Home / Berita Terbaru / Pembukaan MTQ Provinsi Aceh berlangsung meriah

Pembukaan MTQ Provinsi Aceh berlangsung meriah

Banda Aceh,20-8-2015 | Humas Aceh

Suka Makmue – Upacara Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-32 Tingkat Provinsi
Aceh yang dipusatkan di Alun-alun Suka Makmue, Ibu kota Nagan Raya, Rabu (19/8)
malam, berlangsung meriah dan spektakuler. Kemeriahan semakin nampak ketika
rombongan Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah tiba di Podium VIP, yang kemudian
disambut dengan Display Marching Band.

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Aceh ke-32 yang bertajuk “Mewujudkan Insan Cinta
Kitabullah menuju Aceh Dinul Islam yang Berkah” ini secara resmi dibuka oleh
Gubernur Zaini Abdullah, sekitar pukul 23.00 WIB.

Rangkaian pembukaan diawali dengan devile kafilah dari 23 kabupaten/kota. Disusul
kemudian pembacaan ayat suci Alquran oleh Takdir Feriza Hasan dan sari tilawah oleh
Zainon Hamidah.

Takdir Feriza merupakan qari Aceh peraih juara Turkey International Holy Quran
Memorization and Recitation Competition di Istanbul, pertengahan Juli lalu. Selain Takdir
Feriza, penampilan qari terbaik Internasional, H Darwin Harahap juga mampu
‘mengheningkan’ ribuan pengunjung arena MTQ.

Suara yang melengking pada bacaan bernada tinggi membuat ribuan pengunjung terdiam
senyap, terkesima. Setiap ustaz asal Medan itu berhenti pada ujung ayat yang dibacanya,
sontak para pengunjung berujar “Allah….Allah…Allah.” Tampak pula, sejumlah
pengunjung yang berada di tenda sisi kanan arena utama terlihat terharu dan menitikkan
air mata.

Pembukaan ditandai penekanan tombol sirene. Seketika, lampu di arena utama padam
lalu terbukanya Al-Qur’an hidrolik, selanjutnya lampu hidup kembali beriringan dengan
pembacaan Iqra’. Prosesi pembukaan juga padu dengan penampilan tari kolosal ‘Rameune
Nagan’ yang melibatkan 500 penari siswa-siswi SLTA kabupaten setempat. Tarian ini
merupakan kolaborasi seni bernuansa islami, khas daerah dan kreasi baru Nagan Raya.

Tampak di kursi VIP hadir, Sekda Aceh Dermawan, Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda,
Asisten II Setda Aceh Azhari, Kadis Syariat Islam Aceh Prof Syahrizal Abbas, Karo
Umum Setda Aceh T Aznal Zahri, Karo Humas M Ali Alfata, dan sejumlah pejabat
Pemerintah Aceh. Selain itu, juga hadir Para Bupati/Walikota se-Aceh, Ketua MPU Aceh,
Ketua MAA, para ulama, tokoh adat, jajaran Kanwil Kemenag Aceh, keluarga besar
LPTQ Aceh, Pejabat dan pimpinan perusahaan, BUMN, dan ratusan tamu undangan
lainnya.

Perhelatan akbar dua tahunan ini akan berlangsung hingga 26 Agustus 2015. Diikuti 1.227
peserta, dengan memperlombakan 10 cabang, yaitu Tartil Qur’an untuk putra dan putri,
Tilawatil Qur’an (kanak-kanak, remaja dan dewasa) dan Cacat Netra.

Cabang lomba berikutnya adalah Qiraat Sab’ah (remaja dan dewasa), Hifzil Qur’an ((1, 5,
10, 20 dan 30 Juz) dan Tafsir Qur’an untuk golongan Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan
Bahasa Indonesia. Kemudian, cabang Fahmil Qur’an untuk putra dan putri, Syarhil
Qur’an putra putri, cabang Khatil Qur’an dan MMQ (Musabaqah Makalah Qur’an).

Rangkaian kegiatan MTQ Aceh ke-32 di ‘daerah penghasil batu giok’ itu juga diisi dengan
pameran produk kreatif, pasar murah (bazar kuliner), seminar, wisata sejarah dan berbagai
pagelaran kesenian bernuansa islami.

Gubernur Zaini Abdullah dalam sambutannya, mengatakan pelaksanaan MTQ sejatinya
menjadi cerminan sekaligus seruan kepada seluruh ummat di dunia, bahwa sesungguhnya
Islam adalah agama yang teduh dan damai. Islam cinta keadilan dan menjauhi kekerasan.

“Islam, juga menolak kebencian dan fitnah. Islam selalu menganjurkan persatuan,
kebersamaan dan ukhuwah,” ungkap Doto Zaini, dengan penuh semangat dari Podium
Utama arena MTQ.

