Home / Berita Terkini / Menko Maritim Undang Investor Masuk Aceh

Menko Maritim Undang Investor Masuk Aceh

Banda Aceh, 22-5-2015 | Humas Aceh

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Indroyono Susilo mengatakan, Aceh semakin prospektif untuk investasi, baik sektor energi maupun pariwisata. Ia mengungkapkan, Aceh kaya sumber alam dan berbagai potensi di sektor keluatan dan perikanan juga tersedia untuk digarap. Tidak hanya itu saja, sarana pendukungnya juga sangat memadai, misalnya pelabuhan dan transportasi udara.

“Banyak peluang yang bisa digarap di Aceh, silahkan manfaatkan semua potensi yang menjanjikan itu. Kalau investasi di bidang energi tentu akan menjadi katalis bagi investasi yang lain,” kata Indroyono Soesilo, yang bertindak sebagai keynote speaker dalam pertemuan Business Leader Forum, Aceh Investment Promotion yang digelar di Sari Pan Pasific Hotel, Jakarta, Kamis (21/5) siang. Mantan Dirjen United Nation – FAO itu juga turut menegaskan langkah pemerintah untuk menyederhanakan siklus perizinan investasi di Indonesia.

Even promosi tahunan ini dibuka oleh Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah yang turut dihadiri Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haytar. Kegiatan ini juga dirangkai dengan sesi diskusi panel, yang dipandu oleh Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia, Hendri Saparini.

Pertemuan Business Leader Forum 2015 ini menghasilkan sejumlah rekomendasi, yaitu:

  1. Pemerintah pusat diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan di Aceh melalui dukungan terhadap pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lhokseumawe dan Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang.
  2. Iklim investasi di Aceh semakin membaik, hal ini terlihat dari daya saing investasi Aceh yang semakin menguat dalam lima tahun terakhir. Karena itu, dibutuhkan dukungan dari para investor dan kalangan dunia usaha untuk meningkatkan investasi di Aceh.
  3. Peluang investasi di Aceh sangat terbuka. Untuk itu, melalui forum ini, diharapkan para investor baru dan investor yang sudah eksis untuk memperluas kegiatan usaha di Aceh.
  4. Diperlukan penyederhanaan perizinan melalui PTSP dengan menerapkan perizinan online di provinsi dan kabupaten/ kota yang terintgrasi dengan penanaman modal dan dinas terkait, sehingga dapat mempercepat proses realisasi investasi.
  5. Diharapkan dukungan dari Bupati/Walikota untuk mempercepat pengesahan Peraturan Daerah (Qanun) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/ Kota untuk mendukung percepatan investasi di Aceh.
  6. Pemerintah Aceh dengan dukungan semua pihak terus melakukan upaya perbaikan brand image Aceh yang lebih baik melalui promosi investasi dan lain sebagainya, sehingga Aceh menjadi salah satu tujuan utama investasi di Indonesia pada tahun 2017.
  7. Pengalaman investor asing dan investor dalam negeri yang sudah berinvestasi di Aceh membuktikan bahwa Aceh sebagai sebuah wilayah yang memiliki prospek yang tinggi untuk mengembangkan bisnis dan usaha.
  8. Diharapkan dukungan masyarakat sekitar perusahaan untuk mendukung setiap investasi yang masuk sehingga terwujudnya masyarakat yang pro-investasi, karena melalui investasi dapat membuka lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran di Aceh. []

Check Also

Sekda Aceh Dorong Percepatan Penetapan APBDes 2020

Takengon–Perencanaan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) 2020 harus dapat diselesaikan paling telat tanggal 20 Desember …