Home / Berita Terkini / Ummi Niazah Buka Gebyar Seni Islami

Ummi Niazah Buka Gebyar Seni Islami

Banda Aceh, 22-10-2015 | Humas Aceh

Banda Aceh – Bunda PAUD Aceh, Hj Niazah A Hamid, Kamis (22/10) pagi, membuka secara resmi Gebyar Pendidikan Islami dan Pentas Seni Kreativitas Anak Usia Dini, di Museum Aceh, Banda Aceh.

Pembukaan pentas seni bertajuk ‘cerdas, kreatif dan berakhlak mulai’ iniditandai dengan pemukulan rebana. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan mars bunda PAUD yang sekaligus diiringi dengan penyerahan piala bergilir kepada panitia pelaksana.

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan objek wisata Museum Aceh initurut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Aceh Hasanuddin Dardjo, Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh HM Ali Alfata, perwakilan unsur Forkopimda Aceh, pejabat Kanwilkemenag Aceh, Ketua dan Sekretaris Pokja Bunda PAUD Aceh, Hj Marlina Usman, Hj Syamsiarni, Hj. Mauizah Wahab, perwakilan Bunda PAUD daerah, guru-guru PAUD dan tamu undangan lainnya.

Hj Niazah A Hamid berharap, kegiatan gebyar seni islami dapat memotivasi anak usia dini agar mereka lebih mengenal dunia pendidikan dan Agama Islam. Ajang kreativitas yang berlangsung meriah ini jugadinilai sebagai wahadapembentukan sikap, mental, perilaku dan akhlak sesuai dengan nilai-nilai agama islam dan tingkat perkembangan psykologis anak usia dini.

“Semakin awal pendidikan dan seni agama islam ditanamkan pada anak, Insya Allah hasilnya akan lebih baik,”terang Ummi Niazah, yang juga istri Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah.

“Kegiatan ini juga berfungsi sebagai media dakwah dalam mendorong anak kita untuk unggul dalam berkompetisi, memiliki semangat persaudaraan dan jiwa sosial yang tinggi sebagaimana yang diajarkan dalam Islam,”imbuh sang Ketua Dekranasda Aceh ini.

Dalam sambutan singkatnya, Ummi Niazah juga menekankan pentingnyaPendidikan Anak Usia Dini (PAUD), terutama dalam merangsang pertumbuhan jasmani dan rohani.

UmmiNiazah, yang tampil dengan senyuman ramah, dalam kesempatan itu juga mengajak kerja keras semua pihak untukmendorong agar PAUD terus dikembangkanhingga ke kawasan terpencil. “Sehinggaanak-anak Aceh usia 0 hingga 6 tahun bisa mendapat pendidikan, hal ini penting saya sampaikan,sebab tujuan pendidikan PAUD adalah agar anak tumbuh dan berkembang secara berkualitas sebelum memasuki pendidikan dasar,”ujar Niazah, menjelaskan.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs. Hasanuddin Darjo, MM melaporkan,sasaran kegiatan Pentas Seni dan Kreatifitas Anak Usia Dini dan Pentas Pendidikan Agama Islamadalahuntuk memotivasi anak-anak agar rajin belajar dan lebih kreatif.Ia berharap para orang tua dan guru PAUD di Aceh agar terus berkomitmen dalam mendukung program dan kegiatan PAUD di Aceh.“Sekaligus berpatisipasi aktif menyukseskan pentas kreativitas anak ini,” ujarnya.

Darjo menambahkan, gebyar seni islami yang diikuti 360 putra-putri ‘cilik’ se-Aceh itu memperlombakan aneka kreativitas. Antaralain, seni melukis mesjid, lomba azan, bacaan ayat-ayat pendek, lomba busana muslim, kisah cerita rakyat dan menyusun balok.

Kembangkan PAUD hingga ke pelosok

Pemerintah Aceh, kata Ummi Niazah, terus berupaya agar program PAUD bisa dilaksanakan merata sampai ke seluruh pelosok desa. “Sehingga semua anak-anak kita berkesempatan mendapatkan pembelajaran dan mengasah dirinya sejak dini. Dari tahun ke tahun jumlah anak-anak Aceh yang memperoleh layanan PAUD terus meningkat. Tapi kita jangan berpuas diri, sebab masih ada sekitar 69,8 persen anak-anak Aceh di usia itu yang belum memperoleh layanan PAUD, terutama mereka yang tinggal di kawasan pedesaan,”pungkas Ummi Niazah, yang didampingi Karo Humas HM Ali Alfata, saat menjawab pertanyaan dari sejumlah insan pers. []

 

Check Also

Malam ini, Peringatan Maulid di Masjid Raya Hadirkan Syeikh dari Mesir

Banda Aceh – Pemerintah Aceh akan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah di …