebut, yaitu pembangunan gedung serbaguna yang menelan Rp 4.65 miliar dan Pustaka Multimedia yang menelan dana sebesar Rp. 200 juta, yang kesemuanya bersumber dari dana APBA tahun 2014.

Selanjutnya gubernur bersama rombongan mengunjungi rumah para korban Angin Puting Beliung di Gampong Curee Baroh dan Curee Tunong, Kecamatan Simpang Mamplam. Disini gubernur menyerahkan bantuan uang tunai kepada masing-masing Kepala Keluarga (KK) sebesar Rp 5 juta.
Setidaknya ada124 KK yang rumahnya menjadi korban keganasan puting beliung. Di dua gampong yang berada di pesisir pantai itu.

Dalam sambutan singkatnya, gubernur mengajak seluruh korban untuk bersabar dalam menghadapi segala cobaan yang telah digariskan oleh Allah.

“Sebelum ini kita sudah pernah mendapatkan cobaan yang jauh lebih dahsyat dari ini. Alhamdulillah, dengan bantuan Allah juga akhirnya kita mampu menghadapi cobaan tersebut. Yakinlah, selalu ada masa cemerlang pasca musibah yang telah digariskan oleh Allah.”

Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga menjelaskan, bahwa Kementerian Sosial RI dalam waktu dekat akan segera turun kedua desa tersebut dan menyerahkan bantuan dana langsung kepada masing-masing rumah yang hancur sebesar Rp 10 juta.

Gubernur bersama rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Pidie Jaya untuk melakukan kunjungan kerja di kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Pidie.

Check Also

Plt Gubernur Kembali Pantau Kinerja Pimpinan SKPA Melalui Telekonferensi

Banda Aceh – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah kembali memantau kinerja pimpinan Satuan Kerja …