Home / Berita Terbaru / Musim Penghujan, Empat Kabupaten Dilanda Banjir

Musim Penghujan, Empat Kabupaten Dilanda Banjir

Banda Aceh, 28 November 2015 | Humas Aceh

  • Pemkab belum Tetapkan Status Tanggap Darurat

Banda Aceh – Memasuki musim penghujan dengan intensitas ringan sedang dan lebat, sejumlah wilayah di Aceh mulai tergenang banjir. Berdasarkan data dari Pusdalops Badan PenanggulanganBencana Aceh (BPBA) setidaknya ada beberapa Gampong di sejumlah kabupaten mulai tersendam banjir.

Kepala Biro Humas Setda Aceh, Frans Dellian SSTP, MSi menjelaskan, hingga saat ini Pemerintah Daerah masih mampu menanggulangi bencana tersebut dan belum ditetapkan status Tanggap Darurat oleh masing-masing Bupati.

“Gubernur selaku Pemerintah Aceh belum memberikan bantuan karena masing-masing Pemda belum menetapkan Status Tanggap Darurat,” terang Frans.

Pemerintah Aceh akan membantu kabupaten/kota terdampak banjir, jika Pemda setempat telah menetapkan status Tanggap Darurat dan ada permintaan dari daerah tersebut, baik bantuan logistik maupun bantuan yang bersifat darurat.

Berdasarkan data dari Pusdalops BPBA, pada tanggal 23 November, sebanyak 35 Gampong di Lima kecamatan di Kabupaten Aceh Jaya terendam banjir dengan ketinggian antara 0.5 hingga 1 meter. Tidak ada korban jiwa namun kerugian pada sektor pertanian, peternakan dan kerusakan infrastruktur diperkirakan mencapai miliaran rupiah .

“Meski banjir mengepung sebanyak 3.038 KK atau 8.884 jiwa, namun tidak ada warga yang mengungsi,” tambah Frans.

Selanjutnya, pada tanggal 24 November sekitar pukul 09:30 WIB, sebanyak 77 Gampong yang ada di 12 kecamatan di Aceh Barat juga diterjang banjir. Jumlah Kepala Keluarga yang terimbas banjir adalah 2.084 KK atau 7.827 jiwa.

“Sejauh ini, berdasarkan laporan dari Pusdalops BPBA, beberapa sarana da prasarana hancur atau hanyut terbawa arus, yaitu satu unit rumah hancur terbawa arus, oprit jembatan dan jalan tergerus air dan longsor, lima unit rumah hancur dan satu unit Pustu amblas ke sungai,” papar Frans.

Karo Humas menambahkan, di tanggal yang sama, Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya juga dilanda

Banjir. Di Kota Juang, genangan mulai terjadi sejak pukul 20:00 WIB. Banjir mengakibatkan hancurnya beberapa sarana dan prasarana umum di 15 kecamatan.

Frans Dellian menjelaskankan, banjir Bireuen telah mengakibatkan masyarakat mengungsi. Lokasi pengungsian tersebar di 17 kecamatan. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun ratusan hektar sawah dan lahan masyarakat serta rumah penduduk digenangi banjir.

“Banjir mengakibatkan masyarakat mengalami gagal panen dan dan merusak fasilitas umum, iantaranya jembatan, rusaknya tanggul, saluran air dan jalan.”

Sementara itu, Banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya pada pukul 20:15 WIB telah mengakibatkan mpat sungai yang ada di Pijay meluap, yaitu sungai Krueng Kiran, Krueng Jelanga, Alue Ketapang dan Krueng Ulim.

Luapan sungai, lanjut Frans, telah menggenangi dua kecamatan dan 36 Gampong yang mengakibatkan longsornya tebing tanggul sungai, merusak peralatan rumah tangga warga dan gagalnya proses pembenihan di lahan pertanian warga.

“Gubernur meminta SKPA terkait, terutama BPBA dan Dinas Sosial untuk terus berkoordinasi dan emantau perkembangan di kabupaten/kota terdampak banjir, sehingga jika terjadi keadaan yang bersifat darurat dapat ditanggapi segera,” pungkas Karo Humas Setda Aceh. (Ngah)

Check Also

Tingkatkan Kompetensi, Disnak Aceh Latih 100 Petugas Puskeswan

Banda Aceh – Dinas Peternakan Aceh melatih 100 petugas medik dan paramedik dari seluruh kabupaten/kota …