Home / LINTAS ACEH / Wagub Resmikan Dayah Bustanul Mua’rrif Lembah Seulawah

Wagub Resmikan Dayah Bustanul Mua’rrif Lembah Seulawah

Banda Aceh, 01/06/2015 | Humas Aceh

[ Humas Aceh ] Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh H Muzakir Manaf, Selasa (6/1/2015) meresmikan Dayah Istiqamatuddin Bustanul Mua’rrif Lon Baroh Lembah Seulawah, Aceh Besar. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti yang kemudian dilanjutkan dengan pembukaan selubung papan nama Dayah.

Kehadiran Wagub disambut pimpinan Dayah Abu Mukhtar, Abu Paya Pasie, Tgk H Hasballah, Abu Athailllah Ulee Titie, Waled Seulimum (Abu Husaini), Abi Mahdi Lam Ateuk, Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah, anggota DPRD Abes dan sejumlah ulama lainnya.

Pimpinan Dayah, Abu Mukhtar, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada Wagub dan Kapolda Aceh atas kepeduliaan dan kiprahnya yang selama ini konsen membantu pengembangan Dayah Aceh.“Ini menjadi contoh yang bagus dan konsep yang baik. Kapolda juga demikian, harus kita contoh beliau baik dari sisi perilakunya maupun cita-cita putra asal kepala gunung (ulee gle) ini,” disambut tawa hadirin.

Menurut Abu Mukhtar, Dayah ini dibangun dengan tekat dan niat tulus untuk menyelamatkan generasi penerus Islam. “ini adalah cita-cita saya, dan mengantarkan dayah ini ke ‘tangan’ nabi Isa. Meneruskan misi baginda Rasullullah,” pungkasnya.

Saat ini, jelas Abu Mukhtar, Dayah yang mulai didirikan sejak 3 tahun silam itu memiliki jamaah anak-anak lebih dari 100 santri. Dayah tersebut selain melaksanakan pengajian rutin harian juga menggelar pengajian mingguan. “ Dayah ini juga bekerja sama dengan Polda Aceh, dalam mendidik siswa SPN Seulawah,” tambahnya.

Peresmian Dayah yang dibarengi dengan Khanduri Maulid Nabi ini turut dihadiri ulama Karismatik Aceh Abu Usman Kuta Krueng, Abu Tumien Blang Blahdeh, Kapolda Aceh Husein Hamidi, Ketua Fraksi Partai Aceh (PA) Kautsar, para SKPA lingkup Pemerintah Aceh, jajaran Muspida plus dan SKPD Aceh Besar.

 

Harapan Bupati

Bupati Aceh Besar, Mukhlis Basyah menuturkan kehadiran Dayah itu dalam membina ummat sangatlah berarti termasuk menjaga spiritual masyarakat yang selama ini, menurutnya terasa semakin merosot. “Aceh kental dengan Islam. Ini adalah identitas dan pedoman hidup kita. harapan saya, Dayah ini dapat memberikan sumbangan pikiran dalam menegakkan aspek kehidupan reliji dan Syariat Islam di Aceh,” ujar Adun Mukhlis.

“Harapan saya, kehadiran Dayah senantiasa memberikan solusi agar terhindar dari konflik dan pendangkalan aqidah ummat. Semoga Allah melapangkan dan memudahkan harapan kita semua,” tutup Bupati.

Sementara, Kapolda Aceh Husein Hamidi mengharapkan momen silaturrahmi sekaligus peresmian Dayah tersebut menjadi perekat yang erat dan ikatan yang kokoh antar ulama dan umara. Lembaga pendidikan Dayah, urai Kapolda, telah banyak memberikan peranan penting dalam pengkaderan ulama. Dayah sebagai khasanah budaya, tambahnya, juga penting dan bermanfaat dalam membentuk perilaku generasi muda Aceh.

“Tidak hanya mendidik dan membina tapi juga melahirkan kader ulama. Selamat dan sukses atas peresmian Dayah ini. Kehadirannya sangat penting dan bermanfaat dalam membentuk perilaku ummat. Banyak kejahatan terjadi sekarang misalnya, kemerosotan akhlak yang sangat meracuni generasi kita seperti narkoba, perilaku seksual dan lain sebagainya. Ini harus kita berantas. Kita akan terus bersinergi dalam memberantas maksiat di tanah Serambi Mekkah ini,” tegas sang Jenderal.

Dihadapan para ulama, Husein Hamidi juga menuturkan niat dan impiannya untuk membangun sebuah pasantren yang representative sesuai dengan perkembangan zaman. Selain mendidik ilmu agama dengan konsep kearifan lokal, Pasantren yang akan dididirikan di kawasan Aceh Besar itu nantinya juga akan mengadopsi kurikulum modern.

“Insya Allah. Ini impian saya dan menjadi tempat pensiun saya nanti. Mohon dukungan abu-abu semua. Kita akan mengadopsi kurikulum modern berbasis agama. Siswanya kalau bisa berpakaian putih-putih semua. Di pasantern itu nantinya tidak boleh marah, semua harus tersenyum ramah,” tandas Kapolda.

 

Meneladani Rasulullah

Wakil Gubernur H Muzakir Manaf mengajak ummat Islam untuk bercermin dan meneladani perilaku, tutur kata dan semangat juang Rasulullah dalam menegakkan agama Allah dan menebarkan kebaikan kapanpun dan dimanapun  beliau berada.

“Uroe nyoe ta peringati uroe lahe Nabi Rayeuk, Nabi Muhammad SAW. Kita harus bisa ambil i’tibar dari rasul. Perlu kitateladani sifat terpuji beliau,”kata Mualem.

Wagub menambahkan, seiring pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi saat ini, Dayah yang juga menerapkan nilai-nilai kearifan lokal tidak boleh terpinggirkan. Pemerintah Aceh, sebut Wagub, akan terus mendukung program pembangunan unit-unit pendidikan reliji (dayah) di Aceh. “ karena ilmu agama senantiasa menjaga kita untuk berjalan ke arah yang benar. Bek akai droe tan, akai gop han tapakek, nyan ureung hana ilmee. Makanya ilmu agama sangat penting,” pungkas mantan Panglima GAM itu.

Check Also

Aceh Berduka Atas Meninggalnya Presiden Ketiga BJ Habibie

BANDA ACEH- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Pemerintah Aceh, dan seluruh rakyat Aceh …