Home / Berita Terkini / Gubernur Zaini: Aceh akan beri kemudahan untuk Investor

Gubernur Zaini: Aceh akan beri kemudahan untuk Investor

Banda Aceh|21-05-2015

Pemerintah Aceh telah mengambil langkah-langkah untuk memudahkan investasi di Aceh, diantaranya adalah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2014 sebagai landasan hukum bagi pengembangan Kawasan Investasi di Aceh. Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah menegaskan, Pemerintah Aceh saat ini juga sedang melakukan perbaikan infrastruktur sebagai penunjang kelancaran investasi dan pengembangan usaha. Kemudahan lainnya adalah pelayanan perizinan melalui satu pintu.

Hal ini disampaikan Gubernur Zaini Abdullah, dalam pembukaan Business Leader Forum (BLF) – Aceh Investment Promotion 2015, di Grand Ballroom, Sari Pan Pacific Hotel Jakarta, Kamis (21/5) siang.

“Kami akan mempermudah birokrasi perizinan dan menjamin keamanan dan kepastian hukum bagi investasi saudara. Kalau ada kendala dan masalah langsung lapor pada saya, untuk saya ambil tindakan segera, agar pihak investor tidak dirugikan,” tegas Gubernur Zaini, di hadapan 150 CEO dan investor nasional.

Zaini Abdullah menyebutkan, untuk saat ini ada tiga sektor utama yang menjadi fokus pengembangan investasi di bumi Serambi Mekkah yaitu: agro industri, infrastruktur dan sektor pariwisata.

Dihadapan Menko Maritim dan sejumlah duta besar negara sahabat, Gubernur Zaini menyatakan bahwa kondisi Aceh kini semakin kondusif dan kepercayaan investor terus meningkat dari tahun ke tahun. “Terbukti selama tiga tahun terakhir, realisasi investasi di Aceh terus meningkat. Kalau pada tahun 2013 realisasi investasi itu berkisar Rp 5,09 triliun, maka tahun 2014 naik sebesar 22,31 persen atau sebesar Rp 6,22 triliun,” terang pria yang akrab disapa Doto Zaini.

Zaini Abdullah mengungkapkan, pada tahun lalu Aceh menduduki rangking ke-9 untuk wilayah Indonesia bagi pengembangan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Untuk tahun ini, menurut data BKPM, sampai Maret 2015, rangking investasi di Aceh menduduki urutan ke-7. “Insya Allah rangking itu akan naik karena kami akan terus memberi kemudahan bagi masuknya investasi di Aceh,” pungkas Doto Zaini.

“Aceh terbuka lebar untuk berinvestasi. Harapan kami dengan banyaknya investasi akan menciptakan lapangan kerja, mempercepat pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan rakyat kita semua,” imbuh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah.

Kepala Bainprom Aceh Iskandar M.Sc menjelaskan, Business Leader Forum (BLF) Aceh, merupakan even promosi tahunan yang dilaksanakan oleh Badan Investasi dan Promosi Aceh. BLF tahun ini yang mengangkat tema ‘Aceh becomes the leading investment destination in Indonesia’ diharapkan efektif dalam membentuk brand image (citra Aceh) sebagai tujuan investasi yang aman, nyaman dan punya kepastian hukum.

Kegiatan ini, sebut Iskandar, juga sebagai wahana sosialisasi kebijakan Pemerintah pusat dan Aceh yang pro investasi kepada para leader/CEO sebagai bentuk dukungan Pemerintah dalam mengupayakan kemudahan berinvestasi di Aceh.

Kegitan promosi ini menghadirkan 150 peserta dari CEO yang tergabung sebagai Foriegn Direct Investment dan juga investor nasional. Hadir juga Wali Naggroe Aceh Mlaik Mahmud Al-Haytar, Perwakilan Kementerian, Perbankan dan para Bupati/Walikota se-Aceh.

Pembukaan BLF diawali dengan paparan Kepala Bainprom Aceh Iskandar, M. Sc. Sedangkan Wapres RI, Jusuf Kalla yang diwakili Menko Kemaritiman Dr Indriyono Susilo didaulat sebagai keynote speaker. Indriyono memaparkan tentang ’Indonesia’s Maritime Policy and Support to the Development of Aceh’.

Pemateri lainnya adalah Direktur Perencanaan BKPM, Tamba Parulian Hutapea dan Bupati Bener Meriah Ir Ruslan Abdul Gani. Selain itu juga ada Presiden Direktur PT Lafarge Semen Indonesia, Anthoni Ricolfy, dan Direktur PT Mifa Bersaudara Slamet Haryadi yang menyampaikan testimoni “Success Story Experiences of Investment in Aceh”. []

Check Also

Pesan Sekda: Widyaswara Harus Bekali ASN dengan Ilmu Aplikatif

Banda Aceh — Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah, mengharapkan widyaswasra sebagai tenaga pendidik dan pelatih …