Home / Berita Terkini / Pemerintah Minta Tak Ada Tindakan Kekerasan pada Gafatar

Pemerintah Minta Tak Ada Tindakan Kekerasan pada Gafatar

Humas Aceh | 20 Jan 2016

Jakarta- Meski Gerakan Fajar Nusantar (Gafatar) disebut sebagai aliran sesat, namun aksi kekerasan terhadap anggotanya tidak dibenarnya. Pembakaran tempat tinggal anggota kelompok ini di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat juga akan diusut.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pemerintah memberikan perhatian serius tentang keberadaan organisasi ini serta aksi intoleransi yang menimpa anggotanya.

“Kami memang tidak mau tindakan intoleransi itu dilakukan oleh siapapun, karena negara ini adalah negara yang berbhineka, negara yang majemuk. Bahwa kita boleh berbeda, tapi tidak boleh melakukan tindak kekerasan terhadap siapapun,” kata Pramono Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (20/1).

Menurutnya, pembakaran pemukiman anggota Gafatar tak perlu dilakukan. Pasalnya, sudah ada kesepakatan soal relokasi. Namun warga sepertinya sudah tak sabar dan ingin secepatnya anggota kelompok tersebut hengkang dari Mempawah.

Saat ini petugas Polri dan TNI sudah mengevakuasi seluruh anggota Gafatar di Mempawah ke Pontianak. Mereka ditampung di kawasan Komando Daerah Militer XII/Tanjung Pura.

Baik di Mempawah maupun Pontianak situasi dilaporkan kondusif. Pejabat daerah setempat bersama petugas keamanan berkoordinasi untuk memulangkan para anggota Gafatar ke daerah masing-masing.

Sebelumnya diberitakan bahwa massa menolak kelompok Gafatar dan meminta pemerintah segera mengevakuasi eks anggota Gafatar keluar dari wilayah mereka. Selama beberapa bulan terakhir, eks anggota yang kebanyakan berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat ini, tinggal di pemukiman tersebut.

Tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini namun kerugian diprediksi mencapai ratusan juta rupiah.

Pemerintah setempat mulai melakukan evakuasi sejak Selasa siang. Bupati Mempawah, Ria Norsan, saat dihubungi kantor berita Antara mengatakan, sesuai rapat koordinasi pihaknya sepakat untuk mengevakuasi eks Gafatar itu ke Pontianak.

Sejak kemarin rapat dilakukan di Kantor Bupati Mempawah untuk membahas pemulangan mereka, kemudian sekitar pukul 14.10 WIB, seluruh unsur Forkopimda Mempawah langsung keluar untuk menuju lokasi.

“Mereka sudah bersedia kita evakuasi dan dikembalikan ke daerah asal. Evakuasi dilakukan dengan menggunakan sejumlah armada yang sudah disiapkan dan selanjutnya akan dibawa ke Pontianak,” ujar Ria Norsan.

Salah satu lokasi permukiman eks Gafatar tersebut adalah di Km 12 Moton Asam, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, sejumlah truk milik TNI berikut anggota dikerahkan guna mengevakuasi warga eks Gafatar tersebut.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Check Also

Aceh Raih 2 Penghargaan Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional

Jakarta – Provinsi Aceh dan Kabupaten Aceh Tamiang meraih penghargaan Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional …