Home / LINTAS ACEH / Ketua KONI Aceh: Lebih banyak berbuat, jangan banyak bicara

Ketua KONI Aceh: Lebih banyak berbuat, jangan banyak bicara

Banda Aceh | 12/19/2014 |

Banda Aceh – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, H Muzakir Manaf, bersama Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar memimpin rapat perdana dengan seluruh pengurus KONI Aceh. Kegiatan yang dirangkai dengan pemberian bonus bagi atlit berprestasi tersebut digelar di Ruang Rapat Sekretariat KONI Aceh, Kamis (18/12/2014).

Dalam rapat perdana yang dihadiri oleh seluruh unsur pengurus KONI tersebut, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh ini berpesan, agar seluruh pengurus benar-benar berperan aktif dalam berkomitmen memajukan dunia olahraga Aceh.

Inti jih, beu leuh buet, bek leuh haba (Intinya harus lebih banyak berbuat, jangan banyak bicara-red),” pesan Ketua Umum KONI Aceh periode 2014-2018 itu.

Mualem juga mengajak seluruh pengurus untuk terus menggagas program-program terbaik dalam rangka menggenjot prestasi olahraga Aceh agarlebih baik lagi di masa mendatang.

“Kita masih tertinggal dengan daerah lain. Dibeberapa provinsi, olahraga dikelola dengan sangat baik, hal ini yang menyebabkan prestasi mereka jauh diatas Aceh. Untuk itu komitmen kita dalam membina dan menggagas program-program yang tepat tentunya akan mendongkrak prestasi Aceh ditingkat nasional,” ujar pria yang akrab disapa mualem itu.

Komitmen Mualem dalam memajukan olahraga di Aceh tidak perlu diragukan. Hal tersebut disampaikan oleh Kamaruddin Abubakar selaku Ketua Harian KONI Aceh.

“Mualem baru saja turun dari pesawat usai melakukan perjalanan ke beberapa kabupaten dan belum sempat istirahat. Saat saya telfon ada rapat di KONI, dari bandara beliau langsung menuju kesini (kantor KONI Aceh-red),” terang pria yang akrab disapa Abu Razak itu.

Dalam kesempatan tersebut, Muzakir Manaf berpesan kepada para pengurus agar segera mempersiapkan atlit-atlit terbaik mengingat semakin dekatnya jadwal beberapa agenda olahraga. Selain program jangka pendek, Mualem juga meminta agar para pengurus mulai merancang program jangka panjang pembinaan olaraga Aceh.

“Dalam waktu dekat kita akan menghadapi Porwil. Sebagaimana kita ketahui, Porwil akan sangat menentukan keikutsertaan Aceh pada PON mendatang. Untuk itu saya harap pengurus dapat menggembleng atlit-atlit kita dengan baik, sehingga target-target yang telah kita rencanakan akan tercapai.”

Muzakir manaf juga sempat menyampaikan sebuah kabar gembira kepada para pengurus KONI Aceh.

Beberapa waktu lalu saya ditelepon oleh salah seorang anggota DPR RI asal Aceh, yaitu Bang Muslim, yang mengabarkan, bahwa PON Remaja Tahun 2019 akan diselenggarakan di Aceh. Untuk itu beliau berharap agar seluruh stakeholder terkait dapat mempersiapkan proposal yang berkaitan dengan hal tersebut,” ujar Ketua Umum KONI, disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta rapat.

Serahkan Bonus untuk Atlet Berprestasi

Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum KONI Aceh juga menyerahkan bonus kepada para atlit berprestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I Jawa Timur. Sebagaimana diketahui, pada ajang ini Aceh berhasil merebut 1 emas, 2 perak, 3 perunggu.

Selain kepada atlit, Muzakir manaf juga memberikan bonus berupa uang pembinaan kepada para pelatih yang atlit-atlitnya meraih medali pada PON Remaja I tersebut.

Sementara itu, selain memberikan uang pembinaan, Mualem juga menepati janjinya, yaitu menyerahkan satu unit sepeda motor kepada peraih medali emas di PON Remaja Jawa Timur.

“Hari ini saya menepati janji yang saya ucapkan pada saat pelepasan kontingen PON Remaja beberapa waktu lalu, yaitu memberikan bonus sepeda motor kepada peraih medali emas,” ujarMualem disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin yang memadati halaman depan Sekretariat KONI Aceh.

Mualem juga berharap agar media dapat mengkampanyekan kegiatan hari ini. Menurut Mualem, hal tersebut penting dalam upaya memberikan semangat, agar atlet lain dapat lebih giat dalam berlatih.

Muat beuraya bak media, bah jeut keu seumangat atlit-atlit laen (muat yang besar di media, agar menjadi semangat bagi atlit-atlit lain-red),” ujar Mualem singkat saat menyerahkan kunci sepeda motor tersebut kepada Mirza.

Mirza adalah satu-satunya atlit PON Remaja yang berhasil meraih emas. Selain mendapatkan sepeda motor, Atlit dari cabang athletik ini juga mendapatkan bonus uang pembinaan sebesar Rp 35 juta.

Tidak hanya peraih medali emas yang mendapatkan bonus. Para peraih medali perak dan perunggu juga mendapatkan uang pembinaan dengan nominal yang berbeda-beda. Muksal Wahdi dan Rahmat Riski (Athletik) serta Elvanda Cantika Putri (Anggar), mereka adalah atlit peraih medali perak dan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 25 juta.

Sedangkan peraih medali perunggu, yaitu Cut Eka Maulidea (Menembak) dan Iswanda Surya Nullah (Athletik), masing-masing mendapatkan bonus sebesar Rp 15 juta.

Tidak hanya kepada para atlit, para pelatih juga mendapatkan bonus dengan besaran yang sama dengan para atlit sesuai dengan medali yang didapatkan.

Para pelatih tersebut adalah Rusdi SPd, pelatih athletik peraih medali emas ini mendapatkan bonus sebesar Rp 35 juta. Sedangkan Munawir (Pelatih Athletik peraih medali perak) dan Ivansyah Putra (Anggar-Perak) masing-masing mendapatkan bonus sebesar Rp 25 juta.

Sementara itu, Ipda Amar Makruf (Menembak-Perunggu) dan Safrizal SPd (Athletik-Perunggu), masing-masing mendapatkan bonus uang pembinaan sebesar Rp 15 juta.

Check Also

Kadin Aceh Dukung Upaya Pencegahan Korupsi di Aceh

BANDA ACEH – Kalangan dunia usaha di Aceh, siap mendukung berbagai langkah dan upaya Pemerintah …