Gubernur menyebutkan, bahwa Al-Qur’an yang merupakan Kalamullah diturunkan
sebagai tuntunan dan pegangan bagi umat manusia. Dengan susunan kata yang indah,
kalimat yang jelas dan terang, serta gaya bahasa yang mengagumkan, kitab suci Al-Qur’an
merupakan sumber inspirasi yang tidak pernah kering. Pemahaman yang utuh terhadap
nilai-nilai universal Al-Qur’an, lanjut Doto Zaini, juga dapat memberikan kontribusi
dalam membangun tatanan dunia yang aman, adil, dan bermartabat.
Ditegaskan, dalam konteks pelaksanaan pembangunan, MTQ mengemban misi yang
sangat mulia sekaligus strategis, yakni menguatkan pembangunan akhlak masyarakat. Di
samping itu, kata Gubernur, MTQ juga merupakan wahana mencetak generasi Qur’ani,
yaitu generasi yang mencintai segala yang terkandung dalam Al-Qur’an. “Baik itu seni lagu
dan tulisannya, isi dan kandungannya, juga nilai dan tuntutan kehidupan yang ada di
dalam Al-Qur’an,” terang Zaini Abdullah, yang turut memberikan apresiasi kepada tuan
rumah, atas kerja keras dalam menyukseskan acara ini.

Menurut Gubernur, generasi Qur’ani harus mampu menyerap nilai-nilai Al-Qur’an dan
menjadi agen-agen perubahan dalam tatanan masyarakat yang adil dan bermartabat.
“Sehingga dengan semangat ini kita mampu menjadikan Aceh sebagai  negeri yang
Baldatun Tayyibatun Warabbun Ghafur, yaitu negeri yang aman, sentosa, adil dan
makmur di bawah lindungan Allah SWT,” imbuh dokter lulusan USU Medan ini.
Dalam kesempatan itu, Gubernur mengajak Abu-abu, para ulama dan tokoh pesantren di
Aceh untuk terus memberikan pemahaman keagamaan kepada masyarakat dengan tata
cara yang teduh dan toleran sesuai azas Islam. Kepada Dewan Juri,  Doto Zaini juga
meminta untuk benar-benar memberikan penilaian secara objektif, dalam menentukan
sang juara terbaik. “Kita berharap, qari dan qariah yang ikut dalam MTQ ini kelak mampu
mengharumkan citra Islam dan nama baik Aceh di tingkat yang lebih tinggi,” pungkas
Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah.

Arena Perlombaan

Panitia pelaksana telah menetapkan lokasi pelaksanaan berbagai perlombaan kegiatan,
antara lain Arena Utama di Alun-Alun Suka Makmue, arena kedua berada di Kantor
Dinas Syariat Islam Kabupaten Nagan Raya, arena ketiga berada di Kantor Baitul Mal,
arena keempat di Kantor Bappeda, arena kelima di Kantor Kementerian Agama, arena
keenam berada di Kantor Dinas Bina Marga, arena ketujuh berada di Kantor Dinas
Kesehatan, dan arena kedelapan berada di Aula SKB, Nagan Raya.
Khusus penginapan, kontingen ditempatkan di rumah-rumah penduduk.
Arena utama MTQ dipusatkan di Alun-alun Pusat Pemerintahan Nagan Raya di Suka
Makmur. Di arena yang luasnya 10 hektar itu terdapat panggung Tilawah yang megah dan
ratusan stan, yang fungsikan sebagai pusat pasar murah. Selain itu, Pemkab Nagan Raya
juga telah membangun gedung serba guna di kompleks arena MTQ.

Spirit Pawai Taa’ruf

Sebelumnya, pukul 15.30 sore, Gubernur juga melepas kafilah Pawai Taa’ruf. Pawai ini
merupakan bentuk dakwah untuk mengajak masyarakat agar lebih rajin mempelajari
kandungan Al-Qur’an. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi seruan kepada masyarakat
untuk mendukung MTQ sebagai event religi, seni dan budaya yang bermanfaat bagi
pembangunan Aceh di masa mendatang. “Sebab, spirit dari pawai ta’aruf  ini adalah
mengajak orang lain untuk lebih dekat kepada kebenaran,” kata Gubernur, usai pelepasan
kafilah.

Meskipun diwarnai hujan rintik, masyarakat tetap antusias menyaksikan iring-iringan
mobil hias unik, yang dikombinasikan sesuai dengan bayground kabupaten/kota masing-
masing. Tampak, sepanjang pinggiran rute utama yang dilalui kafilah dipadati pengunjung.
Setiap kafilah kabupaten/kota mengikutsertakan 5 (lima) unit mobil bak terbuka. Mobil
pertama ditempatkan bayground, sedangkan mobil ke-2 dan ke-3 ditempati peserta MTQ
sesuai dengan kapasitas kenderaan yang digunakan.

Rute Pawai Ta’aruf, dimulai dari halaman Pendopo Bupati Nagan Raya menuju Jalan
Poros Utama ke Gerbang Lueng Baro menuju Kota Jeuram, berputar di jalan lingkar
Kota Jeuram menuju Simpang Peut- berputar di Bundaran Langkak kemudian menuju
Gerbang Ujong Patihah- Jalan Poros Utama – selanjutnya menuju Alun-alun Suka
Makmue (Arena Utama MTQ)[]

Check Also

Kadin Aceh Dukung Upaya Pencegahan Korupsi di Aceh

BANDA ACEH – Kalangan dunia usaha di Aceh, siap mendukung berbagai langkah dan upaya Pemerintah